Di Balik Layar Ibadah: Umrah Indonesia Berbenah, dari Pelunasan Biaya Haji hingga Ancaman Serangan Udara
Inforiau – 27 Oktober 2026 | Dunia umrah dan haji Indonesia tengah memasuki babak baru yang penuh dinamika. Dalam sepekan terakhir, sejumlah kebijakan strategis hingga peristiwa menegangkan mewarnai perjalanan ibadah umat Muslim Tanah Air. Mulai dari percepatan regulasi pelunasan biaya haji, arahan penggunaan penerbangan langsung tanpa transit, hingga insiden peringatan ancaman serangan udara yang dialami sejumlah selebritas saat menjalani umrah di Arab Saudi.
Keppres Pelunasan Biaya Haji Dikebut Pekan Ini
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, memastikan bahwa Keputusan Presiden (Keppres) terkait pelunasan biaya haji 2027 akan rampung pada pekan ini. Dengan terbitnya regulasi tersebut, Kementerian Haji dan Umrah dapat segera menyosialisasikan ketentuan pelunasan kepada calon jemaah.
“Ini, minggu ini Insya Allah selesai Keppresnya, tinggal nanti kami sosialisasikan,” ujar Dahnil di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, pelunasan biaya haji menjadi krusial karena berpengaruh langsung terhadap persiapan layanan lainnya. Setelah Keppres terbit, sosialisasi akan dilakukan agar calon jemaah memahami besaran biaya yang harus dilunasi sesuai ketentuan di masing-masing daerah.
Dahnil menjelaskan, rata-rata calon peserta haji perlu menyiapkan dana pelunasan sekitar Rp23 juta. Namun angka itu bukan nominal seragam, karena besaran pelunasan dapat berbeda antardaerah akibat faktor jarak dan biaya penerbangan.
“Misalnya Makassar dengan Surabaya itu pasti berbeda. Kemudian Medan dengan Jakarta itu berbeda. Jadi setiap provinsi pasti berbeda. Itu tergantung dengan jarak, biaya penerbangan dan sebagainya,” jelasnya.
Sebagai gambaran, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1448 Hijriah/2027 Masehi ditetapkan rata-rata Rp98.466.351 per orang. Dari jumlah tersebut, Rp54.648.825 atau 55,50 persen menjadi biaya yang dibayarkan langsung oleh jemaah (Bipih), sedangkan Rp43.817.526 atau 44,50 persen bersumber dari Nilai Manfaat hasil pengelolaan keuangan haji.
Penerbangan Umrah Diminta Tak Lagi Transit
Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah mengimbau jemaah dan penyelenggara perjalanan untuk memprioritaskan penerbangan langsung (direct flight) menuju Arab Saudi. Imbauan ini mencuat setelah muncul arahan Presiden Prabowo Subianto agar perjalanan ibadah tidak lagi transit di Malaysia dan Singapura.
Dahnil membeberkan dua alasan utama di balik kebijakan tersebut, yakni mitigasi risiko keamanan di tengah memanasnya eskalasi geopolitik internasional serta dorongan kedaulatan ekonomi nasional.
“Eskalasi Timur Tengah, Saudi baik-baik saja dalam konteks peribadatan umrah. Kemenlu juga sama, baik-baik saja. Sampai detik ini kegiatan umrah berjalan sebagaimana mestinya,” katanya.
“Kami sebagai pihak yang mengelola haji dan umrah mengimbau jemaah memilih maskapai direct, bukan penerbangan transit. Lebih aman bisa direct ke Jeddah atau Madinah,” tegasnya.
Menurut hitungan pemerintah, pangsa pasar jemaah yang selama ini transit di negara tetangga mencapai sekitar 70 ribu orang. Jika dialihkan ke maskapai nasional, dampaknya terhadap perekonomian dalam negeri akan sangat besar.
“Jemaah yang transit di sana cukup besar, 70 ribuan. Jika itu diarahkan ke penerbangan nasional juga membantu ekonomi nasional kita. Kita harus dorong dua maskapai nasional kita, yaitu Lion dan Garuda,” ujarnya.
Kendati demikian, pemerintah menantang maskapai nasional untuk terus berbenah. “Garuda dan Lion harus melakukan perbaikan layanan mereka. Mendorong mereka agar menguasai pasar dalam negeri, harus kompetitif bersaing di luar negeri,” kata Dahnil.
Momen Menegangkan Raffi Ahmad dan Irfan Hakim saat Umrah
Di tengah derasnya arus kebijakan, sebuah peristiwa menegangkan dialami rombongan jemaah umrah yang diisi sejumlah selebritas, seperti Raffi Ahmad, Nagita Slavina, dan Irfan Hakim. Saat menjalani umrah di Arab Saudi pekan lalu, mereka menerima peringatan darurat mengenai potensi ancaman serangan udara.
Kabar ini diketahui dari unggahan selebgram Meisita Lomania pada Sabtu (24/10), yang turut bergabung dalam rombongan. Ia menyebut peringatan muncul berulang kali di ponsel, memicu kecemasan hingga membuat para jamaah teringat keluarga di rumah.
Dalam unggahan tersebut, terlihat Raffi Ahmad, Irfan Hakim, dan jamaah lain berkumpul di dalam bus sambil memperhatikan notifikasi darurat di layar ponsel. Notifikasi itu berisi imbauan agar tetap tenang, mencari tempat berlindung yang aman, menjauhi jendela dan pintu, serta mengikuti arahan Pertahanan Sipil.
“Area ini sedang berada di kawasan ancaman serangan udara. Tetaplah tenang, tinggal di dalam ruangan atau tempat aman dan menjauh dari pintu atau jendela. Ikuti instruksi dari Pertahanan Sipil,” bunyi peringatan tersebut.
Meisita menjelaskan, peringatan yang muncul berkali-kali membuat suasana kian tegang. Di tengah kondisi itu, rombongan saling menguatkan dan mengarahkan hati untuk berdoa.
“Di perjalanan ibadah kali ini, kami berusaha semakin berserah diri kepada Allah. Saat di bus bersama @irfanhakim75 @raffinagita1717 rombongan FYP, tiba-tiba muncul peringatan ancaman serangan udara. Kami hanya bisa terus berikhtiar, berdoa, dan berserah diri kepada Allah. Ya Allah, jaga setiap langkah umatmu, tenangkan hati kami, dan lindungi semua umatmu. Semoga tidak terjadi serangan dan tak ada siapa pun yang terluka,” tulis Meisita dalam caption video.
Situasi itu juga mendorong anggota rombongan menghubungi keluarga masing-masing. Setelah saling memberi kabar dan menitipkan pesan, suasana yang semula cemas berubah haru.
Sinergi Kebijakan demi Kenyamanan Jemaah
Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bahwa pengelolaan ibadah umrah dan haji tak sekadar soal perjalanan spiritual, tetapi juga menyangkut kesiapan regulasi, keamanan, dan kedaulatan ekonomi. Pemerintah berupaya memastikan setiap jemaah mendapatkan layanan terbaik, mulai dari kepastian biaya hingga keselamatan di Tanah Suci.
Bagi calon jemaah, sosialisasi Keppres pelunasan biaya haji menjadi penanda penting agar persiapan finansial dapat dilakukan lebih awal. Sementara itu, imbauan penerbangan langsung diharapkan meminimalkan risiko sekaligus menggerakkan roda ekonomi nasional.
Insiden peringatan serangan udara yang dialami rombongan selebritas menjadi pengingat bahwa faktor keamanan tak boleh diabaikan. Meski wilayah Arab Saudi dinyatakan kondusif untuk peribadatan, kewaspadaan tetap diperlukan.
Dengan sinergi antara pemerintah, penyelenggara perjalanan, dan maskapai nasional, ekosistem umrah Indonesia diharapkan semakin matang. Jemaah pun dapat menjalankan ibadah dengan tenang, khusyuk, dan aman, seiring terus dibenahinya berbagai kebijakan yang berorientasi pada kenyamanan serta keselamatan umat.
