Cara Merawat Terung Hijau dalam Pot agar Subur dan Berbuah Lebat
Inforiau – 09 November 2026 | Merawat Terung Hijau dalam Pot agar Subur dan Berbuah Lebat tidak harus membutuhkan lahan luas. Dengan pot yang tepat, cahaya matahari yang cukup, dan jadwal perawatan yang konsisten, tanaman ini bisa tumbuh produktif di pekarangan rumah.
Langkah pertama adalah memilih pot berukuran minimal 30 liter dengan lubang drainase yang lancar. Pot yang terlalu kecil membuat akar cepat penuh dan tanaman mudah stres. Media tanam sebaiknya berupa campuran tanah subur, kompos matang, dan arang sekam dengan perbandingan seimbang agar air tidak menggenang.
Terung hijau membutuhkan sinar matahari langsung sekitar enam hingga delapan jam setiap hari. Letakkan pot di area terbuka yang tidak tertutup bangunan atau tajuk pohon besar. Penyiraman dilakukan secara rutin, terutama pada pagi hari, sambil memastikan permukaan media tidak terlalu basah. Cek kelembapan dengan jari sebelum menyiram agar akar tidak busuk.
Pemupukan dapat diberikan setiap dua minggu menggunakan pupuk organik cair atau kompos matang. Pada fase berbunga dan berbuah, tambahkan pupuk yang kaya kalium untuk mendukung pembentukan buah. Hindari pemberian pupuk berlebihan karena justru membuat tanaman tumbuh daun tanpa menghasilkan buah maksimal.
Pemangkasan juga penting untuk menjaga sirkulasi udara dan mengarahkan energi tanaman ke buah. Buang tunas air, daun tua, dan cabang yang tidak produktif. Jika tanaman mulai tinggi, pasang ajir atau turus sebagai penopang agar batang tidak mudah patah saat berbuah lebat.
Pengendalian hama dapat dilakukan secara sederhana dengan memeriksa bagian bawah daun secara berkala. Serangan kutu daun atau ulat bisa ditangani menggunakan larutan air sabun ringan atau pestisida nabati. Jaga kebersihan sekitar pot dan hindari genangan air agar risiko penyakit jamur berkurang.
Dengan perawatan yang konsisten, terung hijau dalam pot dapat berbuah lebat dan siap dipanen dalam beberapa bulan. Kunci utamanya adalah pot yang memadai, cahaya cukup, penyiraman terkendali, pupuk berimbang, serta pemangkasan rutin. Hasil panen dari pekarangan pun bisa menjadi stok sayur segar untuk kebutuhan rumah tangga.
Editor: Sukri Mustakim
