América de Cali di Tengah Drama Finansial dan Ambisi Besar Menuju Centenario
Inforiau – 30 Oktober 2026 | Klub America de Cali tengah menjadi sorotan publik sepak bola Kolombia, bukan hanya karena performa apik di atas lapangan, tetapi juga karena dinamika di balik layar yang menyita perhatian. Tim berjuluk Los Escarlata itu dijadwalkan menjamu Fortaleza dalam laga tunda pekan kelima Liga BetPlay Dimayor yang digelar di Estadio Olímpico Pascual Guerrero, Kota Cali. Duel ini menjadi penting bagi America de Cali yang tengah memburu posisi puncak klasemen sekaligus menjaga peluang di jalur reclasificación demi tiket langsung ke Copa Libertadores.
Laga Tunda yang Menentukan Arah Musim
Menghadapi Fortaleza, anak asuh pelatih memiliki motivasi berlipat. Sang tamu, Fortaleza, sudah dipastikan tersingkir dan berada di posisi kedua dari bawah dengan koleksi 12 poin, sehingga tidak lagi memiliki peluang menembus delapan besar maupun ancaman degradasi. Sementara itu, America de Cali sudah lebih dulu mengamankan tempat di cuadrangulares final setelah menaklukkan Cúcuta Deportivo dengan skor 3-1. Kemenangan itu sekaligus mempersulit langkah sang lawan menuju fase berikutnya.
Namun, ambisi tim tuan rumah tidak berhenti sampai di situ. Di klasemen reclasificación, America de Cali menempati posisi kedua dengan 63 poin, hanya unggul dua angka atas Santa Fe. Jika mampu mempertahankan posisi runner-up hingga akhir, tim akan mengantongi tiket langsung ke Copa Libertadores. Sebaliknya, bila turun ke peringkat ketiga, mereka harus melewati babak kualifikasi yang lebih berat. Inilah mengapa setiap pertandingan, termasuk laga tunda melawan Fortaleza, terasa begitu krusial.
Masalah Finansial yang Mengguncang Ruang Ganti
Di balik performa menjanjikan di lapangan, kabar kurang sedap datang dari sisi finansial. Sejumlah pemain dilaporkan sempat menolak menjalani sesi concentración alias pemusatan latihan jelang pertandingan karena keterlambatan pembayaran. Sistem gaji klub yang menerapkan skema bulan berjalan membuat pembayaran untuk September baru ditunaikan pada Oktober. Persoalan muncul lantaran manajemen terlambat memenuhi dua kewajiban sekaligus, yakni gaji bulanan dan hak citra atau image rights para pemain.
Kabar terbaru menyebutkan bahwa persoalan gaji akhirnya telah diselesaikan, sehingga kewajiban pokok terhadap para penggawa America de Cali sudah tuntas. Meski demikian, pembayaran terkait hak citra belum direalisasikan dan dijadwalkan baru akan ditunaikan pada pekan berikutnya. Situasi ini sempat memicu ketegangan internal, tetapi perlahan mulai mereda setelah sebagian komitmen dipenuhi. Bagi klub sebesar America de Cali, stabilitas finansial menjadi prasyarat penting agar fokus para pemain tetap terjaga di tengah jadwal padat.
Mimpi Besar Menuju 100 Tahun
Di sisi lain, manajemen dan para pendukung tengah menyusun ambisi besar menyambut centenario klub pada 13 Februari 2027. America de Cali akan menjadi salah satu dari sedikit klub Kolombia yang melewati usia satu abad, bersanding dengan Deportivo Cali, Independiente Medellín, Junior, dan Cúcuta Deportivo. Momen bersejarah ini diharapkan dapat dirayakan dengan prestasi gemilang, bukan sekadar seremoni.
Untuk itu, muncul wacana mendatangkan striker senior Duván Zapata, penyerang yang lahir dari akademi klub dan kini memperkuat Torino di Serie A Italia. Nama Zapata mencuat setelah seorang jurnalis Argentina, Adrián Magnoli, menyebut bahwa America de Cali akan melakukan upaya besar untuk memulangkan sang pemain pada tahun mendatang. Menurutnya, kehadiran Zapata bakal menjadi magnet yang mampu memenuhi stadion dan menambah kekuatan lini depan.
Secara emosional, kepulangan Zapata akan menjadi kisah yang menyentuh. Ia memulai karier profesionalnya bersama America de Cali sebelum merantau ke Estudiantes de La Plata, lalu menapaki jalan panjang di Italia bersama Napoli, Udinese, Sampdoria, Atalanta, dan kini Torino. Meski begitu, mewujudkan transfer ini bukan perkara mudah. Pada Juli 2026, Torino resmi memperpanjang kontrak Zapata hingga 30 Juni 2028, sehingga negosiasi apa pun harus melalui kesepakatan kedua belah pihak, ditambah beban biaya transfer serta permintaan gaji yang tidak kecil.
Hingga kini belum ada pembicaraan resmi antara manajemen dan sang pemain. Wacana ini masih sebatas informasi yang beredar, tetapi cukup menghidupkan harapan para aficionado escarlata. Dengan kombinasi performa kompetitif, perbaikan kondisi finansial, dan rencana jangka panjang menyambut seratus tahun, America de Cali tampak bertekad mengembalikan kejayaan sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Kolombia.
