Manuver Bisnis Hashim Djojohadikusumo: Lepas 26,67 Persen Saham WIFI Rp4 Triliun, BRI Jalin Kemitraan Global
Inforiau – 22 Oktober 2026 | Pasar modal Indonesia kembali dihebohkan oleh aksi korporasi besar yang melibatkan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI). Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, melalui perusahaannya PT Investasi Sukses Bersama, resmi melepas 1,42 miliar lembar saham atau setara 26,67 persen dari total kepemilikan di PT Solusi Sinergi Digital Tbk. Transaksi yang dilakukan pada 19 Oktober 2026 itu digadang-gadang menjadi salah satu deal terbesar di pasar modal sepanjang tahun, dengan nilai mencapai Rp4,06 triliun.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (21/10/2026), saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk dilepas dengan harga Rp2.870 per lembar, jauh di atas harga pasar saat transaksi yang berada di level Rp1.025 per saham. Pembeli dalam transaksi ini adalah PT Sinergi Graha Kapital. Setelah transaksi, kepemilikan PT Investasi Sukses Bersama di PT Solusi Sinergi Digital Tbk menyusut dari 54,42 persen menjadi 27,756 persen atau setara 1.473.435.404 lembar saham. Sementara itu, PT Sinergi Graha Kapital kini menggenggam 26,67 persen saham WIFI.
Langkah ini tampaknya menjadi bagian dari restrukturisasi kepemilikan yang lebih luas. Hashim Djojohadikusumo sebelumnya telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Komisaris Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk pada 1 Oktober 2026. Permohonan pengunduran diri tersebut akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan yang digelar hari ini. Aksi jual saham dengan harga premium ini pun memicu spekulasi pasar mengenai arah strategis perusahaan ke depan, khususnya di sektor infrastruktur digital yang menjadi lini bisnis utama WIFI.
Di sisi lain, dinamika di pasar modal ini beriringan dengan langkah besar yang diambil oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam memperluas kemitraan internasional. BRI baru saja menggelar forum bertajuk A Taste of Harmony: From Global Partnership to Local Impact di Wisma Habibie Ainun, Jakarta, Jumat (16/10). Acara ini mempertemukan jajaran Direksi BRI, para duta besar, perwakilan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, serta berbagai asosiasi bisnis dan kamar dagang internasional seperti AmCham, EuroCham, dan BritCham.
Direktur Corporate Banking BRI, Riko Tasmaya, menegaskan komitmen perseroan untuk menjadi mitra strategis bagi investor global. “Melalui semangat Satu Bank untuk Semua, BRI berupaya menghubungkan peluang investasi global dengan potensi ekonomi nasional melalui solusi pembiayaan, layanan transaksi, dan jaringan bisnis yang terintegrasi. Kami ingin memastikan bahwa dukungan perbankan tidak hanya menjawab kebutuhan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya, tetapi juga membantu memperkuat keterhubungan antara investor, perusahaan nasional, dan UMKM dalam rantai pasok industri,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, BRI memaparkan pendekatan Foreign Direct Investment (FDI) Services yang dirancang untuk mendukung kebutuhan perbankan investor sejak tahap awal penjajakan hingga pengembangan usaha. Layanan ini mencakup pendampingan identifikasi kebutuhan, pembukaan rekening operasional, hingga cash management untuk pengelolaan arus kas perusahaan secara lebih terstruktur. BRI bersama BKPM juga meluncurkan investment guidebook sebagai referensi bagi investor yang ingin menanamkan modal di Indonesia.
Menariknya, ekspansi BRI dan aksi korporasi di PT Solusi Sinergi Digital Tbk mencerminkan dua sisi mata uang yang sama: meningkatnya kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia. Masuknya modal internasional diharapkan menciptakan efek berganda melalui peningkatan investasi, produktivitas, pengembangan kapasitas industri, dan penciptaan lapangan kerja. Bagi perusahaan nasional dan UMKM, perluasan kemitraan global ini membuka peluang untuk berpartisipasi dalam rantai pasok dan membawa produk Indonesia ke pasar internasional.
Pengamat pasar modal menilai, transaksi saham WIFI yang dilakukan Hashim Djojohadikusumo dengan harga jauh di atas pasar menunjukkan adanya keyakinan terhadap nilai intrinsik perusahaan. Meski demikian, pasar tetap mencermati dampak pergantian kendali dan mundurnya Hashim dari kursi Komisaris Utama terhadap arah bisnis PT Solusi Sinergi Digital Tbk ke depan, terutama di tengah geliat transformasi digital nasional yang menjadi salah satu fokus investasi.
Dengan kombinasi antara aksi korporasi di pasar modal dan perluasan kemitraan perbankan internasional, Indonesia tampak semakin menarik di mata investor global. Ke depan, sinergi antara pelaku usaha, perbankan, dan pemerintah diharapkan dapat menciptakan ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi perusahaan-perusahaan nasional seperti PT Solusi Sinergi Digital Tbk dalam peta bisnis digital regional.
