Liga Portugal dan Solidaritas yang Tak Pernah Padam: 21.600 Relawan Turun ke Jalan Demi Pasien Kanker
Inforiau – 30 Oktober 2026 | Di tengah hiruk-pikuk persaingan liga portugal yang kerap menyita perhatian publik sepak bola, sebuah gerakan sosial berskala nasional kembali menggema. Bukan tentang gol atau klasemen, melainkan tentang kemanusiaan. Lebih dari 21.600 relawan dari Liga Portuguesa Contra o Cancro (LPCC) mulai Kamis (29/10/2026) menggelar penggalangan dana tahunan di seluruh Portugal, dari utara hingga selatan, dengan mengenakan rompi khas dan membawa kotak donasi. Aksi ini menjadi salah satu sumber pendanaan terpenting bagi organisasi yang bergerak di bidang onkologi tersebut.
Penggalangan dana yang berlangsung hingga Minggu ini menyasar lokasi-lokasi publik, terutama pusat perbelanjaan, gereja, dan pemakaman. Pada edisi sebelumnya, kampanye serupa berhasil menghimpun lebih dari 2,2 juta euro yang digunakan untuk mendukung sekitar 25.000 orang. Angka itu menunjukkan betapa besar peran masyarakat dalam menjaga keberlangsungan layanan bagi para pasien kanker dan keluarga mereka.
Direktur Jenderal LPCC, Pedro Dias, menyatakan bahwa pihaknya menyadari tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini. Kenaikan biaya hidup, terutama sewa dan perumahan, menjadi salah satu kekhawatiran utama. “Masyarakat selalu sangat dermawan, tetapi saat ini banyak sekali kebutuhan di berbagai sisi. Ada biaya bahan bakar, biaya pangan dasar yang naik, sehingga kami tahu orang-orang memiliki prioritas yang lebih sedikit saat ini,” ujarnya kepada Diário de Notícias. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya terus memantau situasi agar dapat mengendalikan dampaknya terhadap penerimaan donasi.
Di sisi lain, kondisi ekonomi juga berdampak pada meningkatnya jumlah orang yang membutuhkan bantuan. Menurut Pedro Dias, banyak perempuan, dan juga sebagian laki-laki, kini mengalami “kemiskinan tersembunyi”. Ketika mereka harus mengambil cuti sakit, pendapatan mereka terpotong hampir 30 persen. “Sering kali mereka adalah satu-satunya penopang keluarga pada saat pengeluaran sedang tinggi dan kemampuan finansial menurun,” tambahnya. Bagi para pasien, beban ekonomi ini datang bersamaan dengan perjuangan melawan penyakit.
LPCC menyediakan beragam layanan pendukung, mulai dari konsultasi psiko-onkologi, nutrisi, diagnosis kulit dan rongga mulut, hingga bantuan hukum dan sosial. Organisasi ini juga tengah memperkuat kerja sama dengan pemerintah kota untuk mengidentifikasi kebutuhan para pasien kanker agar bantuan dapat tersalur lebih cepat. “Kami mencoba bekerja lebih banyak dalam jaringan dengan kotamadya,” jelas Pedro Dias.
Menariknya, di tengah sorotan terhadap aksi sosial ini, dunia sepak bola liga portugal juga mencuri perhatian. Pada laga perempat final Piala Liga Portugal, Porto menjamu Académico de Viseu di Estádio do Dragão. Penyerang asal Meksiko, Santiago Giménez, tampil sebagai starter untuk pertama kalinya dalam lima bulan terakhir dan langsung mencetak gol. Pelatih Francesco Farioli memberikan kepercayaan kepada Giménez untuk memimpin lini depan, dan ia membayarnya dengan penampilan impresif. Pertandingan berlangsung sengit karena Académico de Viseu tampil solid di lini belakang, namun gol Giménez menjadi pembeda.
Meski demikian, bagi LPCC, pertandingan di liga portugal bukanlah fokus utama. Yang terpenting adalah bagaimana solidaritas masyarakat dapat terus mengalir. Pedro Dias mengakui bahwa jumlah relawan yang mendaftar selalu banyak, tetapi tidak sedikit yang kemudian mengundurkan diri. Profil relawan pun mengalami peremajaan pasca pandemi Covid-19, meski ada penurunan jumlah mereka yang mampu mengawal beberapa titik dalam sehari.
Penggalangan dana ini menjadi bukti bahwa di tengah kompetisi liga portugal yang ketat, nilai-nilai kemanusiaan tetap dijunjung tinggi. Dukungan terhadap pasien kanker bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat. Dengan lebih dari 21.600 relawan yang turun ke jalan, harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi para pejuang kanker terus menyala. Sebab pada akhirnya, kemenangan sejati bukan hanya soal trofi, melainkan tentang seberapa besar kita peduli pada sesama.
