Derby della Madonnina Memanas: AC Milan vs Inter Milan, Mampukah Rossoneri Selamatkan Musim?
Inforiau – 31 Oktober 2026 | Pertarungan sengit milan vs inter kembali tersaji dalam lanjutan Serie A 2026-27 pekan ke-10 di Stadion San Siro, Minggu (1/11/2026) dini hari WIB. Laga bertajuk Derby della Madonnina ini menjadi sorotan utama karena mempertemukan dua tim sekota dengan nasib yang bertolak belakang. Inter Milan datang sebagai pemuncak klasemen bersama Lazio dengan koleksi 25 poin dari sembilan pertandingan, sementara AC Milan tertahan di posisi kelima dengan 18 poin. Selisih tujuh poin membuat duel milan vs inter ini krusial bagi Rossoneri untuk menjaga asa dalam perburuan gelar Scudetto.
AC Milan menyambut derbi dengan modal kurang menggembirakan. Pasukan Ruben Amorim baru saja menelan kekalahan 2-4 dari Bologna pada giornata ke-9, Rabu (28/10/2026). Kekalahan tersebut menjadi yang pertama bagi Milan di Serie A musim ini dan mengungkap sejumlah masalah di lini belakang. Sebelumnya, Milan sempat menang 3-2 atas Atalanta (18/10) dan 2-0 atas Udinese (25/10), namun konsistensi mereka kembali dipertanyakan.
Di kubu seberang, Inter Milan justru sedang on fire. Cristian Chivu membawa Nerazzurri meraih tiga kemenangan beruntun, termasuk mengalahkan Bologna 3-1 (17/10), Fiorentina 2-1 (25/10), dan Venezia 2-0 (28/10). Modal empat kemenangan dalam empat laga terakhir membuat Inter percaya diri untuk mengakhiri rekor tujuh pertandingan tanpa kemenangan melawan Milan di Derby della Madonnina.
Perang Taktik dan Starting XI
Ruben Amorim diprediksi menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan Mike Maignan di bawah mistar. Kuartet pertahanan dihuni Mario Gila, Koni De Winter, Strahinja Pavlovic, dan Davide Bartesaghi. Adrien Rabiot dan Luka Modric menjadi jangkar lini tengah, memberi keseimbangan antara pengalaman dan kreativitas. Di lini depan, Christian Pulisic, Omari Hutchinson, dan Diego Moreira akan mendukung Goncalo Ramos sebagai ujung tombak. Pulisic diharapkan menjadi pembeda dengan pergerakannya yang licin.
Sementara itu, Cristian Chivu mengandalkan formasi 3-5-2. Ivan Provedel dipercaya mengawal gawang, dilindungi trio Yann Bisseck, Manuel Akanji, dan Alessandro Bastoni. Federico Dimarco dan Andy Diouf berperan sebagai wing-back yang agresif. Trio Nicolo Barella, Hakan Calhanoglu, dan Piotr Zielinski mendikte tempo permainan. Duet Marcus Thuram dan Francesco Pio Esposito menjadi ujung tombak yang siap meneror pertahanan Milan.
Lima Duel Kunci yang Menentukan
Laga milan vs inter selalu identik dengan pertarungan individu. Berikut lima duel yang layak dicermati:
- Koni De Winter vs Marcus Thuram: Bek Belgia itu harus ekstra waspada menghadapi Thuram yang dikenal gemar mencetak gol di derbi. De Winter juga ingin menebus kesalahannya saat melawan Bologna.
- Sankhoun Diawara vs Andy Diouf: Di sisi kiri, Diawara yang diprediksi tampil harus mampu membendung kelincahan Diouf yang pandai memotong ke dalam dan menusuk ke garis belakang.
- Christian Pulisic vs Nicolo Barella: Pulisic akan sering turun menjemput bola dan bergerak di antara lini. Barella dengan disiplin taktiknya menjadi penghalang utama pergerakan pemain Amerika Serikat itu.
- Strahinja Pavlovic vs Francesco Pio Esposito: Duel udara antara dua pemain kuat ini akan menentukan siapa yang lebih dominan dalam bola-bola atas.
- Adrien Rabiot vs Hakan Calhanoglu: Pertarungan di lini tengah antara Rabiot yang energik dan Calhanoglu yang cerdas dalam distribusi bola akan menjadi kunci penguasaan permainan.
Statistik dan Tantangan Amorim
Gazzetta dello Sport menyoroti tiga kunci bagi Amorim jelang laga ini. Pertama, risiko tertinggal sepuluh poin jika Milan kalah. Amorim menegaskan target Scudetto masih terbuka, tetapi jarak yang melebar akan sangat menyulitkan. Kedua, kembalinya Mario Gila dan Adrien Rabiot menjadi angin segar. Gila diharapkan memulihkan soliditas pertahanan yang telah kebobolan enam gol dalam dua laga kandang terakhir. Rabiot, yang menjadi top skor klub bersama Alphadjo Cisse dengan empat gol, memberi ancaman dari lini kedua.
Ketiga, perubahan gaya bermain dari blok rendah ala Max Allegri ke pendekatan proaktif Amorim masih menimbulkan biaya tersendiri. Milan tercatat lebih banyak kehilangan bola dan belum mampu menekan seagresif Inter. Nerazzurri memiliki pusat gravitasi permainan lebih tinggi (54,7 meter berbanding 48,5 meter), lebih banyak merebut bola di sepertiga akhir (41 berbanding 28), dan lebih sering melepaskan tembakan dari situasi transisi (13 berbanding 7).
Di sisi lain, Inter juga memiliki motivasi besar untuk mengakhiri puasa kemenangan di derbi. Rekor tujuh laga tanpa kemenangan melawan Milan menjadi duri dalam daging bagi Chivu dan anak asuhnya. Dengan performa apik belakangan ini, mereka yakin bisa memutus tren negatif tersebut.
Duel milan vs inter kali ini bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga soal gengsi, momentum, dan masa depan ambisi kedua tim. San Siro akan menjadi saksi siapa yang lebih siap secara mental dan taktik. Bagi Milan, kemenangan adalah harga mati untuk menjaga peluang juara. Bagi Inter, tiga poin akan memperkokoh posisi di puncak sekaligus mengakhiri kutukan derbi.
Menarik untuk dinanti apakah Christian Pulisic dan kawan-kawan mampu bangkit, atau justru Inter yang semakin menjauh di singgasana klasemen. Sebab, dalam derbi, segala prediksi bisa berbalik dalam sekejap.
