Ajax dalam Sorotan: Kritik Pedas Bek Kehrer hingga Start Buruk di Eropa
Inforiau – 06 November 2026 | Performa ajax tengah menjadi perbincangan hangat setelah bek mereka, Kehrer, mendapat kritik tajam dari legenda sepak bola Belanda, Wim Kieft dan Ronald de Boer. Momen yang disorot terjadi ketika penyerang Nigeria, Friday Etim, melewati Kehrer dengan mudah sebelum mencetak gol penyama kedudukan. De Boer menilai bek ajax itu terlambat mengantisipasi dan memilih menjatuhkan diri, sementara Kieft menyebut aksi tersebut bukan hanya bodoh tetapi juga tidak bertanggung jawab karena membiarkan gawang terbuka.
Kritik ini menambah tekanan bagi ajax yang juga harus bermain dengan sepuluh orang pada babak kedua setelah Kjell Wätjen menerima kartu kuning kedua. Di pentas Eropa, ajax mengawali League Phase Conference League 2026/2027 dengan hasil mengecewakan, takluk 1-2 dari Hajduk Split di Stadion Poljud. Gol Abdoulie Sanyang dan Marin Soticek membuyarkan gol balasan Davy Klaassen, sekaligus membuat Maarten Paes kembali hanya duduk di bangku cadangan karena pelatih Michel Sanchez lebih memilih Marc-Andre ter Stegen.
Meski demikian, ajax masih punya peluang bangkit. Mereka dijadwalkan menjamu Atalanta di Johan Cruyff ArenA pada 23 Oktober 2026, lalu menghadapi AZ Alkmaar dalam lanjutan Eredivisie 2026/27 pada 1 November 2026. Saat ini ajax berada di posisi kedua klasemen dengan 21 poin, hanya terpaut tiga angka dari Feyenoord yang memuncaki klasemen dengan 24 poin.
Catatan positif justru datang dari kompetisi lain, ketika ajax lolos dramatis ke babak 16 besar Liga Europa usai menang agregat 3-2 atas Union Saint-Gilloise, walau kalah 1-2 di leg kedua. Kombinasi kritik terhadap lini belakang, hasil buruk di Eropa, dan persaingan ketat di liga menjadikan ajax sebagai salah satu klub yang paling disorot dalam beberapa pekan terakhir.
Dengan jadwal padat dan tekanan yang meningkat, ajax dituntut segera memperbaiki organisasi pertahanan serta konsistensi permainan. Perbaikan di lini belakang menjadi kunci agar kritik terhadap bek mereka tidak terus berulang dan peluang meraih gelar tetap terbuka.
