Alexandra Eala Tersingkir di Ningbo Open 2026, Mimpi Duel dengan Iva Jovic Pupus Usai Dikalahkan Diana Shnaider
Inforiau – 22 Oktober 2026 | Harapan Alexandra Eala untuk melangkah lebih jauh di Ningbo Open 2026 harus pupus. Petenis muda Filipina itu tersingkir di babak 16 besar setelah menelan kekalahan dua set langsung dari unggulan keenam asal Rusia, Diana Shnaider, dengan skor 7-5, 6-4 di Yinzhou Tennis Center, Kamis (22/10/2026). Kekalahan ini sekaligus menggagalkan duel yang sempat dinanti antara Alexandra Eala dengan sahabatnya, Iva Jovic, di perempat final.
Pertandingan berlangsung sengit sejak awal. Pada set pertama, kedua pemain saling menjaga servis hingga kedudukan 4-4 sebelum Shnaider menekan di gim kesembilan. Meski Alexandra Eala sempat menyelamatkan dua break point, ia akhirnya kehilangan servis, dan Shnaider yang berperingkat 13 dunia itu memastikan set pertama dengan 7-5 dalam waktu sekitar 50 menit.
Set kedua berjalan tak kalah ketat. Servis kedua pemain sama-sama rapuh di awal, dengan enam gim pertama berakhir dengan break sebelum keduanya kembali stabil. Shnaider kembali menemukan momen krusial di gim kesembilan dan kemudian menyajikan servis untuk pertandingan. Di sinilah drama terjadi: Alexandra Eala berjuang keras dan menyelamatkan enam match point sebelum akhirnya menyerah 4-6 dalam laga yang berlangsung hampir dua jam.
Kekalahan ini menjadi pukulan tersendiri bagi Alexandra Eala, yang tengah berjuang menemukan konsistensi performa. Petenis berusia 21 tahun itu tercatat mengalami kekalahan keempat dalam lima penampilan terakhirnya di level tertinggi. Sebelumnya, ia sempat kembali ke jalur kemenangan dengan mengalahkan petenis Prancis, Diane Parry, dalam dua set langsung di babak 32 besar. Namun, ujian melawan Shnaider terbukti terlalu berat.
Bagi Shnaider, kemenangan ini membuka jalan menuju perempat final, di mana ia akan berhadapan dengan petenis Amerika Serikat berusia 18 tahun, Iva Jovic, yang merupakan unggulan keempat. Duel antara Jovic dan Alexandra Eala yang sempat dinanti publik akhirnya batal tersaji.
Terlepas dari hasil tersebut, Alexandra Eala tetap memiliki catatan prestasi yang membanggakan. Pada Agustus lalu, ia menjadi petenis pertama dari Filipina yang berhasil meraih gelar WTA. Prestasi itu membuatnya menjadi salah satu nama yang paling dinanti kehadirannya, dengan rombongan penggemar setia dari negaranya yang kerap hadir di setiap turnamen.
Sementara itu, di sisi lain arena, petenis nomor satu dunia Elena Rybakina melaju ke perempat final setelah lawannya, Polina Kudermetova dari Uzbekistan, mundur karena cedera saat kedudukan 5-0 di set pertama. Rybakina, yang kembali tampil setelah absen di Wuhan Open akibat cedera kaki, akan menghadapi Katarzyna Kawa dari Polandia di babak delapan besar.
Setelah tersingkir dari Ningbo, Alexandra Eala akan mengalihkan fokusnya ke turnamen berikutnya, yakni WTA 500 Toray Pan Pacific Open di Tokyo, Jepang, yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober hingga 1 November 2026. Ia diharapkan dapat segera menemukan ritme permainannya kembali dan bangkit di turnamen bergengsi tersebut.
Bagi publik tenis Tanah Air dan Asia Tenggara, perjalanan Alexandra Eala masih akan menjadi sorotan. Konsistensi dan mentalitas pantang menyerah yang ditunjukkannya saat menyelamatkan enam match point di Ningbo menjadi modal berharga untuk menghadapi tantangan berikutnya di sirkuit WTA.
