Inforiau – 02 November 2026 | Pertarungan sengit di Serie A 2026-27 kembali menyita perhatian ketika torino vs Juventus menjadi sorotan utama pada Matchweek 10. Di bawah langit Turin yang bersalju dan dihiasi puncak Pegunungan Alpen Barat, Allianz Stadium bersiap menjadi panggung Derby della Mole yang penuh gengsi. Laga ini bukan sekadar duel gengsi kota, melainkan pertarungan krusial bagi kedua tim yang sama-sama mengoleksi 14 poin dan berambisi merangsek ke papan atas klasemen.
Juventus datang dengan modal kurang meyakinkan. Pasukan Luciano Spalletti baru saja menelan kekalahan 2-0 dari Genoa dan hanya meraih dua kemenangan dari lima pertandingan terakhir. Catatan clean sheet pun menjadi masalah tersendiri bagi Bianconeri. Menariknya, Spalletti akan berhadapan dengan mantan klubnya, Napoli, menambah dimensi emosional pada laga torino vs Napoli kali ini.
Napoli Datang dengan Tren Positif
Di kubu tamu, Napoli justru tampil lebih stabil. Tim asuhan Marco Landucci itu tidak terkalahkan dalam tiga laga terakhir. Mereka mencatat kemenangan dramatis 4-3 atas Bodo Glimt di Liga Champions berkat brace Scott McTominay, lalu bermain imbang 3-3 melawan AS Roma, dan terakhir menghancurkan Monza dengan skor 4-1. Hojlund, Politano, Marin, dan De Bruyne tercatat sebagai pencetak gol dalam laga tersebut.
Napoli telah mencetak 11 gol dalam tiga pertandingan terakhir, menjadikan lini serang mereka ancaman serius bagi pertahanan Juventus. Namun, Napoli harus tampil tanpa Massimiliano Allegri di pinggir lapangan karena masih menjalani hukuman larangan mendampingi tim untuk laga kedua dari dua pertandingan.
| Tim | Posisi | Poin | Tren 3 Laga |
|---|---|---|---|
| Juventus | 9 | 14 | Kalah 0-2 vs Genoa |
| Napoli | Setara | 14 | Tak terkalahkan |
Kiper Pinjaman Jadi Kunci
Sorotan juga tertuju pada kiper pinjaman dari Tottenham Hotspur, Guglielmo Vicario. Sepanjang musim ini ia telah mencatat tiga clean sheet, tetapi juga kebobolan 10 gol dalam sembilan laga. Pengalaman Vicario di Italia bersama Empoli, Cagliari, dan Venezia menjadi modal berharga. Kemampuan eksplosifnya dalam melakukan penyelamatan lateral kelas dunia akan diuji oleh trio penyerang Napoli seperti Hojlund, Lang, dan Politano.
Bagi Juventus, laga torino vs Napoli ini menjadi momen pembuktian bahwa mereka masih layak diperhitungkan dalam perebutan tiket Eropa. Sejarah berpihak kepada Bianconeri yang menang 11 kali dari 16 pertemuan kandang melawan tim dari Naples. Namun, rekor itu tak menjamin apa pun ketika Napoli sedang dalam performa apik.
Peta Persaingan Serie A yang Makin Ketat
Sementara itu, persaingan di papan atas Serie A semakin menghangat. Como 1907, yang dilatih Cesc Fàbregas, sukses menempel ketat zona Liga Champions setelah mengalahkan Torino 3-1 lewat gol Ramon, Nico Paz, dan Martin Baturina. Kemenangan itu membawa Como ke posisi kelima dengan 20 poin, hanya selisih tipis dari empat besar.
Di sisi lain, Torino sendiri tengah terpuruk. Mereka baru saja takluk 2-0 dari Frosinone di Stadio Benito Stirpe melalui gol Fares Ghedjemis dan Giacomo Calo. Kekalahan itu menambah tekanan bagi pelatih Ignazio Abate yang harus segera membenahi performa tim sebelum menjamu Lecce pada pekan berikutnya.
Venezia juga masih berkubang di dasar klasemen dengan tiga poin. Meski sempat mengalahkan Napoli pada laga debut Davide Nicola, mereka kemudian kalah dari Genoa dan Inter. Kondisi ini membuat laga torino vs Napoli di Turin kian menarik untuk disimak sebagai cermin ketatnya persaingan Serie A musim ini.
Dengan kedua tim yang sama-sama mengoleksi 14 poin, duel torino vs Napoli diprediksi berlangsung terbuka dan menegangkan. Juventus wajib memanfaatkan status tuan rumah untuk memutus tren negatif, sementara Napoli berambisi melanjutkan momentum kebangkitan mereka. Menjelang kick-off, tensi di Allianz Stadium terasa begitu kental, seolah setiap bola akan menjadi penentu arah musim kedua klub.
Laga ini bukan hanya tentang tiga poin, tetapi juga tentang martabat, ambisi, dan pembuktian siapa yang lebih siap menantang papan atas Serie A. Jika Juventus gagal memanfaatkan dukungan publik sendiri, Napoli berpotensi mempermalukan tuan rumah dan memperlebar jarak di klasemen. Sebaliknya, kemenangan akan mengangkat moral Bianconeri dan mengirim pesan tegas kepada para pesaing bahwa Derby della Mole tetap milik Turin.
