Bart Verbruggen Jadi Penyelamat Brighton, Man City Tumbang 1-0 di Etihad dalam Kekalahan Kedua Beruntun
Inforiau – 03 November 2026 | Manchester City menelan kekalahan pahit di markas sendiri setelah Brighton & Hove Albion berhasil meraih kemenangan 1-0 di Etihad Stadium, Sabtu (31 Oktober 2026). Pertandingan yang merupakan bagian dari pekan kesembilan Liga Primer 2026/2027 ini menandai momen bersejarah bagi The Seagulls, yang untuk pertama kalinya meraih kemenangan tandang atas The Citizens di ajang Premier League.
Gol penentu pertandingan tercipta dengan sangat cepat, tepatnya pada menit ke-10 melalui eksekusi sempurna Yasin Ayari. Pemain Brighton itu menyelesaikan serangan dari sisi kiri setelah Maxim De Cuyper berhasil menjaga bola tetap dalam permainan menyusul umpan silang dari Diego Gomez. Ayari melepas tembakan dari jarak dekat yang berhasil mengatasi kiper Gianluigi Donnarumma, membawa Brighton unggul lebih dulu di babak pertama.
Setelah kebobolan, Manchester City langsung merespons dengan menekan ke depan mencari gol penyeimbang. Namun, pertahanan Brighton yang solid berhasil menghalau setiap serangan The Citizens. Iliman Ndiaye sempat mendapatkan peluang emas melalui sundulan setelah menerima umpan silang, tetapi bola melebar dari sasaran. Tidak lama berselang, Ndiaye kembali menciptakan ancaman lewat pergerakan yang piawai, namun tembakan akhirnya berhasil diamankan dengan baik oleh Bart Verbruggen, kiper Brighton asal Belanda yang tampil gemilang sepanjang pertandingan.
Erling Haaland, penyerang asal Norwegia, juga mengalami frustrasi dalam laga ini. Striker Manchester City itu mendapatkan dua peluang emas—keduanya tercipta berkat aksi brilian Jeremy Doku—namun dalam kedua kesempatan tersebut, Lewis Dunk mempertaruhkan tubuhnya untuk melakukan blok krusial tepat di depan gawang. Kemenangan ini menjadi pukulan bagi Haaland yang sebelumnya konsisten mencetak gol di setiap pertandingan.
Memasuki babak kedua, Brighton hampir menggandakan keunggulan ketika De Cuyper, yang menerima operan matang dari Ayari, melepaskan tembakan melambung di atas mistar gawang meski dalam posisi tidak terkawal. Di sisi lain, manajer Enzo Maresca memasukkan Rayan Cherki dan kemudian Phil Foden dalam upaya untuk memperkuat lini serang Manchester City.
Manchester City terus menekan dengan intensitas tinggi di fase akhir pertandingan. Sebuah tembakan dari Enzo Fernandez melenceng tipis di samping tiang gawang, sementara upaya Matheus Nunes berhasil digagalkan oleh penyelamatan gemilang dari Bart Verbruggen. Kiper Brighton melakukan tujuh penyelamatan penting untuk menjaga keunggulan timnya, menunjukkan performa luar biasa di bawah mistar gawang. Pada menit ke-64, Verbruggen kembali menepis peluang Nunes dengan gesit. City bahkan sempat memprotes tidak adanya hukuman atas umpan balik ke kiper, namun wasit Craig Pawson mengabaikannya.
Meski berulang kali mengirimkan bola ke dalam kotak penalti, tuan rumah di Etihad tetap gagal mencetak gol penyeimbang. Bart Verbruggen terus menunjukkan ketajaman refleksnya, bahkan menggagalkan tembakan Abdukodir Khusanov pada menit-menit akhir pertandingan. Pada akhirnya, Brighton berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Hasil ini menandai kekalahan pertama Manchester City di Premier League dalam pertandingan yang dimainkan pada hari Sabtu pukul 15.00 sejak Oktober 2021. Lebih signifikan lagi, ini menjadi kekalahan kedua beruntun The Citizens di kompetisi liga setelah sebelumnya meraih tujuh kemenangan di awal musim. Kekalahan ini merupakan pukulan keras bagi ambisi Manchester City untuk mempertahankan posisi di puncak klasemen.
Fabian Hurzeler, pelatih Brighton, sebelumnya menyatakan keinginannya membalas kekalahan di Piala Liga Inggris (Carabao Cup) yang dialami timnya setelah kalah adu penalti. Kemenangan ini membuktikan bahwa Brighton memiliki mental yang kuat dan kemampuan untuk bersaing dengan tim-tim besar. Ayari, yang sebelumnya gagal mengeksekusi penalti di laga Piala Liga, akhirnya berhasil menebus kesalahannya dengan mencetak gol penting ini.
Performa Brighton dalam lima pertemuan terakhir melawan Manchester City menunjukkan tren positif yang konsisten. The Seagulls tidak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir melawan The Citizens, dengan catatan tiga kemenangan dan dua hasil imbang. Statistik ini membuktikan bahwa Brighton telah menjadi lawan yang sangat sulit bagi Manchester City di era modern.
Dalam hal penguasaan bola, Manchester City masih mendominasi dengan sekitar 55 persen di babak pertama dan mencatat 37 serangan berbahaya. Namun, statistik ini tidak berbanding lurus dengan hasil akhir, yang menunjukkan pentingnya efisiensi dalam sepak bola modern. Manchester City terlihat tidak mampu mengembangkan permainan dan menciptakan peluang bersih yang berkualitas tinggi.
Setelah pertandingan ini, Manchester City tetap memimpin klasemen dengan 21 poin, meskipun telah menelan kekalahan kedua beruntun. Brighton, di sisi lain, naik ke peringkat yang lebih tinggi dengan mengumpulkan 19 poin. Poin-poin yang diraih Brighton dari Etihad ini sangat berharga dalam konteks perjuangan mereka untuk meraih posisi teratas di klasemen akhir musim.
Pertandingan ini juga menjadi reminder bahwa dalam sepak bola, tidak ada lawan yang mudah, dan performa kiper seperti Bart Verbruggen dapat menjadi faktor penentu dalam sebuah pertandingan. Kemenangan Brighton di Etihad akan menjadi motivasi besar bagi tim untuk terus berkembang dan membuktikan bahwa mereka adalah salah satu kontender serius di Liga Primer musim ini.
