BWF Guncang Dunia Bulu Tangkis: Kunlavut Terdesak, An Se-young Ciptakan Sejarah Baru
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Persaingan papan atas dunia bulu tangkis kembali memanas usai Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) merilis peringkat terbaru pekan ke-43. Sorotan utama tertuju pada posisi puncak tunggal putra yang kini kian rawan, sementara di sektor tunggal putri lahir sebuah rekor bersejarah yang mengguncang peta kekuatan global.
Bintang Thailand, Kunlavut Vitidsarn, masih bertengger di peringkat satu dunia untuk pekan keempat berturut-turut dengan koleksi 91.115 poin. Namun, posisinya tidak lagi aman. Pebulu tangkis Denmark, Anders Antonsen, yang baru saja menyelesaikan Denmark Open 2026 sebagai runner-up, terus membayangi dengan 90.105 poin. Selisih hanya sekitar seribu angka membuat duel perebutan takhta dunia bakal tersaji sengit dalam beberapa turnamen ke depan.
Peringkat yang dirilis BWF pada Selasa (20/10) itu juga menempatkan tunggal putra Prancis, Christo Popov, di posisi ketiga dengan 86.632 poin, disusul Chou Tien-chen dari Taiwan (82.230) dan Alex Lanier dari Prancis (80.285). Sementara itu, wakil Indonesia Jonathan Christie berada di urutan keenam dengan 80.031 poin, diikuti Viktor Axelsen dari Kanada (79.845), Qi Yuqi dari China (79.525), Kodai Naraoka dari Jepang (78.740), dan Alwi Farhan dari Indonesia (73.699).
Dari kubu Merah Putih, sejumlah nama masih berjuang menembus 20 besar. Panitchaphon Teeraratsakul dari Thailand berada di peringkat 18 dengan 58.015 poin, sedangkan Kantaphon Wangcharoen menghuni posisi 69 dengan 26.428 poin. Peta persaingan ini menunjukkan bahwa dominasi tunggal putra Asia masih kuat, meski Eropa terus menekan lewat para pemain muda berbakat.
An Se-young dan Rekor yang Tak Terbendung
Jika sektor putra masih menyisakan ketegangan, tidak demikian halnya di tunggal putri. Bintang Korea Selatan, An Se-young, baru saja menorehkan sejarah sebagai pebulu tangkis tunggal putri dengan gelar juara internasional terbanyak sepanjang masa. Ia memastikan rekor tersebut setelah menaklukkan Akane Yamaguchi dari Jepang di final Denmark Open 2026 dengan skor 21-23, 21-14, dan 21-18 dalam pertarungan sengit selama 2 jam 27 menit.
Kemenangan itu menjadi gelar ke-47 bagi An Se-young, melewati catatan legenda Indonesia, Susi Susanti, yang mengoleksi 46 gelar. BWF pun tidak sungkan melontarkan pujian setinggi langit, menyebut An Se-young sebagai “An-Stoppable Force” atau kekuatan yang tak terbendung. Federasi menekankan drama comeback di gim ketiga, saat An tertinggal 5-11 akibat cedera Achilles, sebagai bukti mentalitas juara sejati.
“Saat keraguan mulai muncul, di situlah sang juara sejati tampil,” tulis BWF dalam ulasannya. An Se-young sendiri mengaku hanya berusaha fokus dari satu pertandingan ke pertandingan lain. Sepanjang tahun ini, ia mencatat 61 kemenangan dari 62 laga, sebuah rasio kemenangan luar biasa sebesar 98,4 persen.
Prestasi tersebut menambah deretan gelar bergengsi yang diraihnya musim ini, mulai dari Kejuaraan Dunia, China Masters, Asian Games Nagoya, hingga Denmark Open. Dominasi An Se-young menjadi tantangan tersendiri bagi para pesaing, termasuk rival abadinya, Akane Yamaguchi, yang kini tertinggal 10 pertandingan beruntun dalam rekor pertemuan.
Panggung Junior dan Ajang Prancis
Di sisi lain, regenerasi bulu tangkis Tanah Air terus berjalan. Tunggal putra muda Indonesia, Radithya Bayu Wardhana, sukses menyabet gelar juara BWF World Junior Championships 2026 di Cairo International Stadium, Mesir. Pada final sesama wakil Indonesia, Sabtu (17/10), ia mengalahkan Fardhan Rainanda Joe lewat pertarungan tiga gim dengan skor 15-9, 11-15, dan 15-8.
Gelar tersebut menjadi debut manis bagi Radithya di panggung dunia junior. Ia pun berharap torehan ini membuka jalan menuju Pelatnas PBSI di Cipayung agar bisa mengasah kemampuan bersama para senior. “Masih terasa seperti mimpi karena tidak menyangka bisa juara dunia junior. Namun saya belum puas karena tantangan ke depan lebih sulit,” ujarnya.
Sementara itu, ajang BWF French Open 2026 yang berlangsung di Prancis turut menyita perhatian. Pasangan ganda campuran Taiwan, Ye Hong-wei dan Chan Yu-chen, memastikan tiket ke babak 16 besar setelah bangkit dari kekalahan gim pertama. Sempat takluk 9-21, mereka membalikkan keadaan dengan kemenangan 21-17 dan 21-18 atas pasangan Amerika Serikat, Presley Smith dan Jennie Gai.
Kemenangan tersebut memperpanjang tren positif pasangan peringkat tujuh dunia itu, yang sebelumnya meraih medali perunggu di Asian Games Nagoya serta menembus perempat final di Arctic Open dan Denmark Open. Di babak 16 besar, mereka akan menghadapi pasangan Indonesia, Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah.
Dari rangkaian peristiwa ini, terlihat jelas bahwa lanskap bulu tangkis dunia terus bergerak dinamis. Persaingan di papan atas peringkat BWF kian ketat, sementara bintang-bintang baru terus bermunculan dari berbagai negara. Bagi para penggemar, momentum ini menjadi sinyal bahwa setiap turnamen akan menyajikan drama dan kejutan yang layak ditunggu.
