Ajax Taklukkan AZ 1-0: Blokir Kutukan 11 Laga, tapi Kehilangan Sang Maestro di Tengah Pesta
Inforiau – 01 November 2026 | Pertandingan ajax vs az alkmaar di Johan Cruijff ArenA berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 bagi tuan rumah, Sabtu malam. Gol tunggal Tolu Arokodare pada menit kesembilan menjadi pembeda dalam laga yang berjalan ketat dan penuh taktik. Kemenangan ini terasa istimewa karena Ajax akhirnya memutus rangkaian 11 pertandingan tanpa kemenangan melawan AZ, rekor terpanjang dalam sejarah klub melawan satu lawan di Eredivisie. Dalam ajang ajax vs az alkmaar kali ini, Ajax juga sukses menipiskan jarak dengan pemuncak klasemen Feyenoord menjadi hanya satu poin.
Jalannya pertandingan sempat berlangsung alot di awal. Kedua tim bermain dengan tempo tinggi, namun peluang bersih sulit tercipta. Namun, sebuah momen individu dari Julian Brandt mengubah segalanya. Gelandang asal Jerman itu membaca celah di lini pertahanan AZ, melewati Weslley Patati, lalu melepaskan umpan terobosan ke kotak penalti. Jorthy Mokio menyambut bola dan meneruskannya kepada Abdellah Ouazane, yang kemudian mengirim umpan silang akurat ke kepala Arokodare. Sundulan keras penyerang asal Nigeria itu tidak mampu dijangkau kiper Jari De Busser.
Brandt, yang didatangkan dari Borussia Dortmund pada musim panas lalu, memang menjadi sosok sentral permainan Ajax. Menurut data Opta, dalam sepuluh pertandingan pertamanya di Eredivisie, ia menciptakan 32 peluang, terbanyak di liga. Ia juga tercatat sebagai pencetak gol terbanyak klub dengan enam gol. Umpan-umpannya yang cerdik sering membuka ruang bagi rekan setim, terutama di fase akhir serangan ketika ruang semakin sempit. Namun, di laga ajax vs az alkmaar ini, keberadaan Brandt harus berakhir lebih cepat. Sepuluh menit sebelum jeda, ia menarik langkah dan tampak meringis kesakitan. Ia diduga mengalami cedera hamstring dan harus digantikan oleh Oscar Gloukh.
Kepergian Brandt membuat Ajax kehilangan kreativitas. AZ yang sebelumnya tertinggal mulai mengambil inisiatif dan mendominasi penguasaan bola. Pelatih AZ, Lee-Roy Echteld, melakukan beberapa perubahan untuk menambah daya gedor, termasuk memasukkan Calvin Stengs dan Bendeguz Kovács. Peluang emas didapat Mexx Meerdink dan Weslley Patati, namun penyelesaian akhir mereka masih kurang tenang. Kiper Ajax, Marc-André ter Stegen, beberapa kali melakukan penyelamatan penting, termasuk menggagalkan peluang Meerdink di masa injury time.
Kekecewaan terpancar dari kubu AZ. Kapten Peer Koopmeiners mengaku timnya pantas menang. “Kami datang dengan kepercayaan diri tinggi. Sayang sekali kami kebobolan begitu cepat. Setelah itu kami menunjukkan permainan dominan dan menciptakan peluang. Kami pantas mendapatkan hasil lebih,” ujarnya kepada ESPN. Koopmeiners menyoroti masalah utama AZ: kurangnya pemain yang masuk ke kotak penalti untuk menyelesaikan peluang. “Kami harus menempatkan orang di kotak penalti untuk mencetak gol. Itu masalahnya,” tambahnya. AZ kini menelan tiga kekalahan dalam empat laga terakhir dan turun ke peringkat kelima dengan 20 poin.
Sementara itu, pelatih Ajax Míchel Sánchez mengapresiasi perjuangan timnya. “Kami tahu ini akan sulit. AZ tim yang kuat. Tapi kami bertahan dengan disiplin dan mendapatkan tiga poin penting,” katanya. Kemenangan ini membawa Ajax ke posisi kedua dengan 24 poin dari 11 laga, hanya terpaut satu angka dari Feyenoord yang bermain imbang 1-1 melawan Fortuna Sittard. Namun, kekhawatiran menyelimuti lini depan Ajax. Ketergantungan pada Brandt terlihat jelas. Tanpa dirinya, serangan Ajax kehilangan arah. Dalam laga ajax vs az alkmaar ini, setelah gol pembuka, Ajax nyaris tidak menciptakan peluang berbahaya.
Dengan cedera Brandt, Ajax menghadapi tantangan berat dalam laga-laga mendatang. Sang pemain akan menjalani pemeriksaan medis untuk mengetahui seberapa parah cederanya. Jika harus absen lama, Ajax perlu mencari solusi agar mesin gol tetap berjalan. Pertarungan ajax vs az alkmaar memang berakhir dengan tiga poin, tetapi meninggalkan tanda tanya besar. Kemenangan ini membuktikan Ajax mampu bersaing di papan atas, asalkan mampu mengatasi ketergantungan pada satu pemain. AZ, di sisi lain, harus segera memperbaiki penyelesaian akhir jika ingin kembali ke jalur kemenangan. Laga ajax vs az alkmaar menjadi pelajaran berharga bagi kedua tim: Ajax soal ketahanan skuad, dan AZ soal efisiensi di depan gawang.
