Inforiau – 24 Oktober 2026 | Cuaca hari ini menjadi perhatian utama di kawasan Asia, dengan Taufan Champi yang melanda Taiwan dan dampak karhutla yang terus meluas di sejumlah wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan prakiraan cuaca untuk berbagai daerah, sementara otoritas di Taiwan dan Indonesia bergerak cepat menangani dampak bencana hidrometeorologi.
Di Taiwan, Taufan Champi membawa angin kencang dan hujan lebat yang menyebabkan dua rakyat Malaysia mengalami cedera ringan. Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra) menyatakan bahwa kedua individu tersebut kini menerima perawatan medis, dan Pusat Persahabatan dan Perdagangan Malaysia di Taipei sedang menyalurkan bantuan konsular. Pihak berkuasa Taiwan telah memindahkan penduduk dari kawasan berisiko banjir dan tanah runtuh, termasuk di sekitar empangan yang terbentuk akibat tanah runtuh di Daerah Hualien. Taufan ini juga menyebabkan pembatalan penerbangan secara luas dan gangguan layanan feri. Rakyat Malaysia di Taiwan diimbau menghindari kawasan pesisir dan pegunungan serta mematuhi arahan keselamatan setempat.
Sementara itu, di Indonesia, cuaca hari ini di DKI Jakarta diprediksi berawan. Pada pagi hingga siang, langit Ibu Kota diperkirakan cerah berawan, namun pada pukul 13.00 WIB awan mulai menyelimuti seluruh wilayah Jakarta. Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur kembali cerah berawan pada pukul 14.00 WIB. Prakiraan cuaca hari ini juga menunjukkan potensi hujan di Jakarta Selatan dan Bogor, sehingga masyarakat diimbau waspada terhadap perubahan cuaca mendadak.
Di Jawa Timur, cuaca hari ini didominasi berawan dengan suhu berkisar 15-39 derajat Celsius. Suhu tertinggi mencapai 39 derajat Celsius di Kabupaten Sidoarjo, disusul Kabupaten Malang dan Kota Surabaya dengan suhu 37 derajat Celsius. Suhu terendah terjadi di Kota Batu, yakni 15 derajat Celsius, dengan potensi hujan ringan. Kelembapan udara berkisar 35-99 persen, dengan kelembapan tertinggi di Trenggalek dan Kota Batu. Warga yang beraktivitas di luar ruangan diminta mencukupi kebutuhan air minum dan menggunakan pelindung dari sinar matahari.
Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat penambahan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 16 wilayah di Indonesia per Jumat (23/10/2026). Wilayah tersebut tersebar di Pulau Jawa, Sulawesi, Maluku Utara, dan Sumatra. Di Pulau Jawa, karhutla terjadi di Malang, Magetan, Sragen, Jombang, Probolinggo, dan Klaten. Di Sulawesi, karhutla melanda Minahasa, Sinjai, Sidrap, Palopo, Luwu, dan Parigi Moutong, sedangkan di Maluku Utara terjadi di Kepulauan Tidore, dan di Sumatra di Bangka Tengah. Secara keseluruhan, BNPB mencatat 2.204 kejadian bencana di Indonesia sepanjang 1 Januari hingga 23 Oktober 2026, dengan mayoritas merupakan bencana hidrometeorologi.
Untuk menangani karhutla di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa, BNPB telah mengerahkan puluhan ribu personel serta armada udara. Di Sumatra, penanganan mencakup lahan seluas 2.431 hektare, dengan Sumatra Selatan menjadi wilayah terdampak terluas mencapai 2.050 hektare. Sebanyak 33.106 personel diterjunkan, didukung 19 armada udara yang terdiri atas 12 armada untuk operasi pengeboman air dan tujuh untuk patroli serta modifikasi cuaca. Di Sumatra Selatan, telah dilaksanakan sembilan sorti operasi modifikasi cuaca dengan menebarkan 5.800 kilogram dry ice dan 1.800 kilogram garam. Sementara di Kalimantan, luas lahan terdampak mencapai 18.973 hektare, meliputi Kalimantan Tengah 16.097 hektare, Kalimantan Selatan 1.506 hektare, dan Kalimantan Barat 1.370 hektare, dengan 38.772 personel disiagakan.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca hari ini dari BMKG dan otoritas terkait guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem. Bagi yang berada di Taiwan, diharapkan mendaftar melalui portal e-Konsular dan menghubungi Pusat Persahabatan dan Perdagangan Malaysia di Taipei melalui talian +886 972 349 343 atau email yang telah disediakan jika memerlukan bantuan konsular.
Dengan kondisi cuaca hari ini yang tidak menentu, kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama. Baik di Taiwan maupun Indonesia, pemerintah terus berupaya melindungi warganya melalui evakuasi, bantuan konsular, dan operasi penanggulangan bencana. Masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada, serta mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang.
