Al-Ettifaq vs Ittihad FC Berakhir 1-4: En-Nesyri Pamer Ketajaman, Papas Akui Keunggulan Lawan
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Laga bertajuk al-ettifaq vs ittihad fc dalam lanjutan pekan ke-10 Liga Pro Saudi 2026 berakhir dengan skor telak 1-4 untuk kemenangan Al-Ittihad di Stadion Al-Ettifaq, Dammam, Selasa malam. Kemenangan ini membawa Al-Ittihad naik ke peringkat keempat klasemen dengan koleksi 20 poin, sementara Al-Ettifaq tertahan di posisi kedelapan dengan 15 poin. Pertandingan al-ettifaq vs ittihad fc sendiri menjadi sorotan karena kombinasi serangan tajam tim tamu dan sejumlah keputusan kontroversial wasit.
Sejak menit awal, Al-Ittihad tampil agresif. Pelatih Jens Vissing menurunkan formasi menyerang dengan mengandalkan George Ilenikhena, Houssem Aouar, dan Youssef En-Nesyri. Hasilnya, pada menit ke-16, Ilenikhena membuka keunggulan setelah memanfaatkan umpan Richard Rios. Penyerang asal Nigeria itu melepaskan tembakan kaki kiri dari dalam kotak penalti yang bersarang di tengah gawang.
Al-Ettifaq sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-34 melalui Sultan Haroun. Menerima umpan terobosan dari Radhi Al-Otaibi, Haroun melepaskan tendangan kaki kanan keras dari luar kotak penalti yang tidak mampu dijangkau kiper Al-Ittihad. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Al-Ittihad kembali mengambil kendali. Pada menit ke-53, Houssem Aouar membawa tim tamu unggul lagi setelah memanfaatkan umpan Ilenikhena. Keunggulan itu semakin dipertegas oleh Youssef En-Nesyri yang mencetak dua gol pada menit ke-80 dan ke-85. Gol pertama En-Nesyri tercipta setelah menerima umpan Muhannad Al-Shanqeeti, sedangkan gol keduanya lahir dari sundulan memanfaatkan umpan Ahmed Al-Ghamdi.
Dalam konferensi pers usai laga al-ettifaq vs ittihad fc, Jens Vissing menyatakan timnya layak menang. “Kami mampu mencetak gol dengan cara yang berbeda-beda. Itu salah satu hal positif, terutama karena bermain di kandang Al-Ettifaq bukan perkara mudah,” ujarnya. Vissing juga menegaskan pergantian pemain dilakukan sesuai strategi yang telah disiapkan dan tim tetap mempertahankan gaya permainan sambil memperhatikan kualitas individu setiap pemain.
Di sisi lain, pelatih Al-Ettifaq, Arthur Papas, mengakui kekalahan ini sebagai hasil yang mengecewakan. Ia menilai Al-Ittihad lebih klinis di depan gawang. “Kami tidak memulai pertandingan sekuat yang diharapkan. Absennya beberapa pemain, terutama di lini serang, turut memengaruhi performa ofensif kami. Pergantian pemain juga tidak memberikan dampak yang diinginkan,” kata Papas.
Papas menekankan pentingnya memaksimalkan peluang, tanggung jawab pemain di lapangan, serta pembenahan organisasi permainan. Ia menyadari timnya masih dalam proses adaptasi dengan gaya permainan baru musim ini.
Meski Al-Ittihad menang empat gol tanpa balas di babak kedua, sorotan wasit tetap muncul. Analis perwasitan Mohammed Kamal Risha dalam ulasannya untuk surat kabar Al-Riyadiah menyebut ada insiden pada menit ketujuh yang seharusnya berbuah penalti untuk Al-Ittihad. Menurutnya, seorang pemain Al-Ettifaq melanggar Danilo Pereira di area terlarang, tetapi wasit mengabaikannya. Kontroversi ini kembali menyoroti peran teknologi video dalam pengambilan keputusan penting, bahkan dalam pertandingan yang berakhir dengan selisih lebar.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Al-Ittihad untuk terus menempel papan atas klasemen. Sementara itu, Al-Ettifaq dituntut segera berbenah agar tidak semakin tertinggal. Duel al-ettifaq vs ittihad fc menjadi bukti bahwa ketajaman lini depan dan kedalaman skuad masih menjadi pembeda utama di Liga Pro Saudi musim ini.
Dengan hasil ini, persaingan di papan atas semakin memanas. Al-Ittihad membuktikan diri sebagai tim yang berbahaya ketika bermain di kandang lawan, sedangkan Al-Ettifaq harus bekerja keras untuk kembali ke jalur kemenangan. Laga al-ettifaq vs ittihad fc akan dikenang sebagai malam di mana En-Nesyri menunjukkan kelasnya sebagai penyerang haus gol.
