Bulls vs Knicks: Duel Tim 1-3 di United Center, Siapa yang Bakal Bangkit dari Keterpurukan?
Inforiau – 29 Oktober 2026 | Laga bulls vs knicks di United Center, Chicago, pada Rabu malam waktu setempat, menjadi pertemuan dua tim yang sama-sama sedang berjuang keluar dari keterpurukan. New York Knicks dan Chicago Bulls kompak mengawali musim 2026-27 dengan rekor 1-3, sehingga duel ini menjadi ajang pembuktian siapa yang lebih cepat menemukan ritme permainan.
Knicks datang dengan modal kemenangan pertama musim ini setelah menundukkan Detroit Pistons 111-97 pada Selasa malam. Namun, kemenangan itu tidak serta-merta membuat pelatih kepala Mike Brown puas. Ia menegaskan timnya belum benar-benar pulih dari masalah yang ada.
“Tidak, ini belum beres. Tidak ada yang benar-benar beres. Yang ditunjukkan malam ini adalah kami lebih dari mampu jika kami menaruh pikiran pada tujuan itu,” ujar Brown usai laga, dikutip dari pemberitaan Daily News.
Sebelum menang atas Pistons, juara bertahan NBA itu menelan tiga kekalahan beruntun dari Philadelphia 76ers, Boston Celtics, dan Orlando Magic. Kini mereka harus melakoni laga kedua dalam dua malam berturut-turut alias back-to-back di kandang Bulls.
Di kubu tuan rumah, Bulls baru saja menelan kekalahan telak 99-134 dari Boston Celtics pada Senin malam. Kekalahan itu menjadi alarm bagi tim muda asuhan pelatih tersebut, terutama karena kuarter ketiga kerap menjadi titik kehancuran mereka dalam beberapa pertandingan terakhir.
Pertahanan Knicks Jadi Ujian Berat bagi Bulls
Menjelang bulls vs knicks, statistik menunjukkan tantangan besar bagi Chicago. Pertahanan Knicks tercatat sebagai salah satu yang terbaik di liga dengan defensive rating 107,9, peringkat ketujuh di NBA. New York mampu menahan lawan pada rata-rata sekitar 105 poin per pertandingan dan membuat lawan hanya menembak 43,3 persen dari lapangan.
Knicks juga disiplin dalam hal pelanggaran, dengan rata-rata free throw attempt yang diterima termasuk keenam paling sedikit di liga. Fakta ini menjadi kabar buruk bagi Bulls yang selama ini cukup mengandalkan tembakan gratis untuk mencetak angka.
Sebaliknya, Bulls memiliki effective field goal percentage terburuk di liga, yakni 46,1 persen dalam empat pertandingan pertama. Pertahanan Chicago juga menjadi yang terburuk dengan kebobolan rata-rata 129,5 poin per game. Kombinasi ini membuat laga bulls vs knicks berpotensi menjadi malam yang panjang bagi tuan rumah jika tidak segera berbenah.
Brunson dan Towns Jadi Motor Serangan New York
Knicks masih mengandalkan duet Jalen Brunson dan Karl-Anthony Towns. Dalam empat laga, Brunson mencatat rata-rata 22,8 poin, 4,5 assist, dan 2,8 rebound, sementara Towns menorehkan 22,5 poin, 14 rebound, dan 2,8 assist per pertandingan.
Meski begitu, Towns tengah menjadi sorotan karena peningkatan turnover. Ia mencatat empat turnover di masing-masing tiga laga pertama, lalu melonjak menjadi tujuh saat melawan Pistons. Brown menilai masalah itu bukan semata kesalahan Towns, melainkan juga karena rekan-rekannya kurang agresif memotong bola.
“KAT harus lebih menjaga bola, sedikit lebih baik dalam passing. Tapi ada kalanya dia membuat passing yang tepat dan kami berhenti mencoba memotong untuk mencetak angka,” jelas Brown. “Setiap potongan harus diselesaikan seperti peluang mencetak angka.”
Dari kubu Bulls, Caleb Wilson menjadi tumpuan dengan rata-rata 21 poin, 7,3 rebound, 1,8 assist, dan 1,8 steal dalam 34 menit per laga. Konsistensi Wilson akan sangat dibutuhkan untuk menembus pertahanan rapat Knicks.
Prediksi dan Peluang
Menjelang bulls vs knicks, New York difavoritkan dengan selisih 7,5 poin, sementara over/under dipasang di angka 232,5. Model proyeksi SportsLine yang menjalankan 10.000 simulasi memilih Over dengan proyeksi total 238 poin, mengingat Over telah terjadi di enam dari sembilan pertemuan terakhir kedua tim dan tiga dari empat laga Bulls musim ini.
Bagi Bulls, laga ini adalah kesempatan emas memanfaatkan kelelahan lawan yang baru bermain sehari sebelumnya. Namun, rekor pertemuan dan kualitas pertahanan Knicks membuat bulls vs knicks tetap condong ke tim tamu. Pertanyaan besarnya: apakah Bulls mampu tampil penuh selama 48 menit, atau kembali runtuh di kuarter ketiga seperti yang terjadi belakangan ini?
Dengan kedua tim sama-sama berjuang mencari identitas, bulls vs knicks di United Center menjanjikan duel sengit yang sayang untuk dilewatkan. Knicks ingin membuktikan kemenangan atas Pistons bukan sekadar kebetulan, sementara Bulls berambisi memanfaatkan dukungan publik sendiri untuk bangkit. Terlepas dari hasil akhirnya, laga ini akan menjadi cermin seberapa jauh kedua tim telah berkembang di awal musim yang masih panjang.
