Thibaut Courtois Kembali Kawal Gawang Real Madrid, Banjir Pujian hingga Cerita Lucu soal WhatsApp Timnas Belgia
Inforiau – 02 November 2026 | Penjaga gawang Real Madrid, Thibaut Courtois, kembali menjadi sorotan dalam sepekan terakhir. Setelah absen pada laga krusial melawan Barcelona karena serangan flu mendadak, kiper asal Belgia itu akhirnya kembali mengawal gawang Los Blancos saat menaklukkan Racing Santander 3-0 di pekan ke-11 La Liga. Kembalinya thibaut courtois langsung disambut positif, terlebih ia tampil tanpa cela dalam pertandingan yang berlangsung di markas Racing tersebut.
Sebelumnya, absennya Thibaut Courtois di Camp Nou sempat membuat publik Madrid gusar. Namun, kiper cadangan Andriy Lunin tampil heroik dalam laga El Clásico yang berakhir dengan kemenangan 2-1 bagi Madrid. Lunin bahkan mencatatkan penyelamatan krusial saat kedudukan imbang 1-1, sebuah momen yang diakui Courtois sebagai penentu kemenangan timnya.
“Andriy Lunin memenangkan El Clásico untuk kami!” ujar Thibaut Courtois kepada media usai laga melawan Racing Santander, seperti dikutip dari laporan jurnalis yang hadir di lokasi. Pujian itu menunjukkan sportivitas tinggi dari kiper yang identik dengan nomor punggung 1 tersebut.
Comeback Courtois dan Rotasi Mourinho
Dalam laga melawan Racing Santander, pelatih José Mourinho memilih langsung menurunkan Thibaut Courtois sejak menit pertama. Keputusan itu membuat Lunin harus kembali duduk di bangku cadangan, meski baru saja menjadi pahlawan di El Clásico. Mourinho sendiri tengah menghadapi jadwal padat dengan tiga pertandingan dalam tujuh hari, sehingga rotasi menjadi keniscayaan.
Madrid tampil dominan sejak menit awal. Kylian Mbappé membuka keunggulan lewat penalti pada menit ke-11 setelah dilanggar Matteo Prati. Jude Bellingham menggandakan skor pada menit ke-21, sebelum Yan Diomande menutup pesta gol pada menit ke-36. Kemenangan ini membawa Madrid mengoleksi 27 poin, terpaut tiga angka dari Barcelona di puncak klasemen, sementara Racing tertahan di peringkat ke-16 dengan 11 poin.
Di lini belakang, Mourinho menurunkan Trent Alexander-Arnold di posisi bek kanan menggantikan Fede Valverde yang tidak tersedia, berduet dengan Ibrahima Konaté dan Dean Huijsen di tengah serta Marc Cucurella di sisi kiri. Bernardo Silva mengisi lini tengah bersama Aurélien Tchouaméni, sementara Bellingham berperan sebagai gelandang serang. Vinícius Júnior masih menjalani sanksi domestik dan baru akan kembali pada laga Liga Champions di Athena tengah pekan nanti.
Cerita Lucu: Dikeluarkan dari Grup WhatsApp Timnas Belgia
Di luar urusan klub, Thibaut Courtois juga menarik perhatian dengan pengakuannya soal Timnas Belgia. Kiper berusia 34 tahun itu memutuskan mengambil jeda dari tim nasional setelah Piala Dunia, dan telah bersepakat dengan pelatih baru Belgia, Mark van Bommel, untuk melewatkan laga-laga Liga Negara.
Di tengah masa jeda tersebut, terjadi insiden kecil yang menggelitik. Thibaut Courtois mengaku dikeluarkan dari grup WhatsApp para pemain Timnas Belgia. “Mereka mengeluarkan saya dari grup WhatsApp para pemain. Grup itu terutama digunakan untuk membagikan informasi, misalnya soal sesi latihan. Kadang ada pesan masuk, tapi tidak banyak,” ujarnya kepada DAZN Belgia.
Meski demikian, Courtois tidak mempermasalahkan hal tersebut. Ia tetap menjaga komunikasi dengan sejumlah rekan setimnya dan menilai positif awal kepemimpinan Van Bommel. Menurutnya, setelah sesi latihan pertama di bawah pelatih baru, semua pihak merasa puas dan tim bergerak ke arah yang benar.
Courtois menegaskan tidak akan menuntut posisi di bawah mistar gawang jika kelak kembali ke timnas. “Saya tidak pernah datang ke tim nasional dengan anggapan akan otomatis bermain. Saya tahu kualitas saya dan tahu saya bisa penting bagi tim. Tidak ada yang perlu menjamin tempat di starting XI,” tegasnya. Ia telah mencatatkan 115 penampilan bersama Timnas Belgia dan berencana kembali pada kualifikasi Euro 2028 mendatang.
Dampak bagi Madrid dan Belgia
Kembalinya Thibaut Courtois ke starting XI menjadi kabar baik bagi Madrid yang tengah mengejar konsistensi di La Liga maupun Liga Champions. Sosoknya tetap menjadi tembok terakhir yang diandalkan Mourinho, sementara Lunin membuktikan diri sebagai pelapis berkualitas yang siap kapan pun dibutuhkan.
Di sisi lain, keputusan Courtois memperpanjang jeda dari timnas menimbulkan konsekuensi tersendiri bagi Belgia. Meski begitu, sang kiper menegaskan komitmennya untuk masa depan, dengan catatan ia tidak menuntut keistimewaan apa pun.
Dengan performa solid di klub dan hubungan yang tetap hangat dengan rekan-rekan di timnas, Thibaut Courtois sekali lagi menunjukkan bahwa ia bukan hanya kiper kelas dunia, tetapi juga sosok profesional yang menghargai persaingan sehat. Kini, publik Madrid menantikan aksinya berikutnya di Liga Champions, sementara publik Belgia berharap sang kiper kembali memperkuat negaranya pada 2027 mendatang.
