Zaniolo Menolak Merayakan, Roma Tetap Golek Udinese 5-2 di Bluenergy Stadium
Inforiau – 01 November 2026 | Gol nicolò zaniolo di awal babak kedua sempat menyulut harapan Udinese untuk bangkit, tetapi itu tidak cukup menghentikan laju AS Roma yang tampil menggila dan menutup laga dengan kemenangan 5-2 pada pekan Serie A di Bluenergy Stadium, Udine. Mantan pemain Roma itu mencetak gol pertama tuan rumah pada menit ke-50, namun memilih tidak merayakannya sebagai bentuk penghormatan kepada klub yang membesarkan namanya.
Keputusan nicolò zaniolo menahan euforia menjadi salah satu momen paling disorot dalam pertandingan bertajuk Halloween tersebut. Ia hanya mengangkat tangan dan menundukkan kepala setelah menaklukkan kiper Pierluigi Gollini lewat bola muntah dari tembakan jarak jauh Miller. Sikap itu kontras dengan aksinya beberapa tahun lalu ketika masih berseragam Atalanta dan mencetak gol ke gawang Roma di Olimpico dengan selebrasi berlebihan.
Namun sebelum gol nicolò zaniolo lahir, panggung sepenuhnya milik Roma. Tim asuhan Gian Piero Gasperini sudah mengunci kemenangan di paruh pertama dengan empat gol tanpa balas. Bryan Cristante membuka keunggulan pada menit ke-10 lewat sundulan menyambut umpan silang Wesley França, sebelum Rodrigo Mora menggandakan skor pada menit ke-31 memanfaatkan umpan matang Cristante ke tiang jauh.
Dua menit berselang, Donyell Malen menebus peluang emasnya yang membentur tiang dengan gol ketiga usai melewati Kabasele dan melepaskan tembakan kaki kiri ke sudut gawang Maduka Okoye. Evan Ndicka melengkapi pesta gol babak pertama pada menit ke-37 melalui sundulan memanfaatkan sepak pojok akurat Matías Soulé. Sepanjang 45 menit pertama, Roma tampil dominan dan sempat dua kali membentur mistar serta tiang gawang.
Memasuki babak kedua, intensitas Roma menurun drastis. Udinese memanfaatkan kelengahan itu. Selain gol nicolò zaniolo, tuan rumah memperkecil kedudukan lewat tendangan voli Matteo Palma pada menit ke-78. Bahkan Unai Gomez nyaris membuat skor menjadi 4-3 pada menit ke-83, tetapi tembakannya melebar tipis dari gawang Gollini.
Kekecewaan Gasperini terlihat jelas di pinggir lapangan. Ia berkali-kali melontarkan instruksi keras dan melakukan rotasi dengan memasukkan Castro, Pisilli, Rensch, serta Mancini untuk mengembalikan keseimbangan tim. Pergantian itu berbuah manis ketika Daniele Ghilardi mencetak gol kelima Roma pada menit kedua masa injury time lewat tendangan voli keras yang tak mampu diantisipasi Okoye.
Kemenangan ini mengangkat Roma ke posisi ketiga klasemen dengan koleksi 24 poin, hanya terpaut satu angka dari Inter dan Lazio yang menempati dua posisi teratas. Bagi Malen, laga ini menjadi panggung pembuktian setelah catatan apiknya bersama tim nasional Belanda. Tiga pemain Belanda tampil sebagai starter di laga ini, yakni Ekkelenkamp untuk Udinese serta Malen dan Marten de Roon untuk Roma.
Di sisi lain, kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Udinese di hadapan pendukung sendiri. Kapten Jesper Karlström mengakui timnya terlalu mudah kebobolan. Meski demikian, gol nicolò zaniolo tetap menjadi sinyal bahwa mantan bintang muda Italia itu masih memiliki insting mencetak gol yang tajam, meski ia memilih merayakannya dengan cara yang lebih tenang.
Roma kini mengalihkan fokus ke laga tandang Liga Europa melawan Manchester United di Old Trafford. Modal tiga poin dari Udine menjadi bekal berharga bagi pasukan Gasperini untuk menjaga momentum di kompetisi domestik maupun Eropa. Sementara itu, nicolò zaniolo dan Udinese dituntut segera bangkit agar tidak terpuruk lebih dalam di papan klasemen.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menjadi gambaran jelas tentang dua wajah Udinese: rapuh di babak pertama, namun gigih di babak kedua. Roma membuktikan kelasnya sebagai penantang serius gelar, sementara nicolò zaniolo tetap menjadi nama yang tak bisa dilepaskan dari narasi besar laga ini, baik karena golnya maupun karena rasa hormat yang ia tunjukkan kepada mantan klubnya.
