Bitcoin Gagal Tembus 50-Day, Hedge Fund Kabur dan Sovereign Wealth Masuk: Sinyal BTC USD Menuju November Besar?
Inforiau – 30 Oktober 2026 | Pasar kripto kembali diuji. Dalam 24 jam terakhir, pergerakan btc usd menunjukkan dinamika menarik: Bitcoin sempat menyentuh level tertinggi harian di 81.840 dolar AS, namun gagal mempertahankan momentum dan berbalik melemah ke kisaran 77.700 dolar AS. Data perdagangan menunjukkan BTC/USD terhenti tepat di garis tren 50-day simple moving average (SMA), sebuah level teknikal yang menjadi penentu arah jangka pendek. Pelemahan ini terjadi di tengah penantian pasar terhadap hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) dan rilis laba perusahaan teknologi besar.
Menurut data dari TradingView, Bitcoin sempat mencoba menembus 81.700 dolar AS pada pembukaan Wall Street, Rabu (28/10), namun gagal dan berbalik turun hingga menyentuh 80.297 dolar AS di Bitstamp. Hingga berita ini diturunkan, pasangan btc usd diperdagangkan turun sekitar 0,3 persen dalam sehari. Pasar saham AS dibuka datar menjelang pernyataan FOMC dan konferensi pers Gubernur The Fed, Kevin Warsh. Mayoritas pelaku pasar memperkirakan suku bunga akan ditahan di kisaran 3,75–4 persen, dengan fokus utama pada bahasa dan komentar Warsh mengenai kondisi ekonomi.
Data dari CME Group FedWatch Tool menunjukkan probabilitas 90,6 persen untuk tidak ada perubahan suku bunga pada rapat kali ini, sementara hasil untuk rapat Desember masih mengindikasikan kenaikan 0,25 persen. Keith Alan, salah satu pendiri platform perdagangan kripto Material Indicators, menilai pernyataan Warsh berpotensi mengubah ekspektasi pasar untuk Desember. “Pasar mungkin sudah memperhitungkan tidak ada perubahan suku bunga, tetapi mereka belum memperhitungkan hasil pemilu,” ujarnya, Selasa (27/10). Pemilu midterm AS pada 3 November mendatang menjadi katalis tambahan yang dinantikan.
Hedge Fund Tinggalkan Trade ETF Bitcoin, Sovereign Wealth Masuk
Di balik fluktuasi harga btc usd, terjadi pergeseran besar dalam komposisi kepemilikan institusional. Laporan terbaru mengungkap bahwa sembilan hedge fund dan bank besar telah menjual sekitar 68.000 Bitcoin senilai ETF selama sembilan bulan, atau setara 5,4 miliar dolar AS pada harga saat ini. Millennium, Brevan Howard, Goldman Sachs, dan D.E. Shaw memimpin penjualan tersebut. Sebagian memangkas sepertiga posisi, sebagian lagi menjual seluruhnya.
Penjualan ini bukan karena hilangnya kepercayaan pada Bitcoin, melainkan karena menipisnya peluang arbitrase. Strategi yang dijalankan adalah membeli ETF Bitcoin dan secara bersamaan bertaruh melawan Bitcoin di pasar futures, lalu mengantongi selisih harga. Sebelum harga mencapai puncak, selisih tersebut memberikan imbal hasil 7,9 persen per tahun, atau 3,9 poin lebih tinggi dari surat utang pemerintah (T-bills). Namun pada akhir Oktober, selisihnya menyusut menjadi 4,8 persen, hanya sekitar 0,5 poin di atas T-bills. Setelah biaya dan pembiayaan, Alex Thorn dari Galaxy memperkirakan sisa keuntungan hanya sekitar 1,5 poin di atas kas. “Hitungan itulah, bukan harga, yang membuat meja multi-strategi pergi,” tulisnya.
Menariknya, saat hedge fund keluar, dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) dan manajer kekayaan justru masuk. Morgan Stanley Wealth Management, Mubadala, dan Abu Dhabi Investment Council termasuk di antara pembeli baru. Sekitar 2.200 pelapor lainnya menambah sekitar 20.000 Bitcoin. Investor ritel yang tidak wajib melapor hanya memangkas kepemilikan sebesar 6,6 persen saat harga turun 49 persen. Sejak Juni, dana-dana tersebut telah menambah kembali 87.000 Bitcoin, kali ini sebagai pembelian langsung, bukan arbitrase.
Stablecoin dan Altcoin Ikut Tertekan
Tekanan tidak hanya dialami Bitcoin. Berbagai aset kripto lain mencatat koreksi tajam. Ethereum (ETH) turun 4,87 persen ke 2.240 dolar AS, Solana (SOL) melemah 6,96 persen ke 95,21 dolar AS, dan XRP turun 6,81 persen ke 1,23 dolar AS. Bahkan stablecoin seperti PayPal USD (PYUSD) yang seharusnya stabil di kisaran 1 dolar AS tercatat diperdagangkan di 0,998 dolar AS, dengan kapitalisasi pasar 2,98 miliar dolar AS dan volume perdagangan 24 jam sebesar 72,9 juta dolar AS. PYUSD menempati peringkat ke-35 kripto terbesar. Sementara itu, token kecil seperti StonkBroker (STONKBROKER) anjlok 13,49 persen ke 0,00609 dolar AS dengan kapitalisasi hanya 16,5 juta dolar AS.
Meski demikian, sejumlah analis melihat pelemahan btc usd saat ini sebagai bagian dari konsolidasi sehat. Kegagalan menembus 50-day SMA bukan berarti akhir dari tren bullish, melainkan sinyal bahwa pasar membutuhkan katalis baru. Hasil FOMC, pemilu midterm, dan musim laba teknologi akan menjadi penentu apakah Bitcoin mampu bangkit menuju level 85.000 dolar AS atau justru terkoreksi lebih dalam. Dengan masuknya sovereign wealth fund dan ketahanan investor ritel, fondasi pasar tampak lebih kuat dari yang terlihat di permukaan.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati setiap pernyataan The Fed dan perkembangan politik di AS. Bagi investor, volatilitas btc usd adalah peluang sekaligus risiko. Namun satu hal yang jelas: pergeseran dari hedge fund spekulatif ke pemilik jangka panjang seperti dana kekayaan negara dan manajer kekayaan dapat menjadi tanda bahwa Bitcoin semakin matang sebagai aset kelas institusional.
