Der Klassiker Panas! Bayern Munich Ditahan Dortmund 2-2, Kane Gagal Penalti dan Ballon d'Or Jadi Sorotan
Inforiau – 01 November 2026 | Laga bertajuk Der Klassiker di Allianz Arena pada pekan ke-8 Bundesliga 2026-27 berakhir dengan skor 2-2, Minggu (1/11/2026) dini hari WIB. Bayern Munich dan Borussia Dortmund saling berbagi satu poin dalam pertarungan sengit yang penuh drama. Hasil ini membuat kedua tim tetap mengoleksi 17 poin dari 7 pertandingan, dengan Bayern Munich masih memimpin klasemen berkat keunggulan selisih gol.
Pertandingan berjalan menarik sejak awal. Kedua tim bermain terbuka dan saling melancarkan serangan. Bayern Munich membuka keunggulan pada menit ke-38 melalui gol Konrad Laimer. Berawal dari umpan matang rekan setim, Laimer melepaskan tembakan yang sempat ditepis kiper Dortmund, Gregor Kobel, namun bola muntah dan langsung disambar Laimer untuk membobol gawang lawan.
Memasuki babak kedua, Bayern Munich mendapat peluang emas untuk menggandakan keunggulan pada menit ke-56. Namun, eksekusi penalti Harry Kane gagal setelah bola membentur mistar gawang. Insiden ini menjadi titik balik pertandingan. Empat menit berselang, Dortmund menyamakan kedudukan melalui Serhou Guirassy yang memanfaatkan assist dari Nmecha setelah aksi cerdik Schlotterbeck.
Bayern Munich kembali unggul pada menit ke-66. Kali ini Kane menebus kesalahannya dengan memberikan umpan kepada Dayot Upamecano yang sukses mencetak gol. Namun, Dortmund yang dikenal memiliki pertahanan solid dan semangat juang tinggi terus menekan. Pada menit ke-89, Fabio Silva mencetak gol penyama kedudukan yang membungkam Allianz Arena. Skor 2-2 bertahan hingga peluit panjang.
Pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, tidak mendampingi tim dari bangku cadangan. Ia dilaporkan kolaps dalam sesi latihan pada 23 Oktober 2026 dan didiagnosis mengalami iritasi selaput otak (meningeal irritation) atau meningitis. Asisten pelatih Aaron Danks mengambil alih peran sementara. Meski tanpa Kompany, Bayern Munich tetap tampil agresif dengan penguasaan bola dominan, tetapi penyelesaian akhir menjadi masalah.
Di kubu Dortmund, hasil imbang ini menunjukkan kemajuan signifikan. Sejak ditangani Niko Kovač pada Januari 2025, Die Borussen menjelma menjadi tim yang ulet. Musim lalu mereka menjadi penantang terdekat Bayern Munich dengan catatan kebobolan paling sedikit. Hingga pekan ke-7, Dortmund baru kebobolan 4 gol, terbaik di Bundesliga. Pertahanan rapat dan serangan balik cepat menjadi senjata utama mereka.
Laga ini juga diwarnai momen emosional bagi Harry Kane. Sebelum pertandingan, ia merayakan gelar Ballon d’Or 2026 bersama seluruh penonton di stadion. Namun, kegagalan penalti dan dua kali membentur mistar menjadi noda dalam penampilannya. Meski begitu, Kane tetap berkontribusi dengan satu assist untuk gol Upamecano.
Legenda Bayern Munich, Lothar Matthaeus, turut mengomentari kemenangan Kane atas Vinicius Junior dalam perburuan Ballon d’Or. Matthaeus merasa senang Vinicius tidak masuk 10 besar finalis. Menurutnya, Kane adalah pribadi yang profesional dan pantas menjadi teladan, sementara Vinicius sering terlibat kontroversi. “Kane itu seorang pria sejati, Vinicius bukan,” ujar Matthaeus dalam wawancara dengan BILD.
Hasil imbang ini membuat persaingan gelar Bundesliga semakin terbuka. Lima tim kini hanya terpaut tiga poin dari Bayern Munich. Freiburg tertinggal dua poin, sedangkan Werder Bremen dan RB Leipzig tertinggal tiga poin. Kualitas dan kelemahan kedua tim terlihat jelas: Bayern Munich kuat dalam penguasaan bola tetapi kurang tajam di depan gawang, sementara Dortmund solid dalam bertahan dan efisien dalam memanfaatkan peluang.
Dengan hasil ini, Bayern Munich tetap di puncak klasemen, tetapi Dortmund membuktikan diri sebagai penantang serius. Pertarungan menuju gelar Bundesliga 2026-27 diprediksi akan berlangsung ketat hingga akhir musim. Kedua tim masih memiliki peluang besar untuk meraih trofi, dan Der Klassiker kali ini menjadi sinyal bahwa Dortmund siap melangkah lebih jauh.
