Atletico Madrid Pesta Gol di Kandang Levante, Simeone Samai Rekor Legendaris La Liga
Inforiau – 31 Oktober 2026 | Kemenangan meyakinkan kembali diraih atletico Madrid dalam lanjutan kompetisi La Liga EA Sports. Bertandang ke markas Levante di Ciutat de València, pasukan Diego Simeone tampil dominan dan menutup laga dengan skor 2-0. Dua gol kemenangan tercipta melalui aksi Alejandro Grimaldo pada menit ke-36 dan Giuliano Simeone pada menit ke-62, keduanya berkat assist manis dari Alejandro Baena. Hasil ini membawa atletico sementara waktu menguduki puncak klasemen, setidaknya hingga Barcelona memainkan laga malamnya.
Pertandingan berjalan dengan tempo yang menarik. Levante sebenarnya tampil agresif dengan catatan 17 tembakan ke arah gawang, namun penyelesaian akhir yang kurang tajam membuat mereka gagal memanfaatkan peluang. Di sisi lain, atletico Madrid justru lebih efisien dengan 11 tembakan tepat sasaran yang berbuah dua gol. Penguasaan bola juga dikuasai tim tamu dengan persentase 57 persen berbanding 43 persen milik tuan rumah.
Grimaldo dan Giuliano Jadi Penentu
Gol pembuka lahir dari skema serangan balik cepat. Berawal dari umpan intuitif Baena, Grimaldo berlari sendirian menusuk pertahanan Levante sebelum melepaskan tembakan keras ke tiang dekat yang tak mampu dihalau kiper Ryan. Keunggulan itu bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, atletico semakin percaya diri. Sebuah rangkaian umpan indah yang dimulai dari kiper Jan Oblak, dipercepat oleh Pablo Barrios dan Baena, berakhir di kaki Giuliano yang dengan tenang menuntaskan peluang meski dikawal ketat bek dan kiper lawan.
Pelatih Diego Simeone merayakan gol tersebut dengan berlari ke pinggir lapangan dan senyum lebar. Kemenangan ini terasa istimewa karena menjadi kemenangan ke-344 sang pelatih di ajang La Liga. Capaian itu menyamai rekor legendaris Luis Aragonés, meski Simeone mencatatkannya dengan 192 pertandingan lebih sedikit. Tidak ada pelatih lain dalam sejarah kompetisi yang mampu meraih sebanyak itu.
Rentetan Tren Positif Los Rojiblancos
Kemenangan atas Levante menandai raihan tujuh kemenangan beruntun atletico di kompetisi domestik. Menariknya, lima di antaranya diraih saat bermain sebagai tim tamu, jumlah yang jauh lebih baik dibandingkan sepanjang musim lalu yang hanya mencatat enam kemenangan tandang. Konsistensi ini menunjukkan bahwa racikan Simeone mulai menemukan bentuk terbaiknya dan para pemain semakin padu.
- Kemenangan beruntun: 7 laga di La Liga
- Kemenangan tandang musim ini: 5 laga
- Kemenangan Simeone di La Liga: 344 laga
- Penguasaan bola vs Levante: 57 persen
Di lini serang, kehadiran pemain seperti Julian Alvarez, Kang-In Lee, dan Alexander Sorloth memberi Simeone banyak opsi. Sementara di lini belakang, duet Hancko dan Pubill tampil solid mengawal pertahanan bersama Oblak yang beberapa kali melakukan penyelamatan penting, termasuk menepis sundulan Ivan Romero di menit akhir.
Ambisi Bursa Transfer dan Proyek Jangka Panjang
Di luar lapangan, manajemen atletico di bawah arahan Mateu Alemany disebut tengah menyusun langkah strategis untuk memperkuat skuad. Setelah mendatangkan nama-nama berkualitas seperti Cuti Romero, Lee Kang-in, Jonathan David, Grimaldo, dan Morten Hjulmand pada bursa musim panas lalu, klub dikabarkan masih membidik dua pemain juara Piala Dunia 2022. Lisandro Martinez menjadi target utama untuk memperkokoh lini tengah pertahanan, terlebih kontraknya di Manchester United akan berakhir musim depan sehingga berpeluang didatangkan gratis. Nama Alexis Mac Allister juga masuk radar untuk menambah kreativitas di lini tengah.
Sementara itu, di ajang Messi Cup Sub-16 yang digelar di Miami, tim muda Atletico juga mencuri perhatian dengan melaju ke semifinal setelah mengalahkan Barcelona 3-1. Mereka akan menghadapi River Plate dalam laga yang menjadi ulangan final edisi 2025.
Kesimpulan
Kemenangan 2-0 atas Levante menjadi bukti bahwa atletico Madrid semakin matang di bawah asuhan Diego Simeone. Rekor yang disamai sang pelatih, rentetan kemenangan beruntun, serta perpaduan pemain senior dan muda menunjukkan proyek jangka panjang klub berjalan sesuai rencana. Jika konsistensi ini terjaga, bukan tidak mungkin atletico kembali menantang gelar juara La Liga hingga akhir musim. Di sisi lain, Levante harus segera memperbaiki efektivitas serangan agar bisa keluar dari tekanan di papan bawah.
