Inforiau – 27 Oktober 2026 | Panggung ballon d’Or live edisi ke-70 di London Palladium Theatre, London, Inggris, menjadi saksi sejarah baru dunia sepak bola. Pada Selasa dini hari WIB, 27 Oktober 2026, Harry Kane resmi dinobatkan sebagai peraih Ballon d’Or 2026 kategori pria, mengakhiri penantian panjang selama 25 tahun bagi sepak bola Inggris untuk kembali memiliki pemain terbaik dunia. Momen ballon d’Or live tersebut langsung menjadi sorotan jutaan penggemar di seluruh dunia yang menyaksikan pengumuman secara langsung.
Kane mengungguli dua pesaing terberatnya, Kylian Mbappe dari Prancis yang harus puas di posisi kedua, serta winger muda Barcelona, Lamine Yamal, di posisi ketiga. Kemenangan ini membuat Kane mengikuti jejak Michael Owen yang terakhir meraih Ballon d’Or pada 2001. Ia pun menjadi pemain Inggris kelima yang menorehkan prestasi tersebut, menyusul Stanley Matthews (1956), Bobby Charlton (1966), serta Kevin Keegan (1978 dan 1979).
Musim Luar Biasa Sang Kapten
Gelar ini tidak datang tiba-tiba. Sepanjang musim 2025/2026, kapten Timnas Inggris itu tampil menggila dengan mencetak 73 gol dan 8 assist dalam 65 penampilan bersama klub dan negara. Bersama Bayern Munchen, ia mengemas 61 gol dalam 51 laga di semua ajang, termasuk 36 gol di Bundesliga dalam 31 pertandingan yang membuatnya menjadi top skor liga tiga musim beruntun. Kane juga meraih Sepatu Emas Eropa untuk kali kedua.
Pada malam yang sama, sebelum menerima trofi utama, Kane lebih dulu dinobatkan sebagai Striker Terbaik Pria atau Men’s Striker of the Year. Bayern Munchen menjuarai Bundesliga, sementara Inggris melaju hingga semifinal Piala Dunia. Kombinasi prestasi individu dan kolektif inilah yang membuat namanya tak terbantahkan dalam perburuan ballon d’Or live tahun ini.
Dominasi Spanyol yang Tak Terbendung
Meski harus puas di posisi ketiga, Lamine Yamal tetap mencuri perhatian. Winger Barcelona dan Timnas Spanyol itu kembali meraih Kopa Trophy sebagai Pemain Muda Terbaik Pria untuk ketiga kalinya secara beruntun, yakni pada 2024, 2025, dan 2026. Ia mengungguli rekan setimnya, Pau Cubarsi, serta Warren Zaire-Emery. Menariknya, Yamal sempat menyebut bahwa Cubarsi lebih layak menerima penghargaan tersebut.
Dominasi Spanyol benar-benar terasa dalam gelaran ballon d’Or live kali ini. Negeri Matador menyapu bersih 8 dari total 13 kategori penghargaan. Berikut rincian dominasi tersebut:
| Kategori | Pemenang |
|---|---|
| Ballon d’Or Pria | Harry Kane (Bayern Munchen/Inggris) |
| Ballon d’Or Feminin | Alexia Putellas (Barcelona/Spanyol) |
| Pelatih Terbaik Pria | Luis de la Fuente (Spanyol) |
| Pelatih Terbaik Putri | Pere Romeu (Barcelona Femení) |
| Kiper Terbaik Pria (Lev Yashin) | Unai Simon (Athletic Club) |
| Kiper Terbaik Putri | Cata Coll |
| Pemain Muda Putri | Vicky Lopez |
| Klub Terbaik Putri | Barcelona Femení |
Alexia Putellas kembali meraih Ballon d’Or Feminin untuk ketiga kalinya setelah sebelumnya menang pada 2021 dan 2022. Gelar ini sekaligus memutus dominasi Aitana Bonmati selama tiga tahun terakhir, yang absen dari daftar finalis akibat cedera hampir sepanjang musim. Putellas mengalahkan Ewa Pajor dan Melchie Dumornay.
Luis de la Fuente dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Pria setelah membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Sementara itu, Unai Simon membawa pulang Lev Yashin Trophy sebagai kiper terbaik pria, dan Cata Coll menyabet gelar kiper terbaik putri.
Penghargaan Lain dan Fakta Menarik
Selain deretan nama di atas, sejumlah penghargaan lain turut diberikan. Bukayo Saka menerima Socrates Trophy, Paris Saint-Germain terpilih sebagai Tim Terbaik Pria, sedangkan Charlyn Corral dari Pachuca dinobatkan sebagai Penyerang Terbaik Putri. Di kategori utama, Rodri yang dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Dunia berada di posisi keempat, disusul Lionel Messi di posisi kelima. Jude Bellingham menempati urutan ke-11 dan Declan Rice di posisi ke-15.
Edisi ke-70 ini juga tercatat sebagai gelaran pertama yang digelar di luar Prancis. Pemilihan London disebut sebagai bentuk penghormatan bagi Stanley Matthews, peraih Ballon d’Or pertama pada 1956. Acara dipandu Thierry Henry dan Kate Scott, sempat tertunda 45 menit akibat kemacetan di sekitar London Palladium. Bagi para penggemar yang mengikuti ballon d’Or live, penundaan tersebut tak menyurutkan antusiasme menyaksikan momen bersejarah.
Malam penganugerahan ballon d’Or live tahun ini membuktikan bahwa sepak bola Inggris kembali menemukan pahlawannya, sementara Spanyol menegaskan hegemoni mereka di panggung dunia. Kane membuktikan bahwa kerja keras dan konsistensi selama bertahun-tahun akhirnya berbuah manis, sementara Yamal dan generasi muda Spanyol menjadi jaminan bahwa dominasi Negeri Matador akan terus berlanjut di masa depan.
