Misi Kilat Polresta Bandara Soekarno-Hatta: Kalung Berlian Rp300 Juta Raib di Terminal 3, Kembali Utuh dalam 24 Jam
Inforiau – 30 Oktober 2026 | Kecepatan kerja aparat kepolisian kembali diuji dalam insiden kehilangan barang berharga di kawasan bandara tersibuk Indonesia. Personel Polresta Bandara Soekarno-Hatta berhasil mengungkap kasus hilangnya kalung berlian senilai Rp300 juta milik seorang penumpang di area keberangkatan internasional Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Tak butuh waktu lama, kalung tersebut ditemukan kembali dalam kondisi utuh di sebuah toko emas di Pasar Sepatan, Kabupaten Tangerang, kurang dari 24 jam sejak dilaporkan.
Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Muhammad Esha, mengungkapkan bahwa peristiwa kehilangan bermula pada Selasa, 27 Oktober 2026, sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, ibu dari seorang warga berinisial RJN bersama keluarga besarnya tengah berada di area keberangkatan internasional Terminal 3 untuk melakukan perjalanan ke Amerika Serikat.
“Peristiwa kehilangan itu bermula pada Selasa, 27 Oktober 2026, sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, ibu dari RJN bersama keluarga besarnya berada di area keberangkatan internasional Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta untuk melakukan perjalanan ke Amerika Serikat,” jelas Esha, Kamis (29/10/2026).
Setelah pesawat yang ditumpanginya lepas landas, korban baru menyadari bahwa kalung berlian miliknya telah hilang. Korban pun menghubungi anaknya, RJN, untuk membantu mencari barang berharga tersebut. Upaya pencarian awal dilakukan dengan memeriksa kendaraan, kediaman keluarga, hingga menelusuri kembali area bandara yang sebelumnya dilalui korban. Namun, hasilnya nihil.
Jejak CCTV Mengungkap Pelaku
Pada Rabu, 28 Oktober 2026, RJN mendatangi Terminal 3 untuk mencari informasi lebih lanjut. Setelah berkoordinasi dengan petugas keamanan setempat, ia diarahkan untuk melaporkan kehilangan tersebut ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
Laporan itu langsung ditindaklanjuti personel Satreskrim dengan memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan rekaman yang memperlihatkan kalung berlian tersebut terjatuh di selasar keberangkatan internasional Terminal 3. Rekaman yang sama juga menampilkan sosok seorang pria yang mengambil kalung itu dan memasukkannya ke saku kanan bajunya.
Berbekal rekaman tersebut, penyidik melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengidentifikasi pria dimaksud. Petugas akhirnya mendapatkan identitas pelaku, seorang pria berinisial MH. Dari keterangan yang dihimpun, kalung berlian itu telah dijual ke sebuah toko emas di wilayah Sepatan, Kabupaten Tangerang.
Petugas pun bergerak cepat mendatangi toko yang dimaksud dan berhasil menemukan serta mengamankan kembali satu buah kalung berlian yang diduga kuat milik korban. Barang bukti tersebut kini telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.
Komitmen Pelayanan Cepat dan Humanis
Kompol Muhammad Esha menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang cepat, profesional, dan humanis kepada masyarakat. Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci utama dalam pengungkapan kasus ini.
“Keberhasilan ini merupakan bentuk komitmen kami bahwa Polisi bersama masyarakat. Kami berupaya menindaklanjuti setiap laporan secara profesional, melakukan penyelidikan sesuai prosedur, serta mengoptimalkan langkah-langkah yang diperlukan agar masyarakat memperoleh pelayanan dan kepastian penanganan,” ujar Esha.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu menghubungi layanan kepolisian 110 apabila membutuhkan bantuan, ingin melaporkan suatu kejadian, atau menyampaikan pengaduan terkait gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat maupun dugaan tindak pidana.
Kasus ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pemanfaatan teknologi pengawasan, dalam hal ini CCTV, menjadi instrumen penting bagi jajaran Polresta Bandara Soekarno-Hatta dalam mengungkap berbagai tindak pidana di kawasan bandara. Dengan cakupan area yang luas dan mobilitas penumpang yang tinggi, pengawasan berbasis kamera menjadi tulang punggung penyelidikan.
Bandara sebagai Kawasan Strategis Nasional
Bandara Internasional Soekarno-Hatta sendiri merupakan kawasan strategis nasional yang menjadi pintu gerbang utama mobilitas masyarakat dari dan menuju Indonesia. Tanggung jawab menjaga keamanan di kawasan ini kini berada di bawah kepemimpinan Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Handrio Wicaksono, S.I.K., M.H., yang dipercaya melalui rotasi jabatan berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Handrio, perwira yang pernah memimpin Polres Sumba Timur sejak November 2019 hingga Februari 2022, menggantikan Kombes Pol Wisnu Wardana. Pengalaman memimpin wilayah dengan tantangan besar, termasuk masa pandemi COVID-19, menjadi bekal berharga dalam mengemban tugas menjaga keamanan dan pelayanan kepolisian di bandara tersibuk Tanah Air.
Dengan aktivitas penerbangan dan mobilitas penumpang yang sangat tinggi, kawasan Bandara Soekarno-Hatta menuntut pengamanan serta pelayanan kepolisian yang profesional. Keberhasilan pengungkapan kasus kalung berlian ini setidaknya menunjukkan bahwa jajaran Polresta Bandara Soekarno-Hatta mampu merespons laporan masyarakat dengan sigap dan tepat.
Bagi masyarakat pengguna jasa bandara, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap barang bawaan berharga. Kehilangan barang di area publik dengan mobilitas tinggi memang kerap terjadi, namun respons cepat dari aparat kepolisian memberikan rasa aman tersendiri. Kasus ini sekaligus menegaskan bahwa pelaporan resmi melalui jalur yang tepat, seperti SPKT, terbukti efektif dalam mempercepat proses penanganan dan pengembalian barang berharga milik masyarakat.
