Inforiau – 02 November 2026 | Laga groningen vs sparta rotterdam di Euroborg pada Minggu malam berakhir dengan drama yang menyakitkan bagi tuan rumah. FC Groningen harus menelan kekalahan 2-3 dari Sparta Rotterdam setelah sebuah kesalahpahaman fatal antara kiper Etienne Vaessen dan bek Hans Hateboer di menit ke-85. Hasil ini membuat Sparta naik ke peringkat ke-11 klasemen Eredivisie, sementara Groningen tertahan di posisi kedelapan.
Pertandingan groningen vs sparta rotterdam sebenarnya dibuka dengan cara yang luar biasa. Baru 17 detik berjalan, Jacob Ondrejka sudah membobol gawang Sparta dengan tendangan keras ke sudut atas jauh. Gol tersebut tercatat sebagai gol tercepat di Eredivisie sejak 31 Agustus 2022, ketika Denilho Cleonise mencetak gol dalam 15 detik untuk FC Twente melawan Excelsior. Euroborg pun bergemuruh, dan para pendukung optimistis bahwa kekalahan 0-2 dari FC Emmen di Piala KNVB beberapa hari sebelumnya akan segera terlupakan.
Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Pada menit ke-15, Cedric Hatenboer menyamakan kedudukan dengan sebuah lob terukur yang melewati Vaessen yang keluar dari sarangnya. Sepuluh menit kemudian, Groningen kembali kecolongan. Sebuah kesalahan komunikasi antara Thijmen Blokzijl dan Marco Rente membuat bola jatuh ke kaki Milan Zonneveld, yang dengan tenang menaklukkan Vaessen: 1-2 untuk Sparta.
Groningen merespons cepat. Pada menit ke-29, umpan terobosan indah dari Hateboer menemui Thom van Bergen, yang dengan penyelesaian dingin di tepi kotak penalti mengembalikan skor menjadi 2-2. Babak pertama ditutup dengan permainan terbuka dan peluang dari kedua tim, termasuk sepuluh tembakan Groningen yang lima di antaranya mengarah ke gawang.
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan menurun. Sparta tampil lebih bertahan dan mengandalkan serangan balik, sementara kiper Michael Brouwer beberapa kali menyelamatkan gawangnya dari ancaman Willumsson dan Van Bergen. Pelatih Dick Lukkien melakukan sejumlah pergantian, memasukkan Tygo Land, Prins, Dillema, dan Eggens untuk menyegarkan timnya. Di sisi lain, kembalinya penyerang Jepang Mito memberi tambahan daya gedor bagi Sparta.
Ketika pertandingan groningen vs sparta rotterdam tampak akan berakhir imbang, bencana datang. Hateboer, yang ditekan oleh Andrej Kostic, berusaha menghalau bola yang mengarah ke kotak penalti. Namun Vaessen juga memiliki niat yang sama. Keduanya nyaris bertabrakan, dan bola justru diarahkan Hateboer ke kaki Kostic. Penyerang pengganti itu tanpa kesulitan menyontek bola ke gawang kosong, memastikan kemenangan 2-3 bagi Sparta.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Groningen yang baru saja tersingkir dari Piala KNVB. Kini mereka punya waktu sepekan untuk berbenah sebelum menghadapi ujian berat melawan AZ di Alkmaar, Minggu depan pukul 16.45. Sementara itu, kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Sparta untuk memperbaiki posisi mereka di papan tengah.
Secara keseluruhan, duel groningen vs sparta rotterdam menyajikan hiburan sepak bola yang lengkap: gol cepat, kesalahan defensif, penyelamatan gemilang, dan tentu saja drama di menit akhir. Bagi Groningen, insiden Hateboer-Vaessen menjadi pengingat pahit bahwa komunikasi di lini belakang adalah hal yang tak bisa ditawar. Sparta, di sisi lain, membuktikan bahwa ketenangan dan kemampuan memanfaatkan kesalahan lawan bisa menjadi pembeda antara satu poin dan tiga poin. Pertandingan groningen vs sparta rotterdam akan dikenang sebagai contoh klasik bagaimana sepak bola bisa berubah dalam hitungan detik.
