Wellington Phoenix Sempurna di Australia A-League, Jets Tertunduk dan VAR Jadi Sorotan
Inforiau – 31 Oktober 2026 | Kompetisi australia a league musim ini kembali menyuguhkan drama menarik ketika Wellington Phoenix mempertahankan rekor sempurna mereka. Dalam laga pekan ketiga yang digelar pada malam Halloween di McDonald Jones Stadium, Newcastle, Nix membungkam tuan rumah Newcastle Jets dengan skor meyakinkan 3-0. Kemenangan ini menjadi tonggak sejarah karena untuk pertama kalinya Wellington Phoenix membuka kampanye australia a league dengan tiga kemenangan beruntun sekaligus kokoh di puncak klasemen.
Penyerang Corban Piper menjadi pembuka keunggulan pada menit ke-14. Gol tersebut sempat dianulir karena hakim garis mengangkat bendera offside, namun VAR membatalkannya dan memastikan Piper berada dalam posisi sah. Keputusan ini memicu protes keras dari kubu Jets, yang menilai permainan seharusnya dihentikan lebih dulu. Sejumlah komentator melaporkan bahwa ofisial keempat mengakui adanya kesalahan, tetapi Kepala Wasit Football Australia, Jon Moss, menegaskan bahwa wasit Eric Saba berhak membiarkan permainan berlanjut.
Kontroversi ini justru menambah panas jalannya pertandingan australia a league tersebut. Newcastle yang masih belum meraih kemenangan di semua kompetisi terus menekan, termasuk peluang Alex Grant yang berhasil disapu Lukas Kelly-Heald di garis gawang pada menit ke-37. Kiper Phoenix, Henry Gray, tampil gemilang dengan menepis tembakan keras Xavier Bertoncello pada menit ke-71, menjaga gawangnya tetap bersih dari kebobolan.
Pelatih kepala Wellington Phoenix, Chris Greenacre, memuji ketangguhan anak asuhnya. Ia mengakui bahwa timnya harus bertahan mati-matian sebelum akhirnya memanfaatkan momen transisi untuk mematikan lawan. Dua gol tambahan yang dicetak pemain pengganti, Riley Bidois dan Nathan Walker, membuktikan kedalaman skuad serta ketajaman finis yang dimiliki Nix. Greenacre menegaskan bahwa kecepatan dan kualitas pemain dari bangku cadangan menjadi senjata utama timnya di kompetisi australia a league musim ini.
Kemenangan ini membuat Wellington Phoenix percaya diri menyongsong laga besar melawan juara bertahan Auckland FC. Sementara itu, tekanan semakin berat bagi Newcastle Jets yang belum juga menemukan ritme permainan di tengah jadwal padat lima pertandingan dalam dua pekan. Kekecewaan tuan rumah semakin memuncak karena keputusan wasit yang dianggap merugikan mereka di momen krusial.
Di sisi lain, persaingan di australia a league juga menyoroti kisah inspiratif dari sepak bola putri. Bek Perth Glory, Baxter Thew, tengah menikmati momen bermain untuk klub kampung halamannya di A-League Women. Kisahnya menjadi pengingat bahwa kompetisi ini tidak hanya tentang persaingan papan atas, tetapi juga tentang mimpi para pemain lokal yang berjuang di level tertinggi.
Perth Glory sendiri menjadi sorotan lain setelah performa kurang konsisten mereka di awal musim. Klub asal Australia Barat itu bertekad membalikkan keadaan dan bangkit dari keterpurukan di kompetisi australia a league. Persaingan yang ketat, ditambah kontroversi teknologi VAR, menjadikan musim ini salah satu edisi paling menarik untuk diikuti.
Secara keseluruhan, pekan ketiga menghadirkan narasi lengkap: dominasi Wellington Phoenix yang sempurna, drama keputusan wasit yang memantik perdebatan, serta semangat klub-klub lain untuk bangkit. Ketajaman Corban Piper dan ketangguhan lini belakang Nix menjadi fondasi kuat menuju pertarungan puncak melawan Auckland FC. Bagi para penggemar, dinamika australia a league musim ini menjanjikan persaingan sengit hingga pekan-pekan akhir, dengan setiap pertandingan berpotensi mengubah peta kekuatan di klasemen.
Editor: Abuzar Samad
