Inforiau – 01 November 2026 | Kemenangan tipis 1-0 Ajax atas AZ Alkmaar di Johan Cruijff ArenA pada Sabtu malam (31/10/2026) menyimpan cerita lengkap: tiga poin penting, pemutusan tren buruk, tetapi juga kekhawatiran besar menyusul cedera yang menimpa gelandang andalan Julian Brandt. Dalam laga pekan ke-11 Eredivisie itu, ajax tampil efektif meski tidak dominan, dan hasil ini memangkas jarak dengan pemuncak klasemen Feyenoord menjadi hanya satu poin.
Sejak menit awal, Ajax menunjukkan intensitas yang berbeda. Pelatih Míchel Sánchez kembali memberi kepercayaan kepada gelandang muda berusia 17 tahun, Abdellah Ouazane, yang pekan sebelumnya mencetak gol ke gawang Atalanta dan Sparta Rotterdam. Kepercayaan itu terbayar cepat. Pada menit kesembilan, umpan silang Ouazane disambut sundulan kuat Tolu Arokodare yang melompat lebih tinggi dari Mees de Wit. Bola bersarang di gawang Jari De Busser, dan Ajax unggul 1-0.
Gol tersebut ternyata menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan. Namun di balik kemenangan itu, sosok Julian Brandt kembali menjadi sorotan. Gelandang asal Jerman berusia 30 tahun itu merupakan mesin kreativitas Ajax musim ini. Data Opta mencatat, dalam sepuluh laga pertamanya di Eredivisie, Brandt menciptakan 32 peluang — lebih banyak dari pemain mana pun di kompetisi. Dari setiap delapan umpan yang ia lepaskan, satu di antaranya mengarah ke rekan setim di dalam kotak penalti, dua kali lipat rata-rata gelandang lain.
Namun petaka datang pada menit ke-38. Tanpa kontak dengan pemain lawan, Brandt tiba-tiba terjatuh dan memegang bagian paha atasnya. Ia tidak mampu melanjutkan pertandingan dan digantikan Oscar Gloukh. Momen itu mengubah jalannya laga. AZ yang sebelumnya tertinggal mulai mengambil kendali permainan, sementara Ajax kehilangan kreativitas di lini tengah.
Selepas pertandingan, Míchel Sánchez memberikan update pertama mengenai kondisi Brandt. Menurut pelatih asal Spanyol itu, cedera yang dialami Brandt tampaknya tidak terlalu parah. “Cederanya sepertinya bisa ditangani dengan baik,” ujar Sánchez kepada ESPN, seraya mengakui bahwa absennya Brandt menjadi salah satu penyebab Ajax kesulitan menguasai bola pada paruh kedua.
Di kubu AZ, kekalahan ini memperpanjang tren tanpa kemenangan mereka di liga sejak 20 September. Bek asal Meksiko, Mateo Chávez, masuk sebagai pemain pengganti pada 12 menit terakhir. Ini menjadi kali pertama Chávez tidak tampil sebagai starter di Eredivisie musim ini setelah sebelumnya selalu bermain sejak menit awal di sepuluh laga pertama. Total menit bermainnya di liga kini mencapai 813 menit, sementara di semua kompetisi ia telah mengumpulkan 988 menit.
Bagi ajax, kemenangan ini juga memutus rekor buruk 12 laga tanpa kemenangan melawan AZ. Meski demikian, performa di babak kedua menuai kritik. Ajax tidak mencatatkan tembakan tepat sasaran hingga menit ke-88, ketika peluang Gloukh diselamatkan De Busser. Kiper Marc-André ter Stegen beberapa kali harus melakukan penyelamatan penting, termasuk menggagalkan peluang terakhir Mexx Meerdink di detik-detik akhir.
Gelandang Davy Klaassen mengakui ada masalah dalam permainan tim. “Di luar beberapa menit itu, kami tidak cukup baik,” ujarnya. Sementara itu, kapten AZ Peer Koopmeiners mendapat tugas khusus mengawal Brandt sepanjang pertandingan, sebuah strategi yang terbukti efektif setelah Brandt keluar lapangan.
Dengan tambahan tiga poin ini, ajax kian menempel Feyenoord di puncak klasemen. Namun jadwal berat menanti: Kamis (5/11/2026) Ajax bertandang ke markas FC Midtjylland di Conference League, lalu melawat ke markas FC Twente di Eredivisie pada 8 November. Setelah jeda internasional, mereka akan menjamu ADO Den Haag pada 22 November.
Jika Brandt harus absen, Ajax berpotensi kehilangan nyawa permainannya. Kemampuan Brandt menemukan celah di lini pertahanan lawan, terutama di fase akhir serangan ketika ruang semakin sempit, sulit digantikan pemain lain. Kemenangan atas AZ memang menjaga asa juara, tetapi ketergantungan pada satu pemain menjadi pekerjaan rumah besar bagi Míchel Sánchez dan jajaran pelatih. Tanpa Brandt, Ajax harus membuktikan bahwa mereka bukan tim satu pemain.
