Jeonbuk vs Daejeon Citizen Berakhir Tanpa Gol, Song Beom-geun Jadi Tembok Hidup Tuan Rumah
Inforiau – 31 Oktober 2026 | Duel sengit bertajuk jeonbuk vs daejeon citizen di Stadion Piala Dunia Jeonju, Sabtu (31/10), berakhir tanpa gol alias 0-0. Laga pembuka babak Final A Hana Bank K League 1 2026 ini menyajikan pertarungan taktis antara lini serang Daejeon Hana Citizen yang tajam melawan pertahanan Jeonbuk Hyundai yang akhirnya kembali bersih dari kebobolan setelah lima pertandingan berturut-turut selalu kecolongan.
Hasil imbang ini membuat kedua tim tetap berjarak hanya satu poin. Jeonbuk kini mengoleksi 49 poin dari 12 kemenangan, 13 hasil imbang, dan 9 kekalahan, sementara Daejeon mengoleksi 50 poin dari 13 kemenangan, 11 imbang, dan 10 kekalahan. Poin yang terbelah itu terasa begitu bernilai di tengah persaingan memperebutkan tiket ke pentas Asia musim 2027-2028.
Pertemuan jeonbuk vs daejeon citizen kali ini menjadi ajang balas dendam bagi tuan rumah. Tiga pekan sebelumnya, tepatnya pada putaran ke-31 di Stadion Piala Dunia Daejeon, Jeonbuk harus menelan pil pahit setelah unggul lebih dulu lewat gol Tiago, namun tumbang 1-2 akibat gol balasan Masa dan gol kemenangan Diogo di babak kedua. Kali ini, meski gagal mencetak gol, Jeonbuk sukses menuntaskan misi memutus rentetan kebobolan yang sudah berlangsung sejak laga melawan FC Seoul pada 12 September lalu.
Di balik rapor bersih tersebut, nama Song Beom-geun tampil sebagai pahlawan. Kiper timnas Korea Selatan itu berulang kali menyelamatkan gawang Jeonbuk, mulai dari menepis tendangan bebas tajam Lee Myung-jae di babak pertama hingga memblokir rentetan tembakan beruntun di babak kedua. Aksi-aksi penyelamatan krusial itu membuat Daejeon pulang dengan tangan hampa meski mendominasi peluang.
Pelatih Jeonbuk, Chung Jung-yong, mengakui timnya sempat rapuh di lini belakang dalam beberapa laga terakhir. Jeonbuk tercatat mencetak delapan gol dalam lima pertandingan terakhir, tetapi kebobolan sembilan kali. Menurutnya, kesalahan kecil yang dibuat pemain saat mencoba membangun serangan menjadi biang keladi tingginya angka kebobolan.
“Ada kalanya kami kecolongan karena ingin melakukan sesuatu yang berlebihan. Saya yakin angka kebobolan akan turun signifikan jika kesalahan-kesalahan itu bisa dihilangkan,” ujar Chung sebelum pertandingan. Ia juga menekankan pentingnya intensitas pressing dan kekuatan duel satu lawan satu, mengingat Daejeon merupakan tim yang gemar menguasai bola.
Strategi pressing tinggi itu terbukti. Sejak peluit awal, Jeonbuk tampil agresif. Pada menit ke-12 babak pertama, bola mengalir ke Italo yang menusuk dari sisi kiri setelah melewati Dodo, Tiago, dan Gamboa. Sayang, tendangan kaki kanannya masih membentur tiang gawang. Daejeon pun membalas lewat serangan balik cepat. Rubixon melepaskan umpan silang dari kiri pada menit ke-22, dan Eom Won-sang langsung menyambutnya dengan tembakan yang hanya tipis melebar.
Secara statistik, pertemuan jeonbuk vs daejeon citizen memperlihatkan karakter berbeda dari kedua tim. Daejeon dikenal produktif dengan 53 gol di musim reguler, terbanyak kedua setelah Seoul yang mencetak 61 gol. Adapun Jeonbuk lebih solid di belakang dengan hanya kebobolan 33 gol, ketiga paling sedikit di antara enam tim Final A setelah Seoul (29) dan Gangwon (30). Goal difference Jeonbuk +10, sementara Daejeon +12.
Menariknya, dalam pertemuan terakhir sebelum laga ini, Jeonbuk justru unggul penguasaan bola 51,2 persen berbanding 48,8 persen milik Daejeon. Akurasi umpan kedua tim pun berimbang, 83,4 persen untuk Jeonbuk dan 81,4 persen untuk Daejeon. Namun Daejeon jauh lebih efektif dengan 17 tembakan, sedangkan Jeonbuk hanya mencatat 11 tembakan.
Peta persaingan di papan atas pun semakin memanas. Seoul sudah memastikan gelar juara dengan 67 poin, disusul Ulsan Hyundai dengan 51 poin. Daejeon di posisi ketiga dengan 50 poin, Jeonbuk di urutan keempat dengan 49 poin, Gangwon kelima dengan 48 poin, dan Incheon United keenam dengan 46 poin. Selisih poin dari posisi kedua hingga keenam hanya lima angka, sehingga setiap poin begitu berharga.
Bagi Jeonbuk, hasil imbang ini terasa seperti peluang yang lewat. Seandainya menang, mereka akan mengoleksi 51 poin dan menyalip Daejeon, bahkan berpeluang naik ke posisi kedua bila Ulsan gagal mengalahkan Gangwon. Sebaliknya, kemenangan akan membawa Daejeon ke 52 poin dan mengunci setidaknya posisi ketiga.
Dengan hasil ini, persaingan jeonbuk vs daejeon citizen di putaran berikutnya dipastikan masih akan menjadi sorotan. Kedua tim memiliki peluang sama besar untuk finis di zona Liga Champions Asia, dan duel tanpa gol ini menjadi pengingat bahwa keseimbangan antara ketajaman menyerang dan ketangguhan bertahan akan menjadi kunci di sisa musim.
Bagi Jeonbuk, rapor bersih Song Beom-geun menjadi modal berharga untuk menghadapi laga-laga berat berikutnya. Adapun Daejeon harus mencari cara agar dominasi penguasaan bola bisa dikonversi menjadi gol. Laga jeonbuk vs daejeon citizen memang berakhir tanpa pemenang, tetapi tensi dan kualitas permainan yang ditampilkan membuktikan bahwa persaingan di papan atas K League 1 musim ini masih jauh dari kata selesai.
Editor: Sukri Mustakim
