An Se-young di Ambang Sejarah: Tantang Sindhu di Final French Open 2026 Usai Bungkam Okuhara
Inforiau – 24 Oktober 2026 | Pebulu tangkis tunggal putri nomor satu dunia, an se-young, kembali menunjukkan kelasnya sebagai ratu bulu tangkis saat ini. Beraksi di Arena Grand, Paris, an se-young melaju ke final French Open 2026 (Super 750) setelah menundukkan wakil Jepang, Nozomi Okuhara, dengan skor 21-12, 21-19 dalam waktu 45 menit. Kemenangan ini membawa an se-young ke final untuk edisi ketiga secara berturut-turut, sekaligus membuka peluang meraih gelar juara tiga kali beruntun di turnamen bergengsi tersebut.
Di partai puncak, an se-young akan menghadapi tantangan berat dari tunggal putri India, P.V. Sindhu, yang baru saja memastikan tiket final usai menaklukkan Hina Akechi dalam drama tiga gim yang melelahkan selama 73 menit dengan skor 21-10, 20-22, 21-16.
Dominasi Tanpa Cela di Paris
Perjalanan an se-young menuju final terbilang mulus. Pada babak 32 besar, ia menggulung wakil Denmark, Amalie Schulz, dengan skor telak 21-6, 21-4 hanya dalam 25 menit. Penampilan tersebut sekaligus menjawab keraguan atas kondisi cedera tendon Achilles kaki kanannya yang sempat mengganggu di final Denmark Open pekan sebelumnya. Saat itu, ia bangkit dari ketertinggalan 5-11 di gim ketiga untuk mengalahkan Akane Yamaguchi secara dramatis.
Rekor an se-young musim ini sungguh luar biasa. Dari 63 pertandingan, ia mencatat 62 kemenangan dan hanya sekali kalah, setara dengan tingkat kemenangan 98,4 persen. Prestasi itu diperkuat dengan medali emas Olimpiade Paris 2024, gelar Kejuaraan Asia April lalu, serta sejarah sebagai tunggal putri pertama yang meraih dua gelar beruntun di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Sindhu dan Misi Membalaskan Dendam
Di sisi lain, Sindhu tampil heroik menghadapi Akechi. Setelah menang mudah di gim pertama, ia dipaksa berjuang keras di dua gim berikutnya. Sempat unggul 14-9 di gim penentuan, Sindhu nyaris kehilangan momentum ketika Akechi menyamakan kedudukan 15-15. Namun, ketenangan dan pertahanan rapat Sindhu berhasil mengunci kemenangan.
Kemenangan ini terasa istimewa bagi Sindhu yang belakangan kerap gagal menuntaskan laga ketat, seperti saat kalah dari Yvonne Li di Denmark Open dan Ratchanok Intanon di Arctic Open. Hasil ini juga akan mengembalikan Sindhu ke posisi tujuh besar dunia untuk pertama kalinya sejak Maret 2023.
Meski demikian, tantangan terbesar menanti. Sindhu belum pernah sekalipun mengalahkan an se-young dalam sepuluh pertemuan sebelumnya. Final nanti menjadi kesempatan emas bagi peraih dua medali Olimpiade itu untuk menghapus noda di rekor pertemuannya.
Jalur Mulus Sang Ratu
Sebelum bertemu Sindhu, an se-young juga melewati ujian dari wakil India lainnya, Tanvi Sharma, di babak 16 besar. Meski Tanvi sempat memberi perlawanan, an se-young tetap menang dua gim langsung, melanjutkan dominasinya atas para pemain India.
| Statistik Kunci | An Se-young | P.V. Sindhu |
|---|---|---|
| Peringkat Dunia | 1 | 7 (proyeksi) |
| Rekor Musim Ini | 62-1 (98,4%) | Fluktuatif |
| Gelar French Open | 2 (2024, 2025) | Belum pernah |
| Rekor Pertemuan | 10 kemenangan | 0 kemenangan |
Jika berhasil mengalahkan Sindhu, an se-young akan mencatatkan gelar ke-11 musim ini dan menyapu lima turnamen beruntun, termasuk Kejuaraan Dunia, China Masters, Asian Games, Denmark Open, dan French Open. Sebuah rekor yang menegaskan posisinya sebagai pemain paling dominan di era ini.
Final French Open 2026 akan menjadi duel antara ketangguhan mental Sindhu dan konsistensi luar biasa an se-young. Publik bulu tangkis dunia pun menanti apakah Sindhu akhirnya mampu memecah kebuntuan, atau justru an se-young yang kembali menegaskan takhta tak tergoyahkannya di lapangan.
