Akane Yamaguchi Akui Tak Berdaya di Depan An Se-young: 'Rasanya Tak Mungkin Menang'
Inforiau – 27 Oktober 2026 | Pebulutangkis tunggal putri Jepang, Akane Yamaguchi, baru-baru ini membuat pengakuan mengejutkan tentang dominasi An Se-young dari Korea Selatan. Setelah menelan kekalahan di final Denmark Open 2026, Akane Yamaguchi mengungkapkan bahwa dirinya sempat merasa tidak mungkin bisa mengalahkan sang rival. Kekalahan tersebut menjadi yang kesepuluh secara beruntun bagi Akane Yamaguchi saat berhadapan dengan An Se-young, menegaskan betapa sulitnya menembus pertahanan pemain peringkat satu dunia itu.
Dalam laga final Denmark Open yang berlangsung di Odense, Akane Yamaguchi harus mengakui keunggulan An Se-young melalui pertarungan tiga gim yang sengit, dengan skor 23-21, 14-21, dan 18-21. Meskipun mampu merebut gim pertama, Akane Yamaguchi tidak mampu mempertahankan momentum dan akhirnya menyerah di dua gim berikutnya. Kekalahan ini memperpanjang rekor buruknya melawan An Se-young, yang juga mengalahkannya di ajang Asian Games 2026 di nomor beregu maupun perorangan.
Kepada media Jepang, Badminton Spirit, Akane Yamaguchi mengungkapkan perasaannya saat berada di gim pertama dengan skor 10-14. “Saya berpikir bahwa saya sama sekali tidak bisa menang,” ujarnya sambil tersenyum kecut. Ia kemudian mencoba mengubah strategi dengan meningkatkan kecepatan dan beralih ke pola serang total. “Saya menyadari bahwa saya tidak bisa terus bermain dengan cara yang sama. Setiap tempat memiliki kondisi berbeda, dan penting untuk bisa beradaptasi,” tambahnya.
Meski demikian, Akane Yamaguchi menolak untuk menyerah. Ia menilai bahwa An Se-young juga melakukan lebih banyak kesalahan di French Open 2026 dibandingkan saat Asian Games. “Di French Open, An Se-young tampak lebih banyak melakukan error. Tentu saja saya tidak bisa mengatakan akan menang minggu depan, tetapi ini tentang bagaimana saya bisa memaksa lawan keluar dari zona nyamannya,” jelasnya. Akane Yamaguchi pun bertekad untuk bangkit dan kembali menantang An Se-young di turnamen-turnamen berikutnya.
Sementara itu, peta persaingan tunggal putri dunia masih dikuasai oleh An Se-young yang mengoleksi 122.287 poin dalam ranking BWF terbaru per 20 Oktober 2026. Akane Yamaguchi berada di posisi kedua dengan 103.726 poin, diikuti Wang Zhiyi dari China dengan 103.039 poin. Adapun pebulutangkis Indonesia, Putri Kusuma Wardani, bertahan di peringkat keenam dengan 71.653 poin, hanya terpaut 197 poin dari Tomoka Miyazaki di posisi ketujuh.
Di sisi lain, ajang Hylo Open Super 500 2026 yang berlangsung di Jerman juga menjadi sorotan. Tunggal putri India, Ashmita Chaliha, berhasil mencuri perhatian setelah mengalahkan Akane Yamaguchi di French Open pekan lalu. Kemenangan tersebut menjadi modal berharga bagi Chaliha yang akan menghadapi Kaloyana Nalbantova dari Bulgaria di babak pertama. Sementara itu, PV Sindhu yang baru saja menjadi runner-up French Open memimpin tantangan India di Jerman, bersama Lakshya Sen dan HS Prannoy.
Pengakuan Akane Yamaguchi ini menjadi cerminan betapa kompetitifnya persaingan di sektor tunggal putri saat ini. Meskipun demikian, semangat juang dan keinginan untuk terus belajar dari kekalahan menunjukkan bahwa Akane Yamaguchi masih merupakan salah satu pemain terbaik dunia yang patut diperhitungkan. Para penggemar bulu tangkis tentu menantikan pertemuan berikutnya antara Akane Yamaguchi dan An Se-young, yang selalu menyajikan duel menarik dan penuh drama.
