Davide Tardozzi Bela Marquez dan Kecam Pembalap 'Jago Kandang' soal GP Qatar
Inforiau – 26 Oktober 2026 | Manajer tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, kembali menjadi sorotan publik MotoGP setelah melontarkan kritik pedas terhadap sejumlah pembalap yang dinilainya bersikap dua muka dalam menyikapi rencana gelaran Grand Prix Qatar. Dalam pernyataannya yang dikutip dari berbagai pemberitaan usai rangkaian balapan di Phillip Island, Davide Tardozzi menegaskan bahwa isu Qatar bukanlah soal keberanian Marc Marquez, melainkan soal konsistensi sikap para pembalap ketika berada di ruang rapat resmi bersama penyelenggara.
Menurut Davide Tardozzi, banyak pembalap yang di luar forum menyampaikan pendapat dengan kata-kata jauh lebih keras daripada Marquez, bahkan ada yang terang-terangan menyatakan tidak akan berangkat ke Qatar. Namun, ketika duduk berhadapan langsung dengan penyelenggara MotoGP, keberanian itu mendadak menguap. Sikap seperti inilah yang membuat manajer asal Italia tersebut geram.
Kritik Pedas untuk Pembalap yang Diam Saat Rapat
Pertemuan tertutup para pembalap digelar di sela-sela jadwal balapan di Phillip Island untuk membahas rencana balapan di Qatar, yang sedianya berlangsung dua pekan setelah seri Sepang, meski konflik di kawasan Teluk masih berkecamuk sejak Februari. Dalam forum tersebut, para pembalap mengajukan tuntutan agar penyelenggara memberikan jaminan keamanan.
Davide Tardozzi menyoroti fenomena tersebut dengan nada kesal. Ia menilai Marquez justru menjadi satu-satunya pembalap yang berani menyuarakan kepentingan semua pembalap di hadapan penyelenggara. Alih-alih menolak mentah-mentah, pebalap Ducati itu memilih jalur mediasi dengan meminta jaminan evakuasi, rencana cadangan, dan kepastian keselamatan.
“Marc hanya meminta, seperti banyak orang lain, rencana keselamatan dari organisasi, tidak lebih, tidak kurang. Dia tidak pernah mengatakan ‘saya tidak mau pergi’,” tegas Tardozzi.
Ia pun menegaskan bahwa tuduhan terhadap Marquez sebagai biang keladi penolakan ke Qatar tidak berdasar. Menurut Davide Tardozzi, ada pihak-pihak yang sempat menyatakan tidak akan berangkat, tetapi saat berhadapan langsung dengan penyelenggara justru tidak mengatakannya lagi. Sikap ‘jago kandang’ semacam itu dinilainya hanya membuang waktu semua pihak.
Pembatalan MotoGP Australia dan Prioritas Keselamatan
Isu lain yang tak lepas dari perhatian Davide Tardozzi adalah pembatalan balapan MotoGP Australia di Phillip Island. Balapan dibatalkan bukan karena genangan air berlebihan, melainkan karena jarak pandang yang buruk bagi helikopter medis setelah hujan mengguyur selama berjam-jam.
Marquez sempat menyatakan kondisi lintasan sebenarnya ‘dapat diterima’. Tardozzi pun sepakat dari sisi permukaan trek, namun menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
- Keselamatan pembalap berada di atas kepentingan olahraga, perusahaan, dan segala hal lainnya.
- Tanpa helikopter medis di lokasi, balapan tidak dapat dimulai.
- Pembatalan membuat Marquez kehilangan peluang menambah poin saat Jorge Martin absen karena cedera pergelangan tangan.
“Saya tahu itu adalah peluang besar untuk meraih poin, tetapi inilah dunia balap. Hal seperti ini bisa saja terjadi. Kini kami sudah menantikan seri berikutnya di Malaysia,” ujar Tardozzi kepada TNT Sports.
Ia juga mengenang pengalaman pahit ketika karier Carl Fogarty berakhir akibat kecelakaan di Phillip Island. Kenangan itu menjadi alasan kuat bagi Ducati untuk tidak ingin hal serupa terulang, sekalipun harus kehilangan kesempatan menambah poin.
Persaingan Gelar Masih Terbuka Lebar
Di tengah berbagai kontroversi, Davide Tardozzi menepis anggapan bahwa Marquez praktis telah mengunci gelar juara dunia kesepuluhnya. Ia menegaskan persaingan belum berakhir karena masih banyak poin yang diperebutkan.
“Itu sama sekali tidak benar. Sepuluh poin bukan apa-apa, tetapi lima puluh poin pun bukan apa-apa. Cukup terjadi sesuatu, lalu Anda harus melewatkan satu balapan, dan semuanya berubah. Bezzecchi masih benar-benar dalam persaingan,” ungkapnya.
Tardozzi juga menyoroti performa Jorge Martin yang dinilai sangat kompetitif. Menurutnya, kemenangan Marquez pada balapan Sprint memberi keuntungan psikologis, tetapi Martin menunjukkan ritme balapan yang impresif dan membuat pertarungan tetap terbuka hingga garis finis.
Dengan sikap tegasnya, Davide Tardozzi sekali lagi membuktikan diri sebagai figur vokal di paddock Ducati. Ia tidak hanya membela pembalapnya, tetapi juga mengingatkan pentingnya integritas dan keselamatan dalam dunia balap. Bagi Tardozzi, keberanian sejati bukanlah soal bersuara lantang di belakang layar, melainkan konsistensi menyampaikan pendapat di forum resmi demi kebaikan bersama seluruh pembalap.
