Besiktas FC di Persimpangan Musim: Dari Keajaiban Salih Özcan hingga Badai Cedera Miretti
Inforiau – 27 Oktober 2026 | Klub raksasa Turki, besiktas fc, tengah menjadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir. Di bawah asuhan pelatih Vincenzo Italiano, klub yang bermarkas di Tupras Stadium ini menjalani musim yang penuh dinamika—dari kebangkitan seorang pemain yang sempat terpuruk di Jerman, badai cedera yang menghantam lini tengah, hingga hasil imbang dramatis melawan Crystal Palace di ajang Liga Europa. Bagi para penggemar sepak bola, terutama di Indonesia, perjalanan besiktas fc musim ini menyuguhkan cerita yang menarik untuk diikuti.
Kebangkitan Menakjubkan Salih Özcan
Salah satu kisah paling memikat datang dari gelandang bertahan Salih Özcan. Sebelumnya, karier Özcan bersama Borussia Dortmund nyaris meredup. Sepanjang paruh pertama musim lalu, ia hanya tampil dalam empat pertandingan singkat dengan total 21 menit. Pelatih Dortmund saat itu, Niko Kovac, bahkan sempat menyatakan bahwa Özcan kurang mendapatkan kesempatan bermain karena persaingan ketat di lini tengah. Namun, harapan itu tak banyak terwujud—Özcan hanya menambah 53 menit bermain di paruh kedua musim.
Kepindahan ke Istanbul pada awal Juli menjadi titik balik. besiktas fc merekrutnya dengan kontrak hingga 2029, dan keputusan itu langsung membuahkan hasil. Pemain berusia 28 tahun kelahiran Cologne ini kini menjadi starter reguler di lini tengah. Statusnya di Turki jauh berbeda dibandingkan di Jerman. Kedatangannya disambut meriah oleh para penggemar di terminal bandara internasional, lengkap dengan upacara penyambutan tradisional, sorotan kamera, dan gestur elang khas klub. Bahkan sebelum bergabung, Özcan sempat mengejutkan banyak pihak dengan masuk skuad Piala Dunia Turki meski hanya bermain 74 menit sepanjang musim 2025/26.
Badai Cedera: Fabio Miretti Absen 4-6 Pekan
Di sisi lain, kabar kurang menyenangkan datang dari lini tengah. Gelandang asal Italia, Fabio Miretti, mengalami cedera bahu kanan dalam laga melawan Crystal Palace. Manajemen besiktas fc telah merilis hasil pemeriksaan MRI yang mengonfirmasi adanya dislokasi sendi akromioklavikular di area bahu-kanan. Miretti, yang jatuh secara tidak menguntungkan pada ronde pertama pertandingan, harus menepi selama 4 hingga 6 pekan ke depan. Kehilangan Miretti tentu menjadi pukulan bagi Italiano, mengingat perannya sebagai strategi di lini tengah.
Drama 2-2 Melawan Crystal Palace
Pertandingan melawan Crystal Palace di Tupras Stadium pada Kamis malam menjadi salah satu laga paling dramatis pekan ini. besiktas fc sempat unggul lebih dulu melalui gol Wilfred Ndidi di penghujung babak pertama. Namun, setelah jeda, Yeremy Pino dan Jean-Philippe Mateta membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk tim tamu. Beruntung, pemain pengganti Junior Olaitan menyelamatkan satu poin dengan gol penyama kedudukan pada menit ke-73. Sayangnya, laga harus ditutup dengan 10 pemain setelah Umit Akdag mendapat kartu merah empat menit kemudian.
Ndidi mengaku senang dengan performa tim meski sempat kesulitan di awal. Gelandang asal Nigeria itu menilai besiktas fc berada di jalur yang benar. “Kami berada di jalur yang tepat, semua orang bekerja keras,” ujarnya. Hasil ini membuat Besiktas menempati posisi kedelapan klasemen Liga Europa dengan tujuh poin dari tiga pertandingan, sekaligus memperpanjang catatan tak terkalahkan mereka di fase liga.
Catatan di Liga Super Turki
Di kompetisi domestik, besiktas fc masih berjuang menjaga konsistensi. Jelang laga melawan Istanbul Basaksehir, tim asuhan Italiano berada di posisi keenam dengan 15 poin dari delapan pertandingan. Mereka tertinggal lima poin dari pemuncak klasemen, namun memiliki rekor sempurna di kandang dengan empat kemenangan dari empat laga Liga Super di Tupras Stadium. Meski demikian, tiga kekalahan dari delapan laga awal menjadi peringatan bahwa konsistensi masih perlu ditingkatkan.
Basaksehir, yang dilatih Nuri Sahin, datang dengan modal tak terkalahkan dalam tiga laga terakhir. Namun, rekor tandang mereka buruk—belum menang dalam empat pertandingan away di semua kompetisi. Laga ini menjadi kesempatan bagi Besiktas untuk kembali ke jalur kemenangan sekaligus mempertahankan benteng kandang mereka.
Kesimpulan
Perjalanan besiktas fc musim ini adalah cerminan sepak bola modern yang penuh kejutan. Di satu sisi, ada kisah inspiratif Salih Özcan yang membuktikan bahwa kesempatan kedua bisa mengubah segalanya. Di sisi lain, cedera Miretti dan hasil imbang dramatis melawan Crystal Palace menunjukkan bahwa kedalaman skuad dan mentalitas menjadi kunci. Dengan kombinasi semangat juang, dukungan fanatik, dan taktik Italiano, Besiktas masih memiliki peluang besar untuk bersaing di papan atas Liga Super Turki sekaligus melaju jauh di Liga Europa. Yang tersisa kini hanyalah konsistensi—satu hal yang harus segera mereka pecahkan.
