Rudy Susmanto Buka-bukaan: Pasar Leuwiliang Bersiap Beroperasi, RSUD Parung dan Pemeriksaan KPK Jadi Sorotan
Inforiau – 31 Oktober 2026 | Bupati Bogor, Rudy Susmanto, kembali menjadi perhatian publik setelah membeberkan sejumlah perkembangan penting di Kabupaten Bogor, mulai dari kebangkitan Pasar Leuwiliang pascakebakaran, nasib pembangunan RSUD Parung yang belum tuntas, hingga komitmennya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam dialog bersama awak media di Pendopo Bupati Bogor pada Rabu (21/10/2026), Rudy Susmanto menyampaikan sejumlah capaian dan tantangan yang tengah dihadapi pemerintah daerah yang ia pimpin.
Pasar Leuwiliang Bangkit dengan Wajah Baru
Kebakaran hebat yang melanda Pasar Leuwiliang pada 2023–2024 sempat meluluhlantakkan pusat perdagangan masyarakat di kawasan tersebut. Kini, setelah melalui proses panjang, Pemerintah Kabupaten Bogor tengah membangun kembali pasar itu dengan konsep modern agar aktivitas ekonomi warga dapat kembali berjalan di tempat yang lebih representatif.
Rudy Susmanto menjelaskan bahwa pembangunan pasar modern pengganti Pasar Leuwiliang mulai dikerjakan pada 2025. Saat ini, proses pembangunan telah mendekati tahap penyelesaian dan ditargetkan segera beroperasi pada 2026.
“Pembangunan pasar modern tersebut dimulai pada 2025 sebagai upaya menghadirkan fasilitas perdagangan yang lebih baik bagi pedagang maupun masyarakat,” ujar Rudy saat berdialog bersama Radar Bogor di Pendopo Bupati Bogor.
Langkah ini dinilai menjadi angin segar bagi para pedagang yang selama ini harus berjualan di lokasi sementara. Kehadiran pasar baru diharapkan mampu menggerakkan kembali roda perekonomian warga Leuwiliang dan sekitarnya, sekaligus menjadi simbol pemulihan pascabencana.
RSUD Parung Belum Rampung, Sementara Dioperasikan sebagai Klinik
Selain soal pasar, Rudy Susmanto juga angkat bicara mengenai nasib pembangunan RSUD Parung yang hingga kini belum tuntas. Fasilitas kesehatan yang semula direncanakan menjadi rumah sakit tersebut belum dapat dioperasikan sesuai peruntukannya karena pembangunannya masih terkendala proses hukum.
Untuk menghindari bangunan yang tidak termanfaatkan, Pemerintah Kabupaten Bogor mengambil langkah dengan mengoperasikan fasilitas tersebut sebagai Klinik Parung sejak tahun lalu.
“Untuk pembangunan RSUD Parung, memang belum selesai. Bahkan, belum pernah dioperasikan. Maka, tahun kemarin kami operasikan menjadi Klinik Parung,” jelas Rudy Susmanto kepada Radar Bogor.
Menurutnya, masih berlangsungnya proses hukum di sejumlah aparat penegak hukum menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan sebelum pembangunan dilanjutkan. Pemkab Bogor memilih memanfaatkan fasilitas yang tersedia sebagai klinik sembari menunggu perkembangan proses hukum yang sedang berjalan.
Komitmen Rudy Susmanto Penuhi Panggilan KPK
Di sisi lain, Rudy Susmanto menegaskan komitmennya untuk memberikan seluruh data yang dibutuhkan KPK setelah diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pemeriksaan terhadap dirinya berlangsung di Polres Bogor pada Kamis (29/10).
“Kita, Pemerintah Kabupaten Bogor, tentunya mendukung dan memberikan data dan keterangan yang dibutuhkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi,” kata Rudy di Cibinong, Jumat (30/10/2026).
Ia menyebut pemeriksaan tersebut berkaitan dengan sejumlah persoalan di Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda), Dinas Pendidikan, serta beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) dan program pemerintah lainnya. Namun, ia enggan mengungkapkan substansi pemeriksaan karena hal tersebut merupakan kewenangan KPK untuk menyampaikannya kepada publik.
“Kalau untuk masuk dalam substansi materi, saya mohon izin belum bisa menyampaikan secara langsung, nanti biar dari juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi yang menyampaikan,” ujarnya.
Rudy Susmanto memastikan akan memberikan keterangan yang sebenar-benarnya serta data selengkap-lengkapnya untuk membantu penyidik dalam menangani perkara tersebut. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah menghormati seluruh proses penyidikan yang sedang berjalan.
Dinamika Pemerintahan di Tengah Berbagai Agenda
Rangkaian pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan Rudy Susmanto di Kabupaten Bogor tengah diuji dari berbagai sisi. Di satu sisi, ia dituntut mempercepat pemulihan fasilitas publik seperti Pasar Leuwiliang dan RSUD Parung yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Di sisi lain, transparansi dan kerja sama dengan aparat penegak hukum menjadi prasyarat penting untuk menjaga kepercayaan publik.
Pemulihan Pasar Leuwiliang menjadi salah satu prioritas karena menyangkut denyut nadi perekonomian warga. Sementara itu, persoalan RSUD Parung menyisakan pekerjaan rumah tersendiri, mengingat kebutuhan layanan kesehatan di kawasan Parung dan sekitarnya cukup tinggi. Pemanfaatan fasilitas sebagai klinik dinilai sebagai solusi sementara agar aset daerah tetap produktif.
Dari sisi penegakan hukum, sikap kooperatif yang ditunjukkan Rudy Susmanto diharapkan dapat memperlancar proses penyidikan KPK. Keterbukaan data dan keterangan dinilai penting agar persoalan di lingkungan Pemkab Bogor dapat diselesaikan secara tuntas dan transparan.
Dengan target operasional Pasar Leuwiliang pada 2026, kelanjutan pembangunan RSUD Parung yang menunggu kepastian hukum, serta komitmen penuh terhadap proses KPK, publik kini menantikan langkah nyata berikutnya dari Pemerintah Kabupaten Bogor. Bagi Rudy Susmanto, tiga persoalan ini menjadi ujian sekaligus peluang untuk membuktikan komitmennya dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
