China Benar-benar Lenyapkan Real Madrid dan Kylian Mbappe dari Televisi, LaLiga Tak Disiarkan
Inforiau – 03 November 2026 | China Benar-benar Lenyapkan Real Madrid dan Kylian Mbappe dari Televisi. Aksi boikot yang selama ini hanya menjadi ancaman kini terwujud nyata. Pada akhir pekan lalu, tidak ada satu pun pertandingan LaLiga yang disiarkan di televisi China. Langkah ini merupakan bentuk protes terhadap kebijakan penyiaran yang dianggap tidak adil oleh otoritas setempat. Dampaknya sangat terasa, terutama bagi jutaan penggemar sepak bola di Negeri Tirai Bambu yang tidak bisa menyaksikan aksi bintang-bintang idolanya, termasuk Kylian Mbappe yang baru bergabung dengan Real Madrid.
Keputusan untuk memboikot LaLiga, Real Madrid, dan Kylian Mbappe dari televisi nasional China bukan tanpa alasan. Sebelumnya, pihak berwenang China telah menyampaikan keberatan terkait jam tayang pertandingan yang dinilai terlalu larut malam dan mengganggu jam istirahat masyarakat. Selain itu, ada ketidaksepakatan mengenai nilai kontrak hak siar yang terus melambung. Ketika kesepakatan tidak tercapai, China pun mengambil langkah tegas dengan menghilangkan seluruh siaran pertandingan dari platform televisi mereka.
Langkah China Benar-benar Lenyapkan Real Madrid dan Kylian Mbappe dari Televisi ini sontak menuai reaksi dari berbagai pihak. Para penggemar di China mengungkapkan kekecewaan mereka melalui media sosial. Banyak yang mengeluh karena tidak bisa menonton pertandingan tim favoritnya, terutama laga El Clasico yang selalu dinanti. Sementara itu, pihak LaLiga dan Real Madrid belum memberikan pernyataan resmi terkait boikot ini. Namun, sejumlah pengamat menilai bahwa keputusan China ini bisa berdampak signifikan pada pendapatan hak siar LaLiga di pasar Asia.
Boikot yang dilakukan China Benar-benar Lenyapkan Real Madrid dan Kylian Mbappe dari Televisi juga menjadi sorotan dunia internasional. Pasalnya, China merupakan salah satu pasar terbesar untuk sepak bola Eropa. Kehilangan akses siaran di China berarti LaLiga kehilangan potensi pendapatan yang sangat besar. Selain itu, citra LaLiga sebagai liga paling populer di dunia bisa terganggu. Real Madrid sebagai klub dengan basis penggemar terbesar di dunia pun turut merasakan imbasnya. Kylian Mbappe, yang didatangkan dengan harga fantastis, menjadi salah satu bintang yang paling dirugikan karena eksposurnya di pasar China menjadi hilang.
Meski demikian, belum ada indikasi kapan boikot ini akan berakhir. Pihak berwenang China menegaskan akan terus memboikot sampai ada kesepakatan baru yang menguntungkan kedua belah pihak. Sementara itu, LaLiga dikabarkan sedang melakukan negosiasi intensif dengan perwakilan dari China. Jika tidak segera diselesaikan, bukan tidak mungkin liga-liga lain seperti Premier League atau Serie A akan mengambil kesempatan untuk masuk ke pasar China. Persaingan antar liga pun semakin ketat.
Dalam beberapa tahun terakhir, China memang dikenal cukup vokal dalam menyuarakan kepentingannya terkait hak siar olahraga. Sebelumnya, mereka juga sempat memboikot NBA dan beberapa liga lainnya. Langkah China Benar-benar Lenyapkan Real Madrid dan Kylian Mbappe dari Televisi ini menjadi bukti bahwa negara tersebut tidak segan-segan mengambil tindakan tegas jika kepentingannya tidak terpenuhi. Bagi penggemar di China, harapan mereka tentu saja agar boikot ini segera berakhir dan bisa kembali menikmati pertandingan LaLiga, terutama aksi Real Madrid dan Kylian Mbappe.
Sebagai kesimpulan, boikot yang dilakukan China terhadap LaLiga, Real Madrid, dan Kylian Mbappe telah menimbulkan dampak yang luas. Tidak hanya bagi penggemar di China, tetapi juga bagi industri sepak bola secara keseluruhan. Langkah China Benar-benar Lenyapkan Real Madrid dan Kylian Mbappe dari Televisi menunjukkan bahwa kekuatan pasar Asia tidak bisa diabaikan. Kini, bola ada di tangan LaLiga dan Real Madrid untuk mencari solusi terbaik agar siaran bisa kembali mengudara. Sementara itu, para penggemar di seluruh dunia hanya bisa berharap agar polemik ini segera menemukan titik terang.
