LAFC Terpuruk di Laga Kandang Terakhir, Peluang Playoff Kian Tipis Usai Dibantai Minnesota United
Inforiau – 02 November 2026 | Los Angeles FC menutup jadwal pertandingan kandang musim reguler Major League Soccer (MLS) 2026 dengan hasil mengecewakan. Tim besutan pelatih interim Xavi Tamarit itu tumbang 1-3 di hadapan pendukung sendiri di BMO Stadium pada malam Fan Appreciation, sebuah kekalahan yang membuat posisi los angeles fc di papan klasemen Wilayah Barat semakin tidak nyaman menjelang Decision Day.
Kekalahan ini terasa ironis karena Minnesota United FC datang ke Los Angeles dengan status tim peringkat ke-13 Wilayah Barat yang berada di luar zona playoff. Namun justru tim tamu yang tampil lebih lapar dan agresif, sementara LAFC terlihat kehilangan arah sejak babak pertama. Minnesota bahkan sudah unggul dua gol sebelum turun minum, membuat suasana stadion berubah sunyi.
“Inti dari pertandingan ini adalah kami tidak datang dengan pola pikir yang benar,” ujar Tamarit usai laga, seperti dikutip dari liputan langsung di stadion. “Mereka bermain untuk playoff, sementara kami tampak santai. Itu tidak boleh terjadi. Jika kami menang hari ini, kami punya peluang lebih baik untuk masuk empat tim teratas. Kami perlu merenungkan pertandingan ini dengan serius.”
Bagi Tamarit, kekalahan ini menjadi noda pertama sejak ia ditunjuk sebagai pelatih interim. Sebelumnya, los angeles fc sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dengan hasil imbang dramatis 2-2 melawan LA Galaxy dalam laga El Trafico, meski penampilan kiper Hugo Lloris mendapat sorotan tajam akibat kesalahan yang berujung gol kedua Galaxy.
Statistik Kandang yang Mengecewakan
Dengan hasil ini, LAFC menutup jadwal kandang musim reguler dengan rekor 9-4-4. Secara keseluruhan di semua kompetisi, catatan mereka menjadi 13-4-7. Kekalahan dari Minnesota nyaris menjadi kekalahan tanpa gol terburuk LAFC di BMO Stadium dalam kompetisi MLS, sebelum Sergio Vasquez menyelamatkan muka tim lewat gol spektakuler tendangan salto dari dalam kotak penalti pada menit ke-90.
Gol tersebut menjadi gol pertama Vasquez untuk klub dan menjadikannya pencetak gol berbeda ke-15 bagi los angeles fc musim ini. “Kami punya beberapa hari latihan yang bagus pekan ini,” kata Vasquez. “Saya pikir salah satu elemen yang hilang adalah umpan terakhir, koneksi pada umpan terakhir untuk bisa menyelesaikan peluang. Tapi itu hal-hal yang bisa kami perbaiki di latihan pekan depan.”
Dampak pada Klasemen dan Playoff
Kegagalan meraih tiga poin melawan Minnesota membuat posisi LAFC (12-10-11, 47 poin) terkunci sebagai unggulan keenam. Sementara itu, Minnesota United FC berhasil menghindari eliminasi dan masih memiliki segalanya untuk diperjuangkan saat menjamu San Jose di laga kandang terakhir mereka.
Hasil ini juga menegaskan inkonsistensi performa los angeles fc dalam beberapa pekan terakhir. Tiga hasil imbang dari lima pertandingan liga terakhir sebelumnya sudah menjadi sinyal bahaya, terutama karena lini belakang mereka terus kebobolan. Masalah penyelesaian akhir dan soliditas pertahanan menjadi dua pekerjaan rumah utama yang harus segera dibenahi.
| Keterangan | Data |
|---|---|
| Skor Akhir | LAFC 1 – 3 Minnesota United |
| Rekor Kandang Musim Reguler | 9-4-4 |
| Poin LAFC | 47 (Posisi 6) |
| Pencetak Gol LAFC | Sergio Vasquez (menit 90) |
| Lawan Playoff Babak Pertama | San Jose, St. Louis, atau Houston |
LAFC kini akan bertandang ke Seattle pada Decision Day sebelum memulai babak pertama MLS Cup playoff dengan format best-of-three pada akhir bulan ini. Lawan mereka akan ditentukan antara San Jose, St. Louis, atau Houston, dan tanpa keuntungan bermain di kandang, tantangan los angeles fc untuk melangkah jauh di fase gugur jelas tidak akan mudah.
Menariknya, pada hari yang sama, rival sekota Angel City FC justru menutup musim reguler terbaik mereka dengan kemenangan 4-1 atas Boston Legacy FC di Dignity Health Sports Park, Carson. Laga tersebut dipindahkan ke Carson karena bentrok jadwal dengan pertandingan kandang LAFC. Angel City finis di posisi kelima dengan 52 poin dan membawa rekor tak terkalahkan dalam 10 laga beruntun ke playoff. Kontras antara kedua klub Los Angeles ini pun menjadi catatan tersendiri bagi para pendukung sepak bola kota tersebut.
Dengan modal performa yang naik-turun, LAFC dituntut segera berbenah. Kekalahan dari Minnesota harus menjadi pukulan yang membangunkan skuad Tamarit, bukan sekadar luka yang membekas. Sebab, di playoff nanti, tidak ada lagi ruang untuk tampil setengah hati. Jika pola pikir yang sama seperti saat melawan Minnesota kembali terulang, maka perjalanan los angeles fc di musim ini berpotensi berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.
