Aldila Sutjiadi Terhenti di Perempat Final Ningbo Open 2026, Konsistensi Lawan Jadi Pembeda
Inforiau – 24 Oktober 2026 | Petenis putri Indonesia, aldila sutjiadi, bersama pasangannya dari Selandia Baru, Erin Routliffe, harus mengakhiri perjuangan mereka di turnamen WTA 500 Ningbo Open 2026. Langkah aldila sutjiadi dan Erin terhenti pada babak perempat final setelah takluk dari duet Ulrikke Eikeri (Norwegia) dan Quinn Gleason (Amerika Serikat) dengan skor dua set langsung, 3-6 dan 4-6, dalam pertandingan yang berlangsung di Ningbo, China, Jumat (23/10).
Duel perempat final nomor ganda tersebut berlangsung sekitar satu jam 27 menit. Sepanjang pertandingan, aldila sutjiadi dan Erin berusaha memberikan perlawanan sengit, namun belum mampu mengimbangi konsistensi permainan Eikeri dan Gleason, terutama ketika memasuki fase-fase krusial di setiap set.
Jalannya Pertandingan
Pada set pertama, aldila sutjiadi dan Erin sempat menjaga persaingan tetap ketat. Kedua pasangan saling berbalas gim hingga kedudukan imbang 3-3. Namun, momentum kemudian beralih ke tangan Eikeri dan Gleason yang mampu merebut tiga gim berturut-turut untuk menutup set pembuka dengan skor 6-3.
Memasuki set kedua, aldila sutjiadi dan Erin berupaya bangkit dan memperpanjang perlawanan. Kedua pasangan kembali terlibat duel ketat hingga skor 4-4. Akan tetapi, Eikeri dan Gleason kembali menunjukkan ketenangan pada momen krusial dengan memenangi dua gim berikutnya, memastikan kemenangan 6-4 sekaligus mengakhiri perjalanan pasangan Indonesia-Selandia Baru tersebut.
Statistik Menjadi Cermin Konsistensi
Catatan pertandingan memperlihatkan Eikeri dan Gleason tampil lebih efektif sepanjang laga. Pasangan Norwegia-Amerika itu memenangi 54 persen dari total poin, sementara aldila sutjiadi dan Erin hanya mengumpulkan 46 persen.
| Statistik | Aldila/Erin | Eikeri/Gleason |
|---|---|---|
| Total Poin Dimenangi | 46% | 54% |
| Kesalahan Sendiri | 27 | 15 |
| Ace | 2 | 0 |
Perbedaan paling mencolok terlihat pada jumlah kesalahan sendiri. Aldila Sutjiadi dan Erin mencatatkan 27 kesalahan sendiri, hampir dua kali lipat dibandingkan lawannya yang hanya melakukan 15 kesalahan. Kondisi tersebut turut menyulitkan pasangan Indonesia-Selandia Baru itu untuk menjaga momentum, terutama saat pertandingan memasuki fase penentuan.
Di sisi lain, aldila sutjiadi dan Erin sebenarnya unggul dalam jumlah ace dengan dua pukulan, sementara Eikeri dan Gleason tidak membukukan satu pun ace. Namun, keunggulan tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan dan menutupi perbedaan konsistensi permainan.
Perjalanan di Rangkaian Asian Swing
Kekalahan di Ningbo sekaligus memperpanjang tantangan aldila sutjiadi dan Erin dalam rangkaian turnamen Asian Swing. Sebelumnya, keduanya mengawali rangkaian tersebut dengan gemilang melalui gelar juara WTA 500 Singapore Open 2026 pada akhir bulan lalu.
Setelah itu, pasangan Indonesia-Selandia Baru tersebut mencapai semifinal China Open 2026, sebelum akhirnya terhenti pada babak pertama Wuhan Open 2026 pekan lalu. Hasil di Ningbo menambah catatan perjalanan mereka dalam rangkaian turnamen Asia yang berlangsung sangat kompetitif.
Evaluasi untuk Turnamen Berikutnya
Meski gagal melaju ke semifinal Ningbo Open 2026, aldila sutjiadi dan Erin masih memiliki kesempatan untuk mengevaluasi penampilan mereka. Fokus utama perbaikan tentu berada pada upaya menjaga konsistensi dan meminimalkan kesalahan sendiri, dua faktor yang terbukti menjadi pembeda dalam laga melawan Eikeri dan Gleason.
Dengan pengalaman dan kualitas yang dimiliki, pasangan ini masih berpeluang kembali bersaing memperebutkan gelar pada turnamen berikutnya. Kekalahan di Ningbo menjadi pelajaran berharga bahwa pada level WTA 500, kemampuan memanfaatkan momen krusial dan menekan kesalahan sendiri menjadi kunci utama meraih kemenangan.
Bagi publik tenis Indonesia, perjalanan Aldila Sutjiadi di panggung internasional tetap menjadi sorotan. Konsistensi yang ditunjukkan sepanjang musim, termasuk gelar di Singapore Open, menjadi modal berharga untuk menghadapi sisa rangkaian turnamen yang tak kalah menantang.
