Desy Ratnasari Kuras Emosi Perankan Ibu Hamka, Tantangan di Logat Minang
Inforiau – 29 Oktober 2026 | Desy Ratnasari Kuras Emosi Perankan Ibu Hamka Tantangan di Logat Minang menjadi sorotan dalam film terbaru Hamka: Awal Mula (Vol. 3). Dalam film tersebut, Desy memerankan Siti Safiyah, ibunda Buya Hamka. Ia mengaku harus menguras emosi demi menghidupkan karakter tersebut, terutama pada adegan perpisahan yang membuatnya menangis tersedu-sedu. Tantangan lain yang tak kalah berat adalah berlogat Minang dengan fasih.
Film Hamka: Awal Mula (Vol. 3) sendiri merupakan lanjutan dari kisah perjalanan hidup Buya Hamka. Pada volume ketiga ini, fokus cerita mulai menyoroti sosok Siti Safiyah sebagai ibu yang berperan besar dalam pembentukan karakter Hamka. Desy Ratnasari dipercaya untuk memerankan tokoh tersebut. Ia pun mengaku sangat antusias sekaligus gugup ketika pertama kali menerima tawaran itu.
“Awalnya saya kaget dan merasa tertantang. Ibu Hamka itu sosok yang sangat dihormati, jadi saya harus benar-benar mendalami karakternya,” ujar Desy dalam wawancara baru-baru ini. Ia pun mulai mempelajari berbagai literatur tentang Siti Safiyah, termasuk kisah hidupnya yang penuh perjuangan.
Salah satu adegan yang paling menguras emosi adalah ketika Siti Safiyah harus berpisah dengan Hamka kecil. Desy mengaku butuh waktu untuk menenangkan diri setelah syuting adegan tersebut. “Saya sampai menangis terus-menerus. Rasanya seperti benar-benar kehilangan,” tuturnya. Adegan itu pun disebut-sebut sebagai momen paling mengharukan dalam film.
Selain emosi, tantangan lain yang harus dihadapi Desy adalah logat Minang. Ia harus belajar keras agar bisa berbicara dengan dialek yang tepat. “Saya dibantu oleh coach dialek. Setiap hari saya latihan, mendengarkan rekaman, dan mencoba mengucapkan kata-kata dalam bahasa Minang,” jelasnya. Meski sempat kesulitan, Desy akhirnya berhasil menguasai logat tersebut dengan baik.
Desy Ratnasari Kuras Emosi Perankan Ibu Hamka Tantangan di Logat Minang juga menjadi perhatian warganet. Banyak yang memuji totalitasnya dalam memerankan tokoh Siti Safiyah. “Desy Ratnasari benar-benar menjiwai perannya. Saya sampai ikut menangis,” tulis seorang netizen di media sosial.
Film Hamka: Awal Mula (Vol. 3) dijadwalkan tayang di bioskop pada akhir tahun ini. Selain Desy Ratnasari, film ini juga dibintangi oleh sejumlah aktor ternama lainnya. Sutradara film ini, Viva Westi, mengaku puas dengan penampilan Desy. “Desy adalah pilihan tepat untuk memerankan Siti Safiyah. Ia berhasil membawa emosi yang mendalam,” ujarnya.
Desy Ratnasari Kuras Emosi Perankan Ibu Hamka Tantangan di Logat Minang pun menjadi bukti bahwa aktris senior ini masih memiliki kemampuan akting yang mumpuni. Ia berharap film ini dapat menginspirasi banyak orang, terutama tentang perjuangan seorang ibu dalam mendidik anaknya.
“Saya berharap film ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa di balik kesuksesan seorang anak, ada doa dan perjuangan seorang ibu,” pungkas Desy.
Dengan totalitas yang ditunjukkan, tak heran jika Desy Ratnasari Kuras Emosi Perankan Ibu Hamka Tantangan di Logat Minang menuai pujian. Film ini pun dinanti-nantikan oleh para penggemar film Indonesia.
Sebagai kesimpulan, peran Desy Ratnasari sebagai Siti Safiyah dalam Hamka: Awal Mula (Vol. 3) bukan hanya soal akting, tetapi juga soal menghidupkan sejarah. Emosi yang dikuras dan logat Minang yang dipelajari dengan susah payah menjadi bukti dedikasinya. Kita tunggu saja hasilnya di layar lebar.
