Beşiktaş vs Crystal Palace: Kartal Terpeleset di Tüpraş, 4 Menit Mimpi Buruk Bikin 3 Poin Melayang
Inforiau – 23 Oktober 2026 | Duel seru bertajuk beşiktaş vs crystal palace akhirnya tuntas di Tüpraş Stadyumu, Istanbul, dengan cerita yang pahit bagi tuan rumah. Beşiktaş vs crystal palace dalam lanjutan UEFA Europa League pekan ketiga ini sejatinya menjadi panggung yang dinanti para pendukung Siyah-Beyazlı. Pasalnya, tim asuhan Vincenzo Italiano datang dengan modal sempurna: dua kemenangan beruntun atas Marsilya dan Hoffenheim yang membuat mereka mengoleksi enam poin dan bercokol di posisi keempat klasemen, hanya terpaut tipis dari zona elite delapan besar.
Laga yang digelar Kamis malam, 22 Oktober 2026, pukul 22.00 waktu setempat itu disiarkan secara langsung dan tanpa enkripsi melalui TRT 1, sehingga jutaan penggemar di Turki bisa menyaksikannya. Wasit asal Belanda, Danny Makkelie, ditunjuk memimpin pertandingan dengan dibantu Hessel Steegstra dan Jan de Vries sebagai asisten. Atmosfer Tüpraş Stadyumu panas sejak kick-off, mengingat sang tamu, Crystal Palace, juga datang dengan misi memperbaiki posisi mereka yang baru mengumpulkan tiga poin dan tertahan di peringkat ke-15.
Babak Pertama: Kendali Beşiktaş dan Gol Ndidi
Sejak menit awal, Beşiktaş vs crystal palace berjalan sesuai skenario tuan rumah. Wilfred Ndidi yang menjadi motor di lini tengah tampil agresif dan berhasil membuka keunggulan. Gol tersebut membuat Siyah-Beyazlı menutup paruh pertama dengan keunggulan 1-0. Ndidi pun mengakui bahwa timnya sempat kesulitan menemukan ritme di awal, namun perlahan berhasil merebut momentum. “Pertandingan berjalan baik. Kami memulai babak pertama dengan lambat, tetapi kemudian menemukan momentum dan mencetak gol,” ujarnya seusai laga.
Empat Menit yang Mengubah Segalanya
Namun petaka datang setelah turun minum. Crystal Palace yang tertinggal justru bangkit dengan tempo tinggi. Pada menit ke-51, Yeremy Pino menyamakan kedudukan menjadi 1-1, meski kubu Beşiktaş sempat berteriak memprotes dugaan offside. Kontroversi itu belum reda, empat menit berselang atau tepatnya menit ke-55, bek Tiago Djalo melakukan kesalahan fatal. Umpan salahnya dipotong Mateta yang kemudian menaklukkan kiper Nübel dan membawa Crystal Palace berbalik unggul 2-1. Gol itu sontak memicu kemarahan tribun; pendukung tuan rumah melampiaskan kekecewaan kepada Djalo atas blunder yang mereka nilai konyol.
Menariknya, dalam beşiktaş vs crystal palace edisi ini, tuan rumah sebenarnya tampil dominan. Pelatih Crystal Palace, Pierre Sage, bahkan mengakui keunggulan lawannya. “Beşiktaş ada di segala aspek permainan. Tim seperti Beşiktaş tidak perlu mencetak banyak gol, permainan mereka sudah cukup. Beşiktaş mengalahkan kami dengan tempo mereka,” katanya.
Absennya Kapten dan Beban Jadwal Padat
Beşiktaş tak diperkuat kapten Orkun Kökçü yang masih menderita cedera usai laga melawan Hoffenheim dan juga melewatkan pertandingan melawan Trabzonspor di Süper Lig. Italiano mengeluhkan padatnya jadwal sebagai biang keladi badai cedera di skuadnya. “Kami sangat ingin bermain di Eropa, tetapi begitu masuk Eropa, segalanya jadi sulit. Bermain Senin-Kamis itu berat untuk dikelola. Istirahat tiga hari tidak cukup bagi pemain untuk mencapai kondisi 100 persen,” keluhnya.
| Babak | Pencetak Gol | Skor |
|---|---|---|
| Babak I | Wilfred Ndidi (Beşiktaş) | 1-0 |
| Menit 51 | Yeremy Pino (Crystal Palace) | 1-1 |
| Menit 55 | Mateta (Crystal Palace) | 1-2 |
Meski gagal meraih tiga poin, hasil imbang sekaligus kekalahan ini tetap membawa Beşiktaş bertahan di posisi delapan besar klasemen Europa League pekan ketiga. Junior Olaitan menegaskan semangat timnya tak surut. “Kami adalah Beşiktaş. Kami tidak kalah dari tim-tim seperti Marsilya, Hoffenheim, dan Crystal Palace. Ini menunjukkan kami dalam kondisi baik,” tegasnya.
Dengan hasil ini, beşiktaş vs crystal palace menjadi pelajaran berharga bahwa dominasi permainan tak selalu berbanding lurus dengan poin. Beşiktaş masih punya peluang besar menjaga asa lolos langsung ke fase gugur, tetapi konsistensi dan ketenangan di momen krusial wajib diperbaiki. Bagi Crystal Palace, satu angka dari Istanbul menjadi modal berharga untuk bangkit di laga-laga berikutnya. Selanjutnya, beşiktaş vs crystal palace akan terus dikenang sebagai malam ketika empat menit kelalaian meruntuhkan kerja keras delapan puluh menit lebih.
