Carlos Alcaraz Tak Terbendung di Wina, Rebut Gelar Vienna Open dan Cetak Sejarah Baru
Inforiau – 02 November 2026 | Petenis Spanyol Carlos Alcaraz kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pemain terbaik dunia. Dalam laga final Vienna Open 2026 yang digelar di Wina, Austria, Minggu (1/11/2026), Carlos Alcaraz menaklukkan wakil Australia, Alex de Minaur, dengan skor meyakinkan 6-1, 6-4 dalam pertandingan yang berlangsung kurang dari dua jam. Kemenangan ini menjadi gelar perdana Carlos Alcaraz di turnamen ATP 500 tersebut sekaligus menegaskan dominasinya atas de Minaur.
Sejak awal pertandingan, Carlos Alcaraz tampil agresif dan langsung mengambil kendali. Ia memanfaatkan kegugupan de Minaur serta sejumlah kesalahan tak beralasan dari petenis Australia itu untuk meraih break pertama dan unggul 3-0 di set pembuka. Meski de Minaur sempat memperoleh peluang mematahkan servis, ia gagal memanfaatkannya. Alcaraz menuntaskan set pertama dalam waktu kurang dari 36 menit setelah hanya membiarkan lawannya memenangi satu gim.
Pada set kedua, de Minaur berusaha menaikkan level permainan dan mampu mempertahankan gim servisnya. Namun, ia tetap tidak mampu benar-benar mengancam keunggulan lawannya. Carlos Alcaraz akhirnya mematahkan servis de Minaur pada kedudukan 5-4 sebelum menutup pertandingan dengan kemenangan 6-4.
Usai laga, petenis berusia 23 tahun itu mengungkapkan strateginya. “Saya mencoba bermain agresif dan menunjukkan kepadanya bahwa jika ingin menang, dia harus bermain lebih baik, lebih agresif, lebih solid, dan lebih cerdas dari saya,” ujarnya. “Saya sangat senang pada akhirnya menemukan cara saya, bermain hebat. Jelas, ini pekan yang sangat emosional dan luar biasa bagi saya.”
Gelar di Wina menjadi trofi keempat Carlos Alcaraz sepanjang musim ini. Sebelumnya, ia telah menjuarai Australian Open, Doha Open, dan Tokyo Open. Pencapaian ini terasa istimewa mengingat ia sempat mengalami cedera di Barcelona Open yang membuatnya absen selama empat bulan, termasuk melewatkan French Open dan Wimbledon. Ia baru kembali di US Open dan langsung menembus perempat final.
Kemenangan atas de Minaur juga memperpanjang rekor sempurna Carlos Alcaraz. Dari tujuh pertemuan, petenis Australia itu belum pernah sekalipun mengalahkannya. De Minaur pun tercatat selalu kalah setiap kali berhadapan dengan Alcaraz maupun Jannik Sinner, dengan total 13 kekalahan dari Sinner dan tujuh dari Alcaraz.
Dari sisi sejarah, gelar ini menjadikan Carlos Alcaraz sebagai petenis Spanyol pertama yang menjuarai turnamen Austria tersebut sejak David Ferrer pada 2015. Ia juga mencatat kemenangan ke-26 secara beruntun di turnamen kategori 500 poin serta mengoleksi gelar ke-28 sepanjang karier profesionalnya. Dengan demikian, ia naik ke peringkat ketiga dalam daftar pemain Spanyol dengan gelar terbanyak, di belakang Manuel Orantes (34 gelar) dan Rafael Nadal (92 gelar).
Jalannya menuju final juga tidak mudah. De Minaur melaju ke partai puncak setelah mengalahkan Alexander Zverev di semifinal, sementara Alcaraz menyingkirkan Daniil Medvedev di laga empat besar lainnya.
Di luar lapangan, Carlos Alcaraz turut menanggapi kabar bergabungnya mantan pelatihnya, Juan Carlos Ferrero, ke tim Ben Shelton untuk musim 2027. Ferrero menghabiskan enam tahun melatih Alcaraz dan membantunya menjadi petenis nomor satu dunia serta meraih enam gelar Grand Slam. “Jika itu benar, saya pikir itu akan menjadi tambahan yang hebat untuk tim Ben Shelton,” kata Alcaraz. “Saya pikir Juan akan melakukan hal hebat. Itu akan sangat membantunya dan meningkatkan levelnya. Saya akan terus mengawasinya.”
Ferrero akan bergabung dengan struktur kepelatihan yang sudah ada, tanpa menggantikan Bryan Shelton, ayah sekaligus pelatih Ben. Kombinasi pengetahuan Bryan tentang permainan anaknya dan pengalaman Ferrero membawa petenis muda ke puncak dunia diyakini akan memberi dampak besar bagi Shelton.
Keputusan ini juga menambah dimensi baru dalam rivalitas Shelton dan Alcaraz. Dari empat pertemuan, Carlos Alcaraz unggul 3-1, tetapi Shelton memenangi pertemuan terakhir mereka di perempat final US Open 2026. Laga berdurasi empat jam 28 menit itu berakhir pukul 03.33 dini hari waktu New York, memecahkan rekor laga terlarut dalam sejarah turnamen. Kemenangan tersebut mengakhiri rentetan 18 kemenangan beruntun Alcaraz di Grand Slam dan membawa Shelton ke final mayor pertamanya, meski akhirnya kalah dari Zverev.
Selepas Wina, Carlos Alcaraz akan mengalihkan fokus ke Paris Masters. Dengan absennya juara bertahan Jannik Sinner karena cedera, Alcaraz masuk sebagai favorit utama untuk meraih gelar Masters pertamanya tahun ini. Jika mampu mempertahankan performa gemilangnya, bukan tidak mungkin ia menutup musim dengan koleksi trofi yang semakin lengkap.
Perjalanan Carlos Alcaraz musim ini menjadi bukti ketangguhan mental dan kualitas permainannya. Dari cedera panjang hingga kembali ke puncak, ia terus menunjukkan bahwa dirinya adalah salah satu pesaing paling berbahaya di dunia tenis. Gelar di Wina bukan sekadar tambahan trofi, melainkan penegasan bahwa Carlos Alcaraz tetap menjadi kekuatan utama yang sulit dibendung di lapangan.
