Derby Melbourne Lebih Panas dari Derby Sydney? Jawaban Juan Mata dan Drama Hujan di AAMI Park
Inforiau – 24 Oktober 2026 | Pertanyaan lama soal derby mana yang paling bergengsi di sepak bola Australia akhirnya menemukan jawabannya. Dalam laga penuh drama yang diguyur hujan deras di AAMI Park, melbourne victory dan Melbourne City harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1 pada lanjutan putaran kedua A-League Men. Hasil ini sekaligus menutup pekan yang menegangkan bagi kedua tim yang sama-sama berusaha bangkit dari kekalahan di laga pembuka musim.
Pertandingan berlangsung terbuka sejak menit awal. Melbourne victory tampil agresif dan membuka keunggulan lebih dulu melalui Keegan Jelacic. Namun, keunggulan tuan rumah tidak bertahan lama setelah Andrew Nabbout mencetak gol penyama kedudukan yang memaksa kedua tim mengakhiri laga dengan skor sama kuat. Atmosfer AAMI Park yang basah oleh hujan justru menambah intensitas duel, dengan kedua kubu saling melancarkan serangan demi meraih tiga poin perdana musim ini.
Penampilan menghibur itu mendapat pujian dari mantan gelandang juara A-League, Erik Paartalu, yang kini menjadi pengamat di Paramount+. Menurutnya, laga yang mempertemukan melbourne victory dengan Melbourne City tersebut berhasil mengungguli Derby Sydney yang dinilai kurang berkualitas saat Sydney FC dan Western Sydney Wanderers bermain tanpa gol di putaran pertama.
“Saya rasa kedua pelatih akan senang dengan hasil ini karena mereka tidak kalah,” ujar Paartalu. “Jelang laga ini, setelah kekalahan di pertandingan pertama musim, tekanan besar ada pada kedua pelatih. Kedua tim tampil sangat kuat malam ini. Orang-orang bertanya sebelum pertandingan dimulai, apakah Derby Melbourne lebih baik dari Derby Sydney? Saya rasa Anda sudah mendapat jawabannya di sini.”
Momen spesial juga mewarnai laga tersebut. Bintang sepak bola Spanyol yang pernah meraih gelar Piala Dunia, Liga Champions UEFA, dan Premier League, Juan Mata, hadir sebagai tamu istimewa di Melbourne. Kehadirannya menjadi bagian dari perpisahan dengan peraih medali Johnny Warren tersebut, yang mengakhiri kebersamaannya dengan melbourne victory pada akhir musim 2025-26.
Di sisi lain, nama Melbourne Victory turut menjadi sorotan dalam konteks persiapan klub menghadapi agenda internasional. Klub asal Victoria ini dijadwalkan menjamu Persib dalam sebuah laga uji coba yang akan digelar di Stadion Jalak Harupat, sebuah pertemuan yang dinantikan para penggemar sepak bola di Indonesia untuk melihat langsung kualitas salah satu klub paling populer di Australia tersebut.
Bagi melbourne victory, hasil imbang ini menjadi modal penting untuk membangun konsistensi. Poin pertama musim ini memang belum mengangkat posisi mereka secara signifikan di klasemen, tetapi semangat dan performa yang ditunjukkan melawan rival sekota menjadi sinyal bahwa tim asuhan pelatih anyar ini siap bersaing lebih kompetitif di kompetisi domestik maupun di panggung Asia.
Dari kubu Melbourne City, hasil ini juga dianggap positif. Gol Nabbout membuktikan ketajaman lini depan mereka masih menjadi ancaman, sementara pertahanan yang sempat goyah di laga pembuka mulai menunjukkan perbaikan. Pertarungan kedua tim di bawah guyuran hujan menjadi bukti bahwa Derby Melbourne bukan sekadar laga biasa, melainkan ajang pembuktian gengsi antar klub sekota yang selalu menyajikan tensi tinggi.
Dengan atmosfer yang memukau, dukungan suporter yang tak henti bernyanyi, serta suguhan permainan terbuka dari kedua tim, Derby Melbourne kian mengukuhkan diri sebagai salah satu laga paling menarik di kancah A-League Men. Sementara Derby Sydney masih berjuang menemukan identitas permainannya, melbourne victory dan Melbourne City justru berhasil menampilkan duel yang layak disebut sebagai derby terbaik di Australia saat ini.
Ke depan, tantangan sesungguhnya baru dimulai. Kedua tim perlu menjaga konsistensi agar hasil imbang ini tidak menjadi sia-sia. Bagi Melbourne Victory, laga melawan Persib di Jalak Harupat dan rangkaian pertandingan berikutnya akan menjadi ujian karakter tim. Sedangkan bagi para penggemar, pertanyaan soal derby terbaik akhirnya terjawab: ketika hujan turun di AAMI Park dan kedua tim bertarung habis-habisan, sepak bola Melbourne membuktikan bahwa gengsi kota ini berada satu tingkat di atas rivalnya di Sydney.
