Achraf Hakimi Melorot ke Peringkat 13 Ballon d'Or 2026, tapi Tetap Jadi Bek Terbaik Kedua Dunia
Inforiau – 27 Oktober 2026 | Pesepak bola asal Maroko, achraf hakimi, harus puas menempati posisi ke-13 dalam daftar peringkat Ballon d’Or 2026 yang diumumkan France Football pada Senin malam waktu London. Hasil ini menjadi penurunan tujuh peringkat bagi bek kanan Paris Saint-Germain tersebut, yang pada edisi 2025 lalu sempat mencatatkan prestasi terbaiknya dengan finis di posisi keenam.
Meski demikian, pencapaian achraf hakimi tetap patut diapresiasi. Ia menjadi bek terbaik kedua dalam pemungutan suara tahun ini, hanya kalah dari bek muda Spanyol Pau Cubarsi yang menempati posisi ke-12. Posisi achraf hakimi bahkan unggul jauh dari sejumlah nama beken di lini pertahanan seperti Marc Cucurella (18), Gabriel Magalhaes (21), Dayot Upamecano (26), dan William Saliba (29).
Musim Gemilang Bersama Paris Saint-Germain
Penampilan achraf hakimi sepanjang musim 2025-2026 memang layak diperhitungkan. Menurut data L’Équipe, pemain berusia 27 tahun itu mencatatkan empat gol dan 17 assist dalam 49 pertandingan di semua kompetisi. Kontribusinya di sektor ofensif maupun defensif menjadi salah satu kunci keberhasilan PSG meraih lima trofi bergengsi.
Pada musim tersebut, klub ibu kota Prancis itu sukses mempertahankan gelar Liga Champions setelah mengalahkan Arsenal melalui adu penalti 4-3 (imbang 1-1 di waktu normal) di partai final yang digelar di Budapest. Selain itu, PSG juga menjuarai UEFA Super Cup usai menundukkan Tottenham lewat drama penalti, serta FIFA Intercontinental Cup dengan mengalahkan Flamengo di Doha.
Di kancah domestik, Les Parisiens meraih gelar Ligue 1 ke-14 sekaligus menjadi juara lima kali berturut-turut untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, plus Trophée des Champions ke-14. Atas torehan tersebut, Paris Saint-Germain dinobatkan sebagai Klub Putra Terbaik Musim Ini untuk kedua kalinya secara beruntun, dengan trofi diserahkan langsung oleh legenda Arsenal yang dijuluki The Invincibles, seperti Thierry Henry, Patrick Vieira, Robert Pirès, dan Sol Campbell.
Peran di Piala Dunia 2026
Kandidat achraf hakimi dalam ajang Ballon d’Or juga ditopang performanya bersama tim nasional Maroko. Sebagai kapten Atlas Lions, ia membawa negaranya melaju hingga perempat final Piala Dunia 2026 sebelum takluk 0-2 dari Prancis. Dalam turnamen tersebut, ia juga merayakan caps ke-100 bersama timnas sejak debut pada 2016 silam.
Namun, status Maroko sebagai juara Piala Afrika yang masih menunggu keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (TAS) turut menjadi faktor yang mungkin memengaruhi posisi achraf hakimi dalam pemungutan suara. Ketidakpastian tersebut dinilai membuatnya kehilangan beberapa poin penting.
Dominasi PSG di Ballon d’Or 2026
Terlepas dari posisi individunya, PSG mencatatkan rekor tersendiri dengan menempatkan sepuluh pemainnya dalam 30 nominasi Ballon d’Or 2026, jumlah terbanyak di antara klub mana pun. Berikut peringkat lengkap para pemain PSG dalam daftar tersebut:
| Peringkat | Pemain | Negara |
|---|---|---|
| 6 | Khvicha Kvaratskhelia | Georgia |
| 7 | Ousmane Dembélé | Prancis |
| 10 | Fabián Ruiz | Spanyol |
| 13 | Achraf Hakimi | Maroko |
| 14 | Vitinha | Portugal |
| 16 | Ferran Torres | Spanyol |
| 19 | João Neves | Portugal |
| 20 | Willian Pacho | Ekuador |
| 23 | Nuno Mendes | Portugal |
| 25 | Marquinhos | Brasil |
Dengan hasil ini, achraf hakimi menjadi pemain Afrika dengan peringkat tertinggi pada edisi kali ini, jauh di atas Sadio Mané yang berada di posisi ke-29. Ia juga menempati urutan keempat terbaik di antara para pemain PSG, di belakang Dembélé, Kvaratskhelia, dan Fabián Ruiz.
Posisi ke-13 ini sekaligus mempertahankan peluang achraf hakimi untuk kembali meraih Ballon d’Or Afrika yang akan diumumkan pada 7 Desember mendatang. Dengan rekam jejak dan konsistensinya di level tertinggi, bek yang dikenal memiliki kecepatan dan kemampuan menyerang luar biasa ini masih menjadi salah satu ikon sepak bola dunia yang paling diperhitungkan.
Meski belum berhasil menembus sepuluh besar, pencapaian achraf hakimi sebagai bek terbaik kedua dunia sekaligus wakil Afrika dengan peringkat teratas membuktikan bahwa kualitasnya tak terbantahkan. Di tengah persaingan sengit melawan para bintang ofensif dan juara dunia, posisi ke-13 bukanlah kegagalan, melainkan pengakuan atas konsistensi seorang bek modern yang terus menjadi tulang punggung kesuksesan Paris Saint-Germain maupun timnas Maroko.
