Magic Masih Puasa Kemenangan di Kandang Usai Takluk dari Celtics: Tatum Bersinar, Wagner Pecah Rekor
Inforiau – 02 November 2026 | Laga magic vs celtics di Kia Center, Orlando, Minggu sore waktu setempat, kembali berakhir pahit bagi tuan rumah. Orlando Magic harus mengakui keunggulan Boston Celtics dengan skor 108-97, sekaligus memperpanjang catatan tanpa kemenangan di kandang menjadi 0-3 musim ini. Kekalahan ini menjadi tamparan tersendiri bagi skuad asuhan pelatih baru Sean Sweeney yang sebelumnya tampil cukup menjanjikan dengan rekor 2-1 di rangkaian laga tandang perdana mereka.
Duel magic vs celtics sejatinya berjalan sengit. Magic sempat memimpin hingga sembilan poin di awal pertandingan berkat dua tembakan tiga angka dari Desmond Bane yang membawa Orlando unggul 13-4. Namun, Celtics perlahan bangkit dan justru menutup kuarter pertama dengan keunggulan tipis 24-23. Boston kemudian memperlebar jarak hingga 15 poin, terutama setelah menahan Orlando tanpa poin selama empat menit pertama babak kedua.
Di kubu tuan rumah, Anthony Black dan Tristan da Silva sama-sama mencetak 23 poin, dengan da Silva tampil impresif dari bangku cadangan lewat lima tembakan tiga angka. Franz Wagner mencatat double-double dengan 14 poin dan 12 assist, yang merupakan rekor pribadi tertinggi sepanjang kariernya. Sayangnya, kontribusi tersebut belum cukup untuk membawa Magic melewati hadangan Celtics.
“Saya menyukai cara tim ini bertarung,” ujar Sweeney seusai laga. “Saya menyukai cara kami berkompetisi. Saat kami tertinggal, kami tidak menyerah. Kami berhasil kembali ke permainan. Kami sudah berada di posisi yang tepat. Kami hanya butuh beberapa permainan lagi yang berpihak kepada kami dan kami akan berada dalam kondisi yang sangat baik.”
Masalah utama Orlando dalam pertandingan magic vs celtics kali ini adalah hilangnya bola. Magic mencatat 18 turnover yang berujung pada 21 poin bagi Celtics. Sebaliknya, Orlando hanya memaksa 13 turnover dari Boston dan mengonversinya menjadi 16 poin. Ketidakmampuan menjaga bola ini menjadi faktor pembeda di momen-momen krusial.
Di kubu Boston, Jayson Tatum tampil sebagai bintang dengan 32 poin, 15 di antaranya lahir dari lemparan bebas. Ia sukses mengonversi 15 dari 17 percobaan dari garis charity stripe, sementara Orlando secara keseluruhan hanya mencatat 19 percobaan lemparan bebas. Pendatang baru Paul George menambahkan 17 poin, dan meski hanya mencetak 3 dari 10 percobaan tiga angka, salah satu triplenya menjadi penentu kemenangan. Tembakan tiga angka George dengan sisa waktu 1:32 menempatkan Boston unggul 106-95 dan tak terkejar lagi.
Menariknya, Tatum sempat meninggalkan lapangan menjelang akhir kuarter pertama setelah bagian belakang kepalanya bertabrakan dengan dahi Jamal Cain. Ia sempat berdarah dan masuk ke ruang ganti, namun kembali bermain dengan sisa waktu 6:13 di babak pertama. Boston juga mendapat kontribusi penting dari Neemias Queta yang mencatat dua blok krusial di dua menit terakhir, menggantikan Mitchell Robinson yang absen karena istirahat.
Luka Garza menambahkan 12 poin dan Baylor Scheierman mencetak 10 poin untuk Celtics, yang memimpin liga dalam hal poin dari bangku cadangan. Kemenangan ini menjadi kemenangan kelima beruntun bagi Boston yang kini mengoleksi rekor 5-1, sekaligus memperpanjang tren positif mereka setelah sempat kalah di laga pembuka melawan Detroit Pistons.
Orlando sendiri masih belum diperkuat dua pemain kuncinya, Paolo Banchero yang absen untuk pertandingan keempat berturut-turut akibat cedera pergelangan kaki, serta Jalen Suggs yang menderita memar tulang di lutut kanan. Tanpa kehadiran keduanya, Boston terus menekan Wagner setiap kali Orlando mencoba mendekat, tetapi Tatum selalu datang sebagai penutup celah.
Bagi Magic, jadwal padat menanti. Mereka akan kembali tampil di Kia Center pada Senin malam untuk menjamu Washington Wizards yang diperkuat pilihan pertama draft, AJ Dybantsa. “Kami harus menang,” tegas Black. “Tidak boleh kalah dua kali berturut-turut, apalagi di kandang. Jadi kami tahu harus tampil lebih baik, merapikan turnover, memperbaiki rebound, dan terus bermain keras.”
Dengan hasil ini, laga magic vs celtics menegaskan bahwa Celtics masih menjadi salah satu kekuatan utama di Wilayah Timur, sementara Magic harus segera berbenah jika ingin keluar dari keterpurukan di hadapan pendukung sendiri. Konsistensi menjaga bola dan memanfaatkan peluang menjadi kunci yang harus segera dibenahi Sweeney dan anak-anak asuhnya.
