Gischa dan Handayani Menggila, Indonesia Panen 2 Emas Boccia di Asian Para Games 2026
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Kontingen Indonesia terus menunjukkan taringnya di ajang asian para games 2026 yang berlangsung di Nagoya, Jepang. Pada hari kedua, Rabu (21/10/2026) siang, Merah-Putih kembali menambah koleksi medali emas melalui cabang olahraga boccia. Dua atlet putri, Gischa Zayana dan Handayani, tampil gemilang dengan memenangi pertandingan final nomor individual putri masing-masing dengan selisih hanya satu poin. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa atlet Indonesia mampu bersaing di level tertinggi asian para games 2026.
Emas pertama dipersembahkan Gischa Zayana dari nomor BC2 individual putri. Ia mengalahkan wakil Hong Kong, Hiu Lam Yeung, dengan skor tipis 6-5 dalam pertandingan yang berlangsung ketat. Sementara itu, Handayani juga sukses menyumbangkan emas dari nomor individual putri lainnya, menambah pundi-pundi medali Indonesia di asian para games 2026.
Secara keseluruhan, hingga Selasa (20/10/2026) malam, kontingen Indonesia telah mengoleksi empat emas, empat perak, dan 17 perunggu. Dengan tambahan dua emas dari boccia, posisi Indonesia di klasemen medali asian para games 2026 semakin kokoh. Target awal kontingen adalah tujuh emas, delapan perak, dan 17 perunggu. Kini Indonesia hanya membutuhkan tiga emas dan empat perak lagi untuk memenuhi sasaran tersebut, sementara target perunggu sudah terlampaui lebih cepat dari berakhirnya kompetisi.
Sejumlah atlet telah mencatatkan prestasi gemilang. I Kadek Dwi Purwana Yasa berhasil menyabet medali emas dan memecahkan rekor dunia di nomor lempar. Lemparannya mencapai 49,75 meter, melewati rekor dunia sebelumnya yang juga tercatat atas namanya, yakni 48,68 meter, yang dibuat di Meksiko pada 22 Juli 2026. Sementara itu, Maulana Rifky Yavianda meraih emas keduanya di asian para games 2026 setelah menjuarai nomor 100 meter gaya punggung S12 putra di Nagoya City General Gymnasium. Tak hanya emas, Rifky juga memecahkan rekor Asia dengan catatan waktu 1 menit 3,07 detik, lebih cepat dari rekor sebelumnya milik perenang Jepang, Genki Saito (1 menit 3,46 detik). Catatan itu sekaligus mempertajam rekor Asian Para Games miliknya sendiri, 1 menit 3,55 detik, yang dibuat di Hangzhou tiga tahun lalu. Saito harus puas di posisi kedua dengan waktu 1 menit 3,76 detik, sedangkan perunggu menjadi milik perenang Uzbekistan, Dmitriy Khorlin (1 menit 5,77 detik).
Di hari yang sama, Muhammad Fadli Imammuddin juga menyumbangkan emas ketiga Indonesia. Prestasi ini melengkapi dominasi Indonesia di berbagai cabang. Pada hari pertama, Indonesia sudah meraih 10 medali, dengan Maulana Rifky Yavianda menyumbang emas. Hingga berita ini diturunkan, kontingen Indonesia masih memiliki peluang menambah medali dari cabang para bulu tangkis, para tenis meja, para anggar, dan boccia. Para bulu tangkis akan bertanding di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, dengan Fredy Setiawan menghadapi Sukant Inthukunt Kadam dari India pada perempat final tunggal putra SL4, dan Winni Andri melawan Xiangcheng Wen dari Cina pada perempat final tunggal putra WH2. Di nomor tunggal putri SU5, Waringin Rahayu akan berhadapan dengan Shantya Vishwanathan dari India. Sementara itu, pasangan Subhan dan Dimas Triajie akan menghadapi Man Kai Chi dan Chun Yin Wong dari Hong Kong pada ganda putra SH6. Fredy Setiawan dan Hikmat Ramdani akan melawan pasangan Cina, sedangkan Suryo Nugroho dan Muhamad Hilmi Irham akan berhadapan dengan pasangan Cina lainnya.
Di cabang para tenis meja yang berlangsung di Sky Hall Toyota, Toyota City, sejumlah wakil Indonesia akan tampil pada nomor ganda putri, ganda putra, dan ganda campuran. Peluang menambah medali masih terbuka lebar. Dukungan masyarakat Indonesia pun terus mengalir untuk para atlet yang berjuang di asian para games 2026.
Dengan capaian ini, kontingen Indonesia optimistis dapat melampaui target awal. Semangat juang para atlet penyandang disabilitas ini menjadi inspirasi bagi seluruh rakyat Indonesia. Ajang asian para games 2026 masih menyisakan beberapa hari pertandingan, dan Indonesia bertekad untuk terus menambah pundi-pundi medali demi mengharumkan nama bangsa.
