Nonton GP Sepang Jadi Saksi Bisu: Veda Ega Finis ke-2 Moto3 Malaysia di Depan Keluarga
Inforiau – 02 November 2026 | Akhir pekan lalu menjadi momen yang tak terlupakan bagi pecinta balap Tanah Air. Bagaimana tidak, ajang nonton GP di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada Minggu (1/11/2026), menjadi saksi bisu keberhasilan pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, finis sebagai runner-up di kelas Moto3. Bagi Veda, hasil ini terasa semakin istimewa karena ia bisa meraih podium di hadapan keluarganya yang datang langsung menonton GP ke Malaysia.
Veda Ega benar-benar tampil luar biasa dalam balapan Moto3 Malaysia. Start dari posisi kedelapan, pembalap Honda Team Asia itu perlahan merangsek ke posisi depan. Hanya butuh sepertiga balapan untuk membuatnya bisa bersaing di rombongan depan. Pada akhirnya, ia berhasil menyentuh garis finis di posisi kedua, menjadi pencapaian terbaiknya sepanjang musim ini.
“Saya sangat bahagia meraih podium di Sepang, khususnya karena semua anggota keluarga saya, ayah, ibu, adik dan sepupu, hadir di sini,” ucap Veda dengan penuh haru. Momen nonton GP bersama keluarga di tribun Sirkuit Sepang itu pun menjadi bukti dukungan moral yang sangat berarti bagi pembalap yang masih berstatus rookie tersebut.
Podium di Moto3 Malaysia ini menjadi yang kedua bagi Veda di Moto3 2026. Sebelumnya, ia finis di posisi ketiga GP Brasil pada Maret lalu. Prestasi Veda pun nyaris lengkap karena sudah mendapatkan pole position, podium ketiga, dan podium kedua. Yang kurang tinggal merengkuh juara seri. Namun, Veda mengaku saat ini hanya ingin menikmati podiumnya di Malaysia.
“Saya akan menikmati hari ini. Namun, setelah itu harus fokus lagi karena pekan depan masih ada balapan,” katanya. Dengan tambahan 20 poin, Veda kini mengantongi 131 poin dan menempati peringkat ketujuh klasemen sementara, melangkahi Valentin Perrone.
Sementara itu, di kelas utama MotoGP Malaysia 2026, Marc Marquez tampil dominan dan keluar sebagai juara. Pembalap Ducati Lenovo Team itu mengungguli Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) yang finis kedua, dan Alex Marquez yang melengkapi podium di posisi ketiga. Marc mencatatkan waktu 40 menit 14,230 detik, unggul 4,172 detik atas Acosta dan 5,955 detik dari sang adik. Kemenangan ini semakin memperkokoh posisinya di puncak klasemen sementara MotoGP 2026. Bagi para penggemar yang tidak sempat nonton GP secara langsung, hasil ini tentu menjadi tontonan yang sayang untuk dilewatkan.
Tak hanya MotoGP dan Moto3, dunia balap juga diwarnai ajang Formula 1 GP Mexico 2026 yang digelar pada 1-2 November. Balapan ini menjadi kesempatan bersejarah bagi Kimi Antonelli yang berpotensi meraih gelar juara dunia pertamanya. Pembalap Mercedes tersebut saat ini memimpin klasemen dengan 365 poin, unggul 123 poin dari George Russell dan 124 poin dari Lewis Hamilton. Dengan lima seri tersisa, peluangnya untuk mengunci gelar semakin terbuka. Sesi kualifikasi berlangsung Minggu (1/11) pukul 03.55 WIB, dan race utama pada Senin (2/11) pukul 02.55 WIB. Bagi yang ingin nonton GP Mexico, siaran eksklusif tersedia melalui platform Vidio.
Di sisi lain, euforia nonton GP juga dirasakan di dunia perfilman Tanah Air. Film berjudul “Ageman” karya sineas Lampung sukses menggelar Nonton Bareng (Nobar) dan diskusi publik di Auditorium Yayasan Pangudi Luhur, Jakarta Barat, Minggu (1/11/2026). Acara yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat itu mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat. Aspem Pemkot Jakarta Barat, Holi Susanto, memuji keberanian film tersebut dalam mengangkat isu intoleransi dan bullying yang kerap menjadi pemicu radikalisme. Ia pun mengusulkan agar film Ageman dijadikan agenda nobar resmi bagi ASN, kepala sekolah, guru, hingga pelajar se-DKI Jakarta.
Produser Film Ageman, Ken Setiawan, menjelaskan bahwa secara filosofis Ageman bermakna pakaian, label, atau pedoman hidup. “Agama dan nilai kebangsaan semestinya menjadi pedoman kehidupan yang membawa kedamaian. Keduanya tidak boleh dijadikan kedok untuk memecah belah masyarakat,” tegasnya. Sesi penayangan diakhiri dengan diskusi interaktif bersama Brigjen Pol. Ahmad Nurwahid yang menegaskan bahwa film ini diangkat dari kisah nyata dan menjadi benteng edukasi bagi generasi muda.
Dari lintasan balap hingga layar lebar, semangat nonton GP dan nobar telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Ajang balap internasional seperti MotoGP dan Formula 1 tidak hanya menyuguhkan adrenalin, tetapi juga menjadi momen kebersamaan. Sementara itu, film edukatif seperti Ageman menunjukkan bahwa kegiatan menonton bersama dapat menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan toleransi.
Keberhasilan Veda Ega di Moto3 Malaysia patut diapresiasi. Ia telah membuktikan bahwa pembalap muda Indonesia mampu bersaing di level dunia. Dukungan keluarga yang datang langsung untuk nonton GP di Sepang menjadi energi tambahan baginya. Ke depan, Veda bertekad untuk terus fokus dan meraih hasil terbaik di seri-seri berikutnya. Prestasinya ini diharapkan dapat memacu semangat generasi muda Indonesia untuk berprestasi di kancah internasional, sekaligus menjadi inspirasi bahwa mimpi besar dapat diraih dengan kerja keras dan doa restu orang tua.
