Bayangan Kelam di Balik Sosok Babysitter: Dari Kesaksian Sidang Pembunuhan hingga Tragedi Bayi di Penitipan
Inforiau – 22 Oktober 2026 | Figur babysitter atau pengasuh anak kembali menjadi sorotan dalam sejumlah peristiwa yang menyita perhatian publik dalam sepekan terakhir. Mulai dari ruang sidang pembunuhan yang mengungkap detail menegangkan, kesaksian pengasuh keluarga, hingga tragedi kematian seorang bayi di penitipan, semuanya menghadirkan potret bahwa sosok yang dipercaya menjaga anak-anak kerap berada di pusat peristiwa hukum yang pelik.
Kesaksian Babysitter di Sidang Naresh Bhatt
Persidangan kasus pembunuhan Naresh Bhatt memasuki hari kesepuluh pada Rabu, 21 Oktober 2026, di Prince William County, Virginia. Jaksa menghadirkan sejumlah saksi untuk memperkuat dakwaan terhadap pria yang dituduh membunuh sekaligus memutilasi istrinya, Mamta Kafle Bhatt, yang dilaporkan hilang pada Juli 2024.
Pada hari kesembilan persidangan, giliran babysitter keluarga Bhatt yang memberikan kesaksian. Pengasuh tersebut menuturkan bahwa Naresh Bhatt tampak gelisah dan panik ketika datang menjemput putrinya di hari-hari setelah istrinya dinyatakan hilang. Ia menggambarkan bagaimana Bhatt menerobos masuk ke apartemennya dengan wajah penuh kecemasan, sebuah perilaku yang dinilai jaksa sebagai bagian dari pola yang mencurigakan.
Kesaksian babysitter itu melengkapi rangkaian keterangan dari keluarga, teman, mantan rekan kerja, aparat kepolisian, hingga tim investigasi tempat kejadian perkara. Dalam sidang yang sama, seorang pria yang tinggal di ruang bawah tanah rumah keluarga Bhatt juga bersaksi. Brahayan Ramirez Pena, 30 tahun, mengaku diminta Bhatt membantunya memindahkan perabot berupa tempat tidur, meja samping, dan lemari di kamar sebelum polisi tiba pada 2 Agustus 2024. Bhatt, menurutnya, tidak menjelaskan alasan permintaan tersebut.
Selain itu, juri mendengarkan keterangan dari pengelola apartemen mengenai rekaman kamera pengawas di area tempat sampah pada 2024. Rekaman tersebut menjadi bagian dari upaya penyidik menelusuri jejak barang bukti, termasuk kantong sampah yang ditinggalkan di lokasi, dalam pencarian bukti atas hilangnya Mamta Kafle Bhatt.
Tragedi Bayi di Tasek Gelugor
Di belahan dunia lain, duka menyelimuti sebuah keluarga di Tasek Gelugor, dekat sini, Malaysia. Seorang bayi laki-laki berusia 10 bulan meninggal dunia saat berada dalam asuhan babysitter di rumahnya pada Senin lalu. Hasil otopsi mengonfirmasi bahwa korban mengalami cedera kepala akibat trauma benda tumpul.
Kepala Kepolisian Seberang Perai Utara, Asisten Komisioner Anuar Abdul Rahman, menyatakan bahwa dokter yang melakukan post-mortem memastikan luka tersebut berpotensi fatal. Namun, dokter tidak dapat menentukan apakah cedera disebabkan kecelakaan atau tindakan orang lain, maupun berapa kali benturan terjadi.
Polisi telah menahan babysitter berusia 25 tahun untuk tujuh hari sejak Selasa guna membantu penyelidikan berdasarkan Seksyen 31(1)(a) Akta Kanak-Kanak 2001. Penyidik masih melengkapi berkas perkara sebelum diserahkan kepada direktur penuntutan negara bagian. Ibu korban, Sharifatul Hafizah Sahul Hamid, 34 tahun, mengungkapkan bahwa jenazah putra bungsunya, Muhammad Faris Syazwan Muhammad Zulkarnain, dimakamkan di Pemakaman Muslim Neting, Kelantan, Rabu pagi.
Profesi Pengasuh dan Risiko yang Mengintai
Di sisi lain, kisah seorang mahasiswa pascasarjana asal Jepang yang bekerja sebagai babysitter di Jerman menunjukkan sisi lain dari profesi ini. Ia menuturkan bagaimana situs lowongan kerja khusus warga Jepang menawarkan pekerjaan unik, termasuk mengasuh anak berusia tiga tahun dua hari dalam sepekan selama beberapa jam. Fleksibilitas waktu menjadi daya tarik utama bagi mahasiswa yang tengah menempuh studi.
Namun, rangkaian peristiwa di atas menegaskan bahwa kepercayaan orang tua kepada pengasuh anak membawa tanggung jawab besar. Kasus hukum yang melibatkan babysitter sebagai saksi kunci maupun tersangka menunjukkan betapa krusialnya pengawasan, verifikasi latar belakang, dan komunikasi intensif antara orang tua dan pengasuh.
Dari ruang sidang di Virginia hingga rumah duka di Kelantan, sosok pengasuh anak senantiasa berada di persimpangan antara kepercayaan dan risiko. Publik pun diingatkan bahwa perlindungan anak menuntut kewaspadaan bersama, bukan sekadar penyerahan tanggung jawab kepada satu pihak. Regulasi penitipan anak yang ketat, pelatihan bagi pengasuh, serta transparansi dalam pengawasan menjadi kunci agar profesi mulia ini tidak lagi dikaitkan dengan tragedi.
