Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Solid di Tengah Tekanan Pasar Modal
Inforiau – 22 Oktober 2026 | Di tengah gejolak pasar modal yang dipicu sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kondisi dasar perekonomian nasional masih berada di jalur yang kokoh. Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga pada Rabu (21/10/2026) sebagai respons atas tekanan yang sempat mengguncang bursa, sekaligus menegaskan bahwa Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Solid meski ketidakpastian global masih membayangi.
Dalam keterangannya, Airlangga menyoroti sejumlah indikator utama yang menjadi tolok ukur ketahanan ekonomi nasional, mulai dari pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, hingga posisi cadangan devisa. Menurutnya, ketiga indikator tersebut menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia tidak mengalami gangguan struktural, melainkan hanya menghadapi gejolak jangka pendek yang lazim terjadi di pasar keuangan global.
Pertumbuhan Ekonomi Melampaui Rata-Rata Dunia
Salah satu poin yang ditekankan Airlangga adalah capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,45 persen. Angka tersebut jauh melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia yang berada di kisaran 3 persen. Bagi pemerintah, selisih ini menjadi bukti bahwa mesin pertumbuhan domestik masih bekerja dengan baik, ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kinerja ekspor di sejumlah sektor unggulan.
“Kinerja ekonomi nasional tetap kompetitif di tengah ketidakpastian global,” ujar Airlangga dalam keterangannya setelah Rapat Koordinasi Dukungan Kementerian/Lembaga untuk Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Triwulan III 2026.
Pernyataan Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Solid ini sekaligus menjawab kekhawatiran sebagian pelaku pasar yang sempat merespons negatif sentimen MSCI. Menurut pemerintah, tekanan di pasar modal tidak serta-merta mencerminkan melemahnya ekonomi riil, karena pasar keuangan memang lebih sensitif terhadap sentimen global dibandingkan sektor produksi dan konsumsi.
Inflasi Terkendali dan Cadangan Devisa Memadai
Selain pertumbuhan ekonomi, Airlangga juga menyinggung soal inflasi nasional yang terkendali di sekitar 3 persen. Tingkat inflasi tersebut dinilai berada dalam rentang yang sehat, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan stabilitas harga barang serta jasa tidak terganggu.
Dari sisi eksternal, cadangan devisa Indonesia disebut relatif kuat karena mampu membiayai kebutuhan impor selama sekitar lima bulan. Posisi ini menjadi bantalan penting bagi perekonomian dalam menghadapi tekanan terhadap nilai tukar rupiah maupun gejolak arus modal asing.
| Indikator Ekonomi | Capaian | Keterangan |
|---|---|---|
| Pertumbuhan Ekonomi | 5,45 persen | Melampaui rata-rata dunia sekitar 3 persen |
| Inflasi | Sekitar 3 persen | Berada dalam rentang terkendali |
| Cadangan Devisa | Relatif kuat | Mampu membiayai sekitar lima bulan impor |
Dengan gambaran tersebut, Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Solid sebagai pesan utama kepada publik dan pelaku usaha. Pemerintah berharap masyarakat tidak terpengaruh secara berlebihan oleh fluktuasi pasar keuangan yang bersifat sementara, karena fondasi ekonomi nasional dinilai masih kuat untuk menopang aktivitas perekonomian sehari-hari.
Fokus pada Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus
Dalam rapat koordinasi tersebut, pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus sebagai salah satu motor penggerak investasi. Dukungan lintas kementerian dan lembaga dinilai krusial agar target realisasi investasi di kawasan tersebut dapat tercapai, sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas kebijakan agar iklim investasi tetap kondusif. Kepastian regulasi dan konsistensi kebijakan fiskal maupun moneter menjadi faktor penting dalam mempertahankan kepercayaan pelaku pasar, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang cepat berubah.
Kesimpulan
Pernyataan Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Solid menjadi sinyal optimistis bahwa perekonomian nasional masih memiliki daya tahan yang memadai. Dengan pertumbuhan ekonomi 5,45 persen, inflasi yang terkendali di kisaran 3 persen, serta cadangan devisa yang mampu membiayai sekitar lima bulan impor, pemerintah meyakini tekanan di pasar modal akibat sentimen MSCI tidak mencerminkan kondisi ekonomi riil yang sesungguhnya. Ke depan, penguatan koordinasi antarlembaga dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
