Bhita DA8 Ubah Rindu Orang Tua Jadi Energi Baru di Panggung Dangdut Academy 8
Inforiau – 07 November 2026 |
Bhita Jadikan Rindu Orang Tua Sebagai Semangat di Panggung Dangdut Academy 8 menjadi sorotan publik. Kontestan yang akrab disapa Bhita DA8 itu mengaku rindu kedua orang tuanya setelah hampir empat bulan jauh dari keluarga. Kerinduan tersebut tidak membuatnya surut, melainkan menjadi bahan bakar untuk terus berjuang di kompetisi dangdut bergengsi itu.
Bhita DA8 menuturkan, jarak dari keluarga memang menjadi ujian tersendiri. Ia merindukan suasana rumah, dukungan orang tua, dan momen sederhana yang biasa dinikmati bersama. Namun, ia menyadari perjalanan di Dangdut Academy 8 bukan hanya soal mengejar gelar, tetapi juga tentang membuktikan keseriusan dan kerja keras.
Di panggung, Bhita berusaha menampilkan kemampuan terbaik. Rindu kepada orang tua ia ubah menjadi energi positif saat berlatih, mengatur napas, dan memilih lagu. Menurutnya, doa dan dukungan keluarga menjadi kekuatan yang tidak terlihat, tetapi sangat berpengaruh terhadap penampilannya.
Perjalanan hampir empat bulan jauh dari rumah tentu tidak mudah bagi kontestan muda. Selain tekanan kompetisi, ia harus menjaga mood dan fokus. Bhita DA8 memilih untuk tidak larut dalam kesedihan. Ia menjadikan kerinduan sebagai pengingat mengapa ia berada di panggung Dangdut Academy 8.
Dukungan penggemar juga disebut menjadi penyemangat tambahan. Sorakan dan pesan positif dari penonton membuat Bhita merasa tidak berjuang sendirian. Ia berharap bisa terus tampil konsisten dan memberikan penampilan yang menghibur tanpa kehilangan jati dirinya.
Bagi Bhita, orang tua adalah alasan utama di balik langkahnya. Ia ingin membuat keluarga bangga melalui usaha maksimal di setiap babak. Kerinduan yang ia rasakan justru menjadi cambuk untuk disiplin berlatih dan menjaga semangat.
Perjalanan Bhita DA8 di Dangdut Academy 8 masih panjang. Dengan menjadikan rindu orang tua sebagai semangat, ia bertekad melangkah lebih jauh dan meninggalkan kesan terbaik di panggung. Kisahnya menjadi pengingat bahwa dukungan keluarga, meski berjauhan, tetap bisa menjadi kekuatan besar.
Editor: Sukri Mustakim
