Como vs MU: Duel Debutan Eropa Melawan Raksasa yang Terpuruk di Liga Champions 2026/2027
Inforiau – 21 Oktober 2026 | Pertandingan Como vs MU pada matchday ketiga Liga Champions 2026/2027 menjadi salah satu laga paling dinanti. Duel di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Rabu (21/10/2026) malam WIB, mempertemukan dua tim yang sama-sama mengoleksi tiga poin dari dua laga awal, tetapi dengan kondisi yang bertolak belakang. Como menempati peringkat ke-12, sementara Manchester United berada tepat di bawahnya di posisi ke-13.
Bagi Como, laga Como vs MU ini adalah momen bersejarah. Klub yang promosi ke Serie A pada 2024 itu baru pertama kali tampil di kompetisi antarklub Eropa sepanjang 119 tahun sejarahnya. Pelatih Cesc Fabregas bahkan menyebut kesempatan menjamu Manchester United sebagai mimpi yang menjadi kenyataan.
“Tiga tahun lalu, ketika kami berada di Serie B, tidak terbayangkan bahwa Manchester United akan datang ke Sinigaglia. Namun, pada Selasa, itulah yang akan terjadi. Bagi kami, ini mimpi yang menjadi kenyataan,” ujar Fabregas.
Perjalanan Como menuju panggung elite Eropa tidak mudah. Klub asal Lombardia itu dua kali bangkrut dalam dua dekade terakhir. Pada 2019 mereka masih bermain di Serie D, sebelum merangkai tiga promosi dalam enam musim dan kembali ke kasta tertinggi Italia pada Mei 2024.
Modal Kepercayaan Diri Como
Como menyambut laga Como vs MU dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka baru saja membekuk Fiorentina 3-1 di Serie A dan kini menempati peringkat kelima klasemen sementara dengan 14 poin dari tujuh laga. Catatan kandang mereka juga impresif, dengan 32 kemenangan dari 40 pertandingan di Stadio Giuseppe Sinigaglia di semua kompetisi.
Di Liga Champions, Como mengawali kampanye dengan kemenangan 4-1 atas RB Leipzig pada 10 September 2026, sebelum kalah tipis 2-3 dari Feyenoord Rotterdam. Dari segi taktik, analisis WhoScored mengungkap Como gemar memanipulasi posisi lawan sebelum menyerang ruang, memanfaatkan kombinasi third-man untuk membongkar pertahanan rapat sebelum beralih ke serangan vertikal.
Ketajaman mereka ditopang Anastasios Douvikas dengan 5 gol dalam 9 laga, ditambah kreativitas duet Nico Paz dan Martin Baturina, serta peran Lucas da Cunha sebagai pembangun serangan. Namun, kabar kurang baik datang dari cedera Assane Diao dan Moise Kean, dua opsi penyerang cepat Como.
Tekanan Besar di Kubu Manchester United
Berbeda dari Como, Manchester United datang ke laga Como vs MU dengan tekanan besar. Setan Merah belum meraih kemenangan dalam enam pertandingan terakhir di semua kompetisi, dengan rincian tiga imbang dan tiga kekalahan. Hasil imbang didapat saat melawan Leeds United, Tottenham Hotspur, dan Fulham, sementara kekalahan ditelan saat melawan Atletico Madrid, Brighton & Hove Albion, serta Manchester City.
Di Premier League, MU baru mengumpulkan tujuh poin dari tujuh laga dan terdampar di peringkat ke-13. Catatan itu menjadi start terburuk klub dalam 40 tahun terakhir, yang menjadi gambaran krisis yang mendera skuad Michael Carrick.
Ironisnya, performa buruk ini muncul setelah Carrick dipuji membawa MU meraih 12 kemenangan dari 17 laga terakhir pada 2025/2026. Kemenangan atas Liverpool, Manchester City, dan Arsenal sempat membangun optimisme. Namun, para rival kini hafal pola serangan balik cepat andalan MU musim lalu dan memilih bertahan dengan blok rendah.
Masalah diperparah kerapuhan lini tengah usai kepergian Casemiro. Youri Tielemans dan Kobbie Mainoo cenderung membantu serangan ketimbang menjaga keseimbangan pertahanan. Data The Athletic mencatat lawan mampu melewati pemain MU lewat 49 dribel dalam 7 laga, angka tertinggi kedua di Premier League setelah Crystal Palace.
Akurasi tembakan MU juga anjlok dari 39,2 persen musim lalu menjadi 25,2 persen. Krisis cedera menambah beban, dengan Leny Yoro absen karena skors, Lisandro Martinez, Luke Shaw, dan Mainoo diragukan tampil, sementara Benjamin Sesko, Manuel Ugarte, dan Patrick Dorgu dipastikan absen. Skema 4-2-3-1 kemungkinan masih dipakai dengan Ayden Heaven mendampingi Harry Maguire, sementara Bruno Fernandes kembali ke posisi nomor 10.
Rekor MU Melawan Klub Italia
Meski sedang terpuruk, MU memiliki catatan baik saat menghadapi klub Italia. Dalam catatan UEFA, MU hanya kalah dua kali dalam 16 pertandingan terakhir melawan wakil Italia, dengan 10 kemenangan dan empat imbang. Hasil imbang terakhir didapat saat melawan Atalanta pada musim 2021/2022 dengan skor 2-2.
Klub Inggris juga sedang bagus saat melawat ke markas klub Italia. Wakil Inggris hanya kalah sekali dalam delapan laga tandang ke Italia, dengan empat kemenangan dan tiga imbang. Rekor ini menjadi modal berharga bagi MU dalam laga Como vs MU.
| Aspek | Como | Manchester United |
|---|---|---|
| Posisi Liga Champions | 12 | 13 |
| Poin Fase Liga | 3 | 3 |
| Hasil Terakhir | Menang 3-1 vs Fiorentina | Imbang 1-1 vs Leeds United |
| Tren | Positif | 6 laga tanpa kemenangan |
Prediksi Jalannya Laga
Pressing dan permainan antarlini Como berpotensi menguji lini tengah serta pertahanan MU yang tidak ideal. Kreativitas Nico Paz dan Martin Baturina bisa menjadi kunci untuk membongkar blok pertahanan Setan Merah. Sementara itu, Bruno Fernandes dan Bryan Mbeumo menjadi opsi ancaman bagi tim tamu melalui serangan balik cepat.
Laga ini menjadi kesempatan emas bagi MU untuk menghentikan paceklik kemenangan sejak pertengahan September lalu. Bagi Como, duel di kandang ini bisa melanjutkan tren bagus mereka di panggung Eropa. Pertemuan pertama dalam sejarah kedua tim ini dipastikan berlangsung sengit, dengan motivasi berbeda yang sama-sama besar.
Jika Como mampu memanfaatkan momentum dan dukungan publik Sinigaglia, kejutan besar terbuka lebar. Namun, pengalaman MU melawan klub Italia dan kualitas individu pemain tetap menjadi ancaman serius. Apa pun hasilnya, laga Como vs MU akan menjadi salah satu cerita menarik dalam perjalanan fase liga Liga Champions musim ini.
Penulis: Sukri Mustakim
Editor: Alwira Fanzary
