Boikot LaLiga China Berlanjut, Siaran Masih Ditangguhkan Imbas Kasus Mbappe
Inforiau – 07 November 2026 | Alasan China Masih Boikot LaLiga Imbas Kasus Mbappe menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola. Siaran Liga Spanyol di Negeri Tirai Bambu belum kembali normal pada akhir pekan ini. Boikot LaLiga China berlanjut karena otoritas setempat masih membutuhkan waktu untuk menanggapi kasus meme yang melibatkan bintang Real Madrid, Kylian Mbappe, dan simbol politik yang sensitif.
Kasus ini bermula dari unggahan bernuansa meme yang menampilkan Mbappe dalam konteks yang dianggap menyinggung pihak berwenang China. LaLiga sebagai penyelenggara kompetisi berupaya meredam polemik, tetapi respons yang diberikan belum memenuhi ekspektasi otoritas setempat. Akibatnya, hak siar LaLiga di China tetap ditangguhkan, dan penggemar kehilangan akses menonton pertandingan secara resmi.
Pemerintah China dikenal sangat ketat dalam mengawasi konten yang menyentuh isu politik dan simbol kenegaraan. Dalam situasi seperti ini, permintaan maaf saja tidak cukup. Diperlukan langkah klarifikasi, penelusuran sumber unggahan, serta jaminan agar konten serupa tidak terulang. LaLiga pun berada di posisi sulit karena harus menjaga hubungan dengan pasar China sekaligus menghormati kebebasan ekspresi di platform digital.
Dampak boikot ini tidak hanya dirasakan suporter. Klub-klub LaLiga kehilangan potensi pendapatan dari pasar China yang besar, mulai dari lisensi siaran hingga kerja sama komersial. Sementara itu, penggemar di China beralih ke platform tidak resmi atau mengikuti kompetisi lain untuk sementara waktu. Situasi ini menunjukkan bahwa isu di luar lapangan bisa berdampak langsung pada bisnis sepak bola global.
Hingga kini, belum ada tenggat waktu resmi kapan siaran LaLiga di China akan kembali dibuka. Peluang pemulihan bergantung pada komunikasi diplomatik antara liga, klub, dan otoritas China. Jika negosiasi berjalan lancar, siaran bisa kembali dalam waktu dekat. Namun, jika polemik berlarut-larut, kerugian komersial dan hilangnya kepercayaan penggemar akan semakin besar.
Editor: Ahmad Syafwan
