Inforiau – 30 Oktober 2026 | BRK Syariah kembali menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya insani yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga kokoh secara spiritual. Melalui kegiatan pembinaan Spiritual Islami yang bertajuk Tarbiyah Ruhiyah, bank syariah milik pemerintah daerah tersebut berupaya perkuat keseimbangan spiritual dan profesionalisme BRK Syariah gelar Tarbiyah Ruhiyah di seluruh lini organisasi. Kegiatan ini menjadi agenda rutin yang dirancang untuk memantapkan karakter islami bagi setiap insan BRK Syariah, mulai dari jajaran direksi hingga pegawai di kantor cabang.
Penyelenggaraan Tarbiyah Ruhiyah kali ini dipusatkan di Masjid Baiturrahim Bank Riau Kepri Syariah pada Jumat pagi, 30 Oktober 2026. Uniknya, kegiatan yang sama digelar secara serentak di seluruh unit kantor Cabang, Cabang Pembantu (Capem), dan Kedai BRK Syariah. Langkah ini menunjukkan bahwa pembinaan spiritual tidak hanya menjadi program pusat, tetapi telah menjadi gerakan bersama yang menyentuh seluruh jaringan operasional bank. Dengan demikian, upaya perkuat keseimbangan spiritual dan profesionalisme BRK Syariah gelar Tarbiyah Ruhiyah benar-benar merata hingga ke unit terkecil.
Dalam sambutannya, perwakilan manajemen BRK Syariah menegaskan bahwa Tarbiyah Ruhiyah bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas pelayanan kepada nasabah. Menurutnya, seorang pegawai bank syariah dituntut mampu menghadirkan pelayanan yang ramah, amanah, dan profesional. Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, hanya dapat tumbuh subur jika ditopang oleh kesadaran spiritual yang terus diasah. “Keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual menjadi kunci utama dalam menjalankan amanah sebagai bank syariah,” ujarnya di hadapan peserta.
Rangkaian kegiatan Tarbiyah Ruhiyah diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan tausiyah yang membahas pentingnya integritas dan etika kerja dalam perspektif Islam. Peserta juga diajak untuk melakukan muhasabah atau refleksi diri, sehingga mampu mengevaluasi kinerja dan niat dalam bekerja. Suasana khusyuk terasa di Masjid Baiturrahim, sementara di kantor-kantor cabang, pegawai mengikuti kegiatan melalui sarana yang telah disiapkan. Kegiatan ini sekaligus menjadi momen untuk mempererat silaturahmi antarkaryawan di berbagai wilayah kerja.
Pemilihan tema keseimbangan spiritual dan profesionalisme dinilai sangat relevan dengan tantangan industri perbankan syariah saat ini. Persaingan yang semakin ketat, perkembangan teknologi digital, serta ekspektasi nasabah yang tinggi menuntut pegawai untuk tetap tenang dan berpegang pada prinsip syariah. Melalui Tarbiyah Ruhiyah, BRK Syariah ingin memastikan bahwa setiap keputusan bisnis dan pelayanan yang diberikan senantiasa dilandasi oleh nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab. Inilah wujud nyata dari komitmen perkuat keseimbangan spiritual dan profesionalisme BRK Syariah gelar Tarbiyah Ruhiyah yang tidak berhenti pada tataran konsep.
Sejumlah pegawai yang mengikuti kegiatan mengaku merasakan manfaat langsung dari pembinaan ini. Mereka menyatakan bahwa siraman rohani di pagi hari mampu menyegarkan kembali semangat kerja dan mengingatkan mereka akan tujuan mulia di balik profesi yang dijalani. “Kegiatan seperti ini membuat kami lebih sadar bahwa bekerja bukan hanya mencari nafkah, tetapi juga bagian dari ibadah. Kami jadi lebih termotivasi untuk melayani nasabah dengan sepenuh hati,” tutur salah seorang peserta.
BRK Syariah berencana menjadikan Tarbiyah Ruhiyah sebagai agenda berkelanjutan dengan materi yang terus dikembangkan. Ke depan, pembinaan tidak hanya menyentuh aspek ibadah ritual, tetapi juga akan mengintegrasikan nilai-nilai syariah dalam praktik manajemen risiko, tata kelola perusahaan yang baik, serta inovasi produk. Dengan begitu, program ini diharapkan mampu mencetak insan bank yang tangguh secara spiritual sekaligus adaptif terhadap perubahan zaman. Upaya perkuat keseimbangan spiritual dan profesionalisme BRK Syariah gelar Tarbiyah Ruhiyah pun menjadi bagian dari strategi pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan budaya organisasi yang sehat. Nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, dan saling menghormati terus ditanamkan agar tercipta lingkungan kerja yang harmonis. Manajemen meyakini bahwa karyawan yang memiliki kedewasaan spiritual akan lebih mudah berkolaborasi, mengelola tekanan pekerjaan, dan mengambil keputusan secara bijak. Hal ini pada akhirnya akan berdampak positif terhadap kinerja perusahaan dan kepuasan nasabah.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari berbagai pihak, termasuk pengurus masjid dan tokoh agama setempat. Mereka menilai langkah BRK Syariah patut dicontoh karena tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga memperhatikan pembinaan moral karyawan. Sinergi antara perusahaan dan lembaga keagamaan seperti ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi syariah di daerah, sekaligus memberikan dampak sosial yang lebih luas bagi masyarakat.
Sebagai penutup, penyelenggaraan Tarbiyah Ruhiyah secara serentak di seluruh jaringan kantor BRK Syariah menjadi bukti nyata bahwa bank ini serius dalam membangun keseimbangan antara kebutuhan duniawi dan ukhrawi. Melalui kegiatan ini, BRK Syariah tidak hanya ingin menjadi lembaga keuangan yang sehat dan kompetitif, tetapi juga menjadi rumah bagi insan-insan yang berkarakter islami. Komitmen untuk perkuat keseimbangan spiritual dan profesionalisme BRK Syariah gelar Tarbiyah Ruhiyah diharapkan terus bergulir, seiring dengan upaya memberikan layanan terbaik bagi masyarakat dan menjaga kepercayaan nasabah di tengah dinamika industri perbankan syariah yang terus berkembang.
