Como vs Sassuolo: Tanpa Jay Idzes, I Neroverdi Berisiko Jadi Korban Amukan I Lariani
Inforiau – 24 Oktober 2026 | Laga Como vs Sassuolo pada pekan ke-8 Serie A 2026-2027 di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Sabtu (24/10/2026) pukul 20.00 WIB, menyimpan ancaman serius bagi tim tamu. Dipastikan tampil tanpa bek andalan Jay Idzes, Sassuolo berpotensi menjadi “samsak” berikutnya bagi tuan rumah yang tengah berada di puncak kepercayaan diri usai membantai Manchester United 4-1 di Liga Champions.
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Como 1907 yang ditukangi Cesc Fabregas sedang menikmati momentum terbaiknya. Hasil fantastis di panggung Eropa melengkapi performa konsisten I Lariani yang telah mengantongi empat kemenangan dari tujuh laga awal liga dan nyaman bertengger di posisi kelima dengan 14 poin, hanya terpaut satu angka dari AC Milan.
Sebaliknya, Sassuolo justru kian merana sejak ditinggal Jay Idzes akibat cedera robekan medium pada otot kuadrisep paha kirinya. Tanpa bek Timnas Indonesia tersebut, pertahanan I Neroverdi rapuh dan gagal meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir di Serie A, dengan catatan dua kali kalah dan sekali imbang. Kerapuhan lini belakang tim asuhan Alberto Aquilani kian terekspos saat mereka digilas tim promosi Frosinone 2-4 pada akhir pekan lalu.
Catatan itu sangat kontras dengan periode ketika Jay Idzes masih bermain, di mana Sassuolo mampu mengamankan dua kemenangan dan satu hasil imbang. Kini, Como vs Sassuolo menjadi ujian berat bagi benteng pertahanan yang belum menemukan solusi.
Meski demikian, Fabregas menolak anak asuhnya terbuai euforia. Pelatih berusia 39 tahun itu justru mengangkat kewaspadaan tinggi jelang pertandingan.
“Melawan Sassuolo akan sangat sulit, kami harus memberikan lebih dari yang kami berikan saat melawan Manchester United,” tegas Fabregas.
Como masih dihantui masalah cedera. Chalobah, Rodriguez, dan Diao masih berada di ruang perawatan, sementara Kean dan Liberali juga belum bisa diturunkan. Fabregas pun harus memutar otak dengan mengandalkan komposisi yang mirip saat menghadapi United.
“Semua pemain harus siap, bahkan bermain di posisi yang tidak biasa. Kami harus pandai menemukan solusi baru,” ujarnya.
Di kubu Sassuolo, Aquilani mendapat pujian dari Fabregas yang menyebutnya sebagai pelatih pemberani dengan ide permainan menyerang yang atraktif. Namun pujian itu tidak mengubah fakta bahwa tim tamu datang dengan kondisi terpuruk.
Menariknya, data menunjukkan Sassuolo selalu mencetak gol dalam lima pertandingan terakhirnya, meski lini belakangnya kerap kebobolan. Hal ini membuat laga Como vs Sassuolo tetap berpotensi berjalan ketat.
Perhatian juga tertuju pada striker Como, Anastasios Douvikas. Penyerang asal Yunani itu telah mencetak tiga gol dalam tujuh laga Serie A musim ini dengan total 497 menit bermain, serta enam gol di semua kompetisi tanpa satu pun dari titik penalti. Namun ada paradoks: enam gol terakhirnya di Serie A semuanya dicetak di kandang lawan. Terakhir kali ia menjebol gawang di Sinigaglia pada ajang liga adalah 22 Maret lalu saat melawan Pisa.
Kemenangan atas Manchester United menjadi bukti kemampuan Douvikas memanfaatkan umpan Nico Paz, dan kini ia dituntut membuktikan ketajamannya tidak bergantung pada lokasi pertandingan.
Di sisi lain, Fabregas menegaskan tidak pernah berpikir meninggalkan Como. “Saya tidak pernah berpikir untuk pergi. Jika saya mulai melakukannya, mungkin itu akan menjadi akhir saya, tetapi saya tidak pernah melakukannya,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi di tengah kesulitan sebagai kunci sesungguhnya untuk meraih hasil di klasemen.
Dengan klasemen yang menempatkan Como di posisi kelima dan Sassuolo di peringkat ke-13 dengan delapan poin, pertandingan Como vs Sassuolo diprediksi menjadi ajang pembuktian bagi kedua tim. Bagi Como, kemenangan akan menjaga tekanan ke papan atas. Bagi Sassuolo, hasil positif adalah harga mati untuk menghentikan tren buruk tanpa Jay Idzes.
Pertandingan ini akan disiarkan langsung secara eksklusif melalui platform streaming resmi penyedia hak siar Serie A. Publik sepak bola Indonesia pun menanti apakah Sassuolo mampu menahan gempuran Como, atau justru kembali menjadi korban keganasan I Lariani seperti yang dialami Manchester United.
Terlepas dari hasil akhir, laga Como vs Sassuolo menjanjikan duel taktis antara dua pelatih muda berbakat. Fabregas dengan penguasaan bola dan Aquilani dengan keberanian menyerang akan saling beradu strategi di atas lapangan. Bagi Sassuolo, absennya Jay Idzes menjadi alarm bahwa lini belakang harus segera menemukan keseimbangan sebelum momentum Como benar-benar tak terbendung.
