Gelombang Withdraw Guncang Dunia: Dari Hebron hingga Binance, Siapa yang Paling Terdampak?
Inforiau – 02 November 2026 | Istilah withdraw atau penarikan kembali kembali menjadi sorotan utama dalam berbagai peristiwa besar yang terjadi serentak pada awal November 2026. Mulai dari penarikan pasukan militer Israel dari Kota Hebron di Tepi Barat, ancaman penarikan dukungan politik terhadap pemerintah Jammu dan Kashmir, hingga gelombang penarikan aset kripto senilai miliaran dolar dari bursa Binance, fenomena withdraw ini menunjukkan betapa satu kata dapat menggambarkan pergeseran kekuasaan, krisis kepercayaan, dan dinamika geopolitik yang kompleks.
Hebron: Penarikan Pasukan Setelah Sepuluh Hari Pengepungan
Gubernur Hebron, Khaled Dudin, mengumumkan pada Senin bahwa pasukan Israel telah melakukan withdraw dari seluruh kota Hebron di Tepi Barat bagian selatan setelah pengepungan militer yang berlangsung selama sepuluh hari. Menurut Dudin, pasukan keamanan Palestina kini telah mengambil kendali penuh atas wilayah tersebut, dan keluarga-keluarga yang sebelumnya terpaksa meninggalkan rumah mereka sudah dapat kembali.
Wali Kota Hebron, Youssef al-Jaabari, mengonfirmasi bahwa pihak kotamadya menerima pemberitahuan resmi mengenai penarikan tersebut pada pukul enam pagi waktu setempat. “Untuk pertama kalinya dalam sepuluh hari, anak-anak sekolah kembali menuju sekolah mereka, dan mahasiswa kembali ke kampus,” ujarnya. Lima universitas dilaporkan sempat ditutup selama masa pengepungan berlangsung.
Operasi militer Israel dimulai pada 23 Oktober menyusul insiden penembakan oleh dua warga Palestina yang menewaskan dua tentara Israel dan melukai tiga lainnya. Selama pengepungan, pasukan Israel memberlakukan penutupan di Hebron dan desa-desa sekitarnya, menyita rumah-rumah warga Palestina di kawasan Al-Jalda dan Ein Deir Baha untuk dijadikan posisi militer, serta melakukan penggusuran paksa dan penghancuran properti.
Menurut data Kotamadya Hebron, operasi tersebut mengakibatkan 4.969 warga Palestina dari 780 keluarga mengalami pengungsian atau terdampak. Sedikitnya 15 rumah dan bangunan lain dihancurkan, sementara infrastruktur dan perekonomian lokal mengalami kerusakan yang signifikan. Beberapa warga yang kembali mengaku menemukan interior rumah mereka dirusak oleh tentara yang menggunakan bangunan sebagai pos militer, dan sejumlah barang berharga dilaporkan hilang.
Ancaman Withdraw Dukungan Politik di Jammu dan Kashmir
Di belahan dunia lain, tekanan politik juga muncul melalui ancaman withdraw. Sebanyak 25 anggota legislatif dari Partai National Conference (NC) dilaporkan mengeluarkan ultimatum 14 hari kepada kepemimpinan partai. Mereka mengancam akan mendatangi Raj Bhavan dan menarik dukungan legislatif jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
Langkah ini menempatkan pemerintahan yang dipimpin Omar Abdullah di Jammu dan Kashmir dalam posisi rentan, dengan potensi pemberontakan internal di dalam partai penguasa. Para legislator tersebut menuntut pencopotan penasihat Kepala Menteri Omar Abdullah, pengembalian portofolio, serta pembentukan dewan menteri yang sepenuhnya baru melalui proses yang transparan dan berbasis meritokrasi. Ironisnya, ancaman withdraw ini muncul hanya beberapa hari setelah Abdullah memperluas kabinetnya dengan mengangkat sejumlah tokoh senior partai.
Binance: Penarikan Aset Rp56 Triliun Usai Peretasan Terbesar
Di sektor keuangan digital, fenomena withdraw terjadi dalam skala masif. Pelanggan Binance menarik aset senilai 3,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp56 triliun dari bursa kripto terbesar dunia tersebut setelah layanan kembali dibuka menyusul insiden yang diyakini sebagai peretasan terbesar dalam sejarah.
Perusahaan sempat menangg suspension seluruh transaksi setelah insiden yang berdampak pada aset digital senilai 6,3 miliar dolar AS. Berbagai organisasi besar, termasuk Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI), menuduh Korea Utara bertanggung jawab atas serangan siber tersebut. Binance menyatakan telah menutupi sekitar 95 persen aset yang dicuri, meskipun sisanya mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk dipulihkan.
Dalam pernyataannya di platform X, Binance mengungkapkan bahwa antara pukul 06.00 dan 15.30 GMT pada 1 November, pihaknya memproses penarikan senilai 4,649 miliar dolar AS dan setoran 1,01 miliar dolar AS, menghasilkan arus keluar bersih sekitar 3,64 miliar dolar AS. Penarikan bersih tersebut mencakup sedikit lebih dari dua persen dari total aset senilai 171 miliar dolar AS yang dikelola perusahaan. Binance juga mengonfirmasi bahwa penarikan lebih dari dua lusin mata uang kripto utama seperti Bitcoin dan Ethereum telah dilanjutkan, sementara layanan lain akan dibuka secara bertahap setelah pemeriksaan keamanan selesai.
Mandevu: Tudingan Intimidasi dalam Penarikan Pencalonan
Dinamika withdraw juga mewarnai panggung politik Zambia. Ketua Pemilu UPND, Likando Mufalali, membantah klaim Aliansi Tonse bahwa kandidat parlemen mereka di Mandevu diancam agar menarik diri dari pemilihan sela 5 November. Mufalali menegaskan tidak ada pihak yang mengintimidasi atau memaksa kandidat oposisi tersebut untuk melakukan withdraw, dan menegaskan bahwa UPND mendukung pemilu yang damai.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Aliansi Tonse, Muhabi Lungu, menuduh kandidat mereka menerima ancaman dan bahwa panggilan telepon dari Menteri Provinsi Lusaka, Obvious Mwaliteta, turut berkontribusi pada keputusan penarikan diri tersebut. Lungu bahkan menyerukan pembatalan pemilihan sela di Mandevu agar aliansi oposisi dapat mencalonkan kandidat lain.
Kesimpulan
Dari Hebron hingga Binance, dari Srinagar hingga Lusaka, kata withdraw pada awal November 2026 menggambarkan beragam dinamika yang saling berkaitan: penarikan militer yang membuka jalan bagi kembalinya warga, ancaman penarikan dukungan politik yang menggoyang stabilitas pemerintahan, gelombang penarikan aset yang mencerminkan krisis kepercayaan terhadap keamanan siber, serta perselisihan seputar penarikan pencalonan dalam kontestasi elektoral. Semua peristiwa ini menegaskan bahwa dalam politik, ekonomi, dan keamanan, keputusan untuk menarik diri sering kali menjadi momen paling menentukan yang mengubah arah sebuah peristiwa besar.
